Serangan Terhadap Cawali Mujiaman, Imam : Tendensius dan itu peragakan politik kotor

Serangan Terhadap Cawali Mujiaman, Imam : Tendensius dan itu peragakan politik kotor




ZONASATUNEWS.COM, SURABAYA--Suhu politik Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Suabaya makin panas. Hal itu ditandai dengan manuver politik yang semakin keras.

Serangan politik terhadap lawan dilakukan dengan terangan-terangan, tendensius, dan menggunakan cara-cara yang tidak etis, tidak elok, bahkan menggunakan cara-cara kotor.

Hal itu dikatakan Tim Humas pasangan nomor 2, Machfus Arifin-Mujiaman, Imam kepada ZONASATUNEWS.COM, Selasa (17/11/2020).

Yang dikatakan Tim Advokasi 01 pada beberapa media itu, kata Imam, lebih bertujuan untuk membunuh karakter Saudara Mujiaman Cawali pasangan 02. Alih-alih menyodorkan data dan fakta, dia itu beropini dengan tujuan untuk menyerang pribadi calon, menhancurkan karakternya, merusak reputasi dan nama baiknya.

“Ini cara yang tidak etis dan tidak elok. Ini cara berpolitik yang menghalalkan segala cara untuk menang. Saya yakin masyarakat Surabaya cerdas dan tidak suka cara berpolitik kotor seperti ini, ungkap Imam.




Akan lebih bermanfaat bila beradu argumen program kerja.Sodorkan kepada masyarakat pikiran-pikiran baru untuk kemajuan masyarakat Surabaya.Tampilkan program kerja yang bagus, bila punya. Biarkan masyarakat menilai.

“Saya menduga dia melempar isu menyerang pribadi Mujiaman, hanya untuk menutupi kelemahan karena tidak punya program yang bisa diandalkan,” kata Imam.

Lebih dari itu, menyerang pribadi Mujiaman sesungguhnya menunjukkan ketakutan, karena pasangan ini makin kuat dan makin dicintai masyarakat Surabaya.

Sebelumnya marak di media massa diantaranya Surabayapost.com, Senin (16/11/2020) memuat pernyataan dari Tim advokasi KMS-ERJI (pasangan 01) yang menyerang Mujiaman, Cawali pasangan 02, dengan judul “Pengurus IKA ITS Bongkar Profil Asli Mujiaman dan Tuding Tukang Kawin”.

Ada lagi yang termuat di liputanindonesia.com dengan judul “Terbongkar Profil Asli Mujiaman, Wildan: Cawawali Surabaya Tukang Kawin, Apakah Pantas Jadi Pemimpin Surabaya?”

Ditulis dalam berita itu, Mujiaman kandidat Calon Wakil Walikota (Cawawali) Surabaya punya istri dua. Hal ini menjadi viral setelah Wildan Hilmi ZA, ST ketua divisi advokasi KMS-ERJI menyatakan bahwa seorang yang akan maju sebagai pemimpin public seharusnya jujur terkait dirinya, bukan menutupinya. Lebih kurang dari sebulan ini pihaknya telah mengumpulkan cukup banyak data terkait Mudjiaman yang tidak pernah diungkap kepada public. Bahkan yang diungkap ke public pun penuh dengan manipulasi. 

Wildan Hilmi ZA bercerita kepada awak media, “Keluarga yang kokoh syarat bagi terwujudnya masyarakat yang berkualitas dan sejahtera. Apabila bangunan keluarga retak kemudian roboh dan bercerai berai maka akan sulit untuk mewujudkannya. Lantas Apakah Pantas tukang kawin jadi Pemimpin?,” katanya. Senin (15/11).

Soal Pernikahan

Terkait hal tersebut Imam menyatakan, pernikahan Mujiaman bukan ditutup-tutupi. Pernikahannya sah. Ada bukti surat-suratnya secara resmi. Bukan manipulasi, seperti yang dituduhkan.

“Lalu apa masalahnya”, kata Imam.

Mereka hanya cari-cari permasalahan pribadi.

“Kayak Ngrumpi, ghibah-lah. Dan itu sama sekali tidak produktif untuk kontestasi calon pemimpin Surabaya,” tegas Imam.

Soal Kerja di Perusahaan Bill Gate

Tim pasangan 01 juga mempermasalahkan soal pekerjaan. Mujiaman adalah Karyawan Nalco Indonesia sejak 1997. Nalco Indonesia adalah 100% PMA, subsidiary dari Nalco Chemical Company USA dan bukan agen atau distributor.

Ecolab membeli Nalco 2012 dan saat itu Mujiaman masih di Nalco. Bill gates mempunyai saham di Ecolab.

“Dan itu fakta, bukan manipulasi. Lebih baik mikir untuk perbaikan Suarabaya kedepan, daripada mencari-cari kesalahan orang lain. Itu kurang kerjaan namanya,” tegas Imam

EDITOR : SETANEGARA







banner 468x60