Rini Soemarno Otak Dibalik Batalnya Kenaikan Premium

Rini Soemarno Otak Dibalik Batalnya Kenaikan Premium

loading…


“Menteri ESDM mengumumkan kenaikan bbm Premium dari Rp 6.550 per liter jadi Rp 7.000 per liter.Satu jam kemudian kenaikan itu dibatalkan”


Menteri ESDM Ignatius Jonan

Jakarta, Zonasatu News  – Baru diumumkan satu jam oleh Menteri ESDM Ignatius Jonan, kenaikan BBM jenis Premium dibatalkan. Dalam jeda satu jam kebijakan sepenting menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) berubah-ubah. Dari semula dinaikkan, lalu dibatalkan.

Pengumuman batal naiknya harga BBM Premium diumumkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),

“Sesuai arahan bapak Presiden rencana kenaikan harga premium di Jamali menjadi Rp 7.000 dan di luar Jamali menjadi Rp 6.900, secepatnya pukul 18.00 hari ini, agar ditunda dan dibahas ulang sambil menunggu kesiapan PT Pertamina,” ujar Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/10/2018).

Sebelumnya, di lobi hotel Sofitel Bali Menteri Jonan mengumumkan rencana menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium, dari Rp 6.550 per liter jadi Rp 7.000 per liter.

Kenaikan harga BBM premium ini menyusul kenaikan harga pertamax cs yang sebelumnya sudah diumumkan oleh PT Pertamina (Persero) pada siang tadi pukul 11.00 WIB.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan pun membeberkan alasan di balik keputusan Presiden Joko Widodo menaikkan harga BBM beroktan 88 ini. Pastinya adalah kenaikan harga minyak dunia, sebagai pendorong kenaikan harga BBM.

“Terakhir dengan mempertimbangkan bahwa minyak brent US$ 85 per barel, dan kenaikan harga minyak dari Januari kira-kira hampir 30% kenaikannya, dan juga ICP (harga minyak nasional) kurang lebih 25% kenaikannya,” kata Jonan saat menggelar konferensi pers di Hotel Sofitel, Bali, Rabu (10/10/2018).

Lalu, Jonan melanjutkan dengan kenaikan ICP maka yang harus ada penyesuaian. “Karena itu pemerintah mempertimbangkan sesuai arahan Presiden Jokowi premium hari ini naik pukul 18.00 paling cepat tergantung kesiapan Pertamina ke 2.500 SPBU.”

Rini Menolak 

Simpang siur di balik kabar kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berubah-ubah dalam waktu satu jam terjawab sudah. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno diketahui menjadi penyebab utama batalnya kenaikan harga bbm Premium.

Menteri BUMN Rini Soemarno menolak kenaikan BBM Premium karena Pertamina belum siap

Deputi Bidang Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno dalam konferensi pers di Bali, Rabu sore (10/10) mengaku baru tahu soal rencana kenaikan harga BBM setelah ada pengumuman Menteri Jonan.

“Jadi kita baru tahu tadi setelah Jonan sampaikan bahwa akan naik, dan kami tanyakan ke Bu Menteri bisa dilaksanakan apa tidak karena Pertamina baru naikkan Pertamax,” kata Fajar.

Pertamina memang baru naikkan harga Pertamax Cs tadi pagi, pada pukul 11.00 WIB.

Dari sini, kata Fajar, Menteri Rini kemudian meminta mempertimbangkan syarat kenaikan harga BBM sesuai dengan peraturan presiden. “Kondisi keuangan negara, daya beli masyarakat, dan kondisi riil ekonomi,” jelasnya.

Untuk pengumuman, kata dia, biasanya ada rapat koordinasi dipimpin oleh Menteri Koordinator Perekonomian supaya nanti bagaimana ke depannya. “Nanti kami rakor, Pak Jonan barusan bilang kenaikan ditunda hari ini dan besok.”

Staf Khusus Menteri BUMN Wianda Pusponegoro kemudian menambahkan bahwa keputusan menunda ini memang datang dari Kementerian BUMN. “Kami dari BUMN menunda karena Pertamina tidak siap,” katanya.

Benarkah Pertamina tidak siap?

Saat kabar kenaikan BBM muncul, Jonan juga bercerita di konpers bahwa dia seharian bersama dengan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati dan tidak ada hambatan. “Tadi saya seharian ngobrol dengan ibu Dirut tidak ada keluhan,” kata Jonan.

Pertamina seperti dilansir CNBC Indonesia pun mengaku siap jalankan tugas. Bahkan merasa bersyukur dengan kenaikan harga BBM Premium.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Adiatma Sardjito mengatakan, Pertamina menyambut baik apabila pemerintah menetapkan kenaikan harga jual BBM Premium tersebut. Pasalnya, secara otomatis tentu akan mengurangi beban dari perusahaan migas pelat merah tersebut. “Alhamdullilah, bisa kurangi beban Pertamina,” ujarnya kepada CNBC Indonesia saat dihubungi Rabu (10/10/2018).

Rini Orang Kuat 

Penolakan Rini Soemarno berhasil menunda kenaikan harga premium. Ini menunjukkan kuatnya pengaruh Rini dalam pemerintahan. Dia berani membuat keputusan beda dengan Menteri Jonan yang mewakili Pemerintah. Hebatnya, keputusan Rini yang menang.

Rini juga pernah digoyang para politisi Senayan khususnya dari PDIP agar Presiden Jokowi memecatnya, buntut rekomendasi Pansus Pelindo III. Beberapa Komisi DPR juga tidak pernah mengundangnya lagi sejak Rekomendasi Pansus itu dikeluarkan. Undangan rapat Menteri BUMN sering diwakili Menteri Keuangan. Tetapi dia bergeming. Bukannya pengaruhnya menurun, justru dia tampak makin kuat.

Rini memang fenomena. Banyak yang membencinya, tetapi pengaruhnya dalam pemerintahan sangat kuat. Penolakan kenaikan BBM Premium menjadi contoh nyata. (zs)

 

 

loading…


loading…


Tags: , ,
banner 468x60