Puluhan Akademisi Unair Menolak Pelemahan KPK

Puluhan Akademisi Unair Menolak Pelemahan KPK
Aksi pegawai KPK menolak revisi UU KPK, Jumat (6/9/2019)




Zonasatu News –Setelah akademisi UII menolak revisi UU KPK, kini giliran dosen dosen UNAIR Surabaya menolak pelemahan KPK.

Mereka menyatakan, menyimak perkembangan politik terakhir dimana ada upaya secara sistematis prlemahan KPK dalam bentuk RUU KPK, termasuk didalamnya RUU KUHP, menunjukkan kemunduran upaya pemberantasan korupsi yang seharusnya menjadi semangat, sekaligus anak kandung reformasi.

Seakan tidak cukup dari sisi legislasi, darurat anti- korupsi tergambar dengan seleksi Capim KPK yang diduga syarat konflik kepentingan, gagalnya pengungkapan kasus penyerangan dan intimidasi terhadap para penyidik KPK, termasuk impunitas kasus Novel Baswedan, dan yang terbaru pelemahan dari sektor legislasi, jelas bertentangan dengan amanah Reformasi, dan tujuan bernegara sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar Negara RI 1945, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa dan menuju kesejahteraan sosial.

“Pemimpin negeri ini harus belajar dari kekeliruan masa lalu, untuk tidak mementingkan sekelompok orang dan mengorbankan kepentingan masyarakat yang seharusnya menjadi prioritas,” bunyi pernyataan pers yang menyebar di berbagai group WA.

Pemimpin negara ini harus lebih peka, peduli, dan menjunjung tinggi integritas untuk menjadi suri tauladan masyarakat dalam berbangsa dan bernegara. Wakil rakyat seharusnya menjadi representasi memperjuangkan kemaslahatan publik. Pemimpin yang berfikir dan bekerja sungguh-sungguh untuk menjamin dan melindungi hak-hak warga negara.

Kami selaku akademisi, tidak menginginkan korupsi membudaya di negeri ini, karena jelas akan merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan benegara.

“Dari kampus UNAIR Surabaya, kami menolak segala bentuk pelemahan terhadap KPK sebagai garda depan dalam pemberantasab korupsi dan tetap mengajak semua elemen warga bangsa bergerak dan berjuang bersama- sama dalam melawan korupsi sesuai dengan kapasitas masing- masing,” tegas pernyataan mereka

Editor : Setyanegara







Tags: , ,
banner 468x60