Negara tidak aman : Rakyat dibobol maling, negara dibobol hacker

Negara tidak aman : Rakyat dibobol maling, negara dibobol hacker
Animasi hacker




ZONASATUNEWS.COM, NGAWI–Penderitaan rakyat Indonesia semakin besar. Diteror virus Corona. Ekonomi terpuruk karena tidak bisa bekerja.Terkena PHK.Jualan gak bisa. Ditambah lagi banyaknya maling yang bobol rumah warga.

Akhir-akhir ini, selama pandemi memang banyak kejadian rumah warga kemalingan. Di Kabupaten Ngawi misalnya, kasus maling ini terjadi di banyak desa.Namun anehnya jarang yang tertangkap.Mungkin karena masyarakat sedang siaga tinggi. Sebenarnya bukan siaga untuk jaga keamanan, tetapi lebih untuk jaga agar desanya bebas corona. Begitulah tiap desa menerapkan protokol pemeriksaan masker, KTP, dan isolasi mandiri ala desa.

Seorang warga di kecamatan Paron, seorang janda yang tinggal sendiri dirumahnya, Paniyem (bukan nama sebenarnya), mengaku takut sekarang bila sendirian dirumah. Kepada ZONASATUNEWS.COM, Rabu (27/5) dia mengaku banyaknya maling mungkin kaena banyak napi yang dilepas.

“Sekarang saya takut sendirian dirumah mas. Dulu biasa karena aman-aman saja.Tetapi sekarang banyak rumah warga yang dibobol maling,” ungkapnya.

Sebuah sekolah madrasah di kecamatan Kedunggalar, Ngawi pernah dibobol maling. Anehnya, maling hanya mengambil uangnya saja. Padahal ada komputer,laptop dan barang elektronik lainnya. 

“Hanya ambil uangnya saja. Tidak banyak. Hanya limapuluh ribu. Barang seperti komputer dan lain-lain aman,” ujar seorang guru di sekolah itu.

Berkembang pembicaraan, maling ini memang mau cari praktis dan aman.Kalau ambil komputer ribet bawanya. Mudah dilacak. Lagipula siapa yang mau beli komputer dalam tempo cepat, saat pandemi ini?

Negara dibobol hacker

Tidak hanya rakyat, negara juga sering dibobol maling. Maling data. Data rakyat Indonesia.

Setelah data KPU, pelanggan e-commerce Tokopedia, Bhinneka.com, kini data pegawai negeri sipil (PNS) seluruh Indonesia di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dibobol hacker.

Dalam akun twitternya Teguh Aprianto @secgron, seorang cyber security researcher dan consultant itu menemukan adanya kebocoran data sebanyak 1,3 juta di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sebelumnya website Fakultas Ilmu Komputer UI dan juga MRU Fakultas Kedokteran UI juga dibobol dan datanya dibocorkan. 

1,3 juta data Kemendikbud yang dibobol diantaranya adalah :

– NIK
– Nama lengkap
– Tempat & tanggal lahir
– Status pernikahan
– Nama lengkap ibu
– Nama lengkap ayah
– No KK
– Alamat lengkap
– dll

Kabar kebocoran ini sudah tersebar ke grup whatsapp dosen seluruh Indonesia. Mereka khawatir data mereka digunakan secara ilegal.

Untuk apa data itu?

Penulis mencoba menghubungi ahli cyber security untuk menanyakan fenomena yang cukup sering ini.Soal siapa yang membobol data di Kemendekbud, dia belum bisa memberikan keterangan. Karena mesti dilacak dulu. Dan itu tidak mudah, katanya.

Namun saat ditanyakan data itu digunakan untuk apa, dia memberikan penjelasan singkat.

“Social engineering mas. Macam-2.Fake ID, Fake Account, bobol Account bank, impersonasi dll,” ujar pakar cyber security, alumni ITS itu.

Wow, ternyata data itu bisa digunakan untuk banyak hal. Yang bahaya dari penjelasan ahli itu, data bisa digunakan untuk kejahatan seperti : pemalsuan ID, pemalsuan Account, bobol bank, impersonasi, dan lain-lain.

Karena itu negara tidak boleh tinggal diam.Data rakyat harus dilindungi.Karena bila digunakan untuk kejahatan, rakyat juga yang dirugikan. 

Penulis : Budi Puryanto

Editor : Setyanegara







Tags: , , ,
banner 468x60