Serikat Pekerja Pertamina Tolak Pembina Upacara HUT RI Dari Kementerian ESDM

Serikat Pekerja Pertamina Tolak Pembina Upacara HUT RI Dari Kementerian ESDM
Spanduk penolakan di Terminal Wayame Ambon




Jakarta, Zonasatu News –Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menolak rencana “drop-dropan” pembina upacara HUT RI ke 74 dari luar perusahaan Pertamina.

Penolakan itu muncul lantaran ada surat edaran sebelumnya dari Kementerian ESDM maupun dari BPH migas.

Dalam suratnya Kementerian ESDM menegaskan agar pembina upacara HUT RI ke 74 berasal dari Pejabat Tinggi Madya dan Pejabat Tinggi Pratama atau pejabat Administratif yang ditunjuk.




Surat Edaran Kementerian ESDM tentang pembina upacara di Pertamina

Atas terbitnya surat Kementerian ESDM tersebut BPH Migas telah menunjuk pejabat yang akan ditugaskan sebagai pembina upacara di seluruh kantor Pertamina beserta unitnya.

FSPPB melalui suratnya, Kamis (15/8) mendesak kepada Dirut Pertamina untuk menolak instruksi dari Kementerian ESDM dan BPH Migas.

” Yang layak menjadi pembina upacara dilingkungan internal perusahaan adalah pimpinan tertinggi di perusahaan itu,” demikian kata Arie Gumilar dalam surat FSPPB yang ditujukan kepada Dirut Pertamina.

Penolakan dari Serikat Pekerja Pertamina ini telah meluas hingga ke bawah. Serikat pekerja MOR V, Jawa Timur, Bali dan Nusatenggara juga telah mengeluarkan surat penolakannya kemarin, Kamis (15/8).

Surat penolakan dari Serikat Pertamina Pekerja Sepuluh Nopember

Jhodi Setiawan kepada zonasatunews.com menyatakan, tamu-tamu tersebut sudah selayaknya dan wajib mendapatkan kehormatan dan kemuliaan sebagai tamu di pertamina

“Pembina upacara lebih layak dari pimpinan tertinggi unit operasi pertamina,” kata Jhodi Setiawan dalam pesan singkat WA kepada zonasatunews.com.

Penolakan juga terjadi di Pertamina MOR III. Ketua Serikat Pekerja MOR III Aryo membenarkan hal itu ketika kami konfirmasi. Informasi yang berhasil dihimpun media ini, untuk MOR III (DKI Jakarta, Jabar dan Banten) Inspektur Upacara tetap dari pimpinan tertinggi (GM) MOR III, Tengku Fernanda.Pihak ESDM sebagai tamu, tetapi bukan inspektur upacara.

 

Terminal BBM WAYAME Ambon

Boikot inspektur upacara dari kementerian ESDM juga meluas hingga MOR I. Informasi terbaru Serikat Pekerja Pertamina  MOR I (Medan dan Sumbagut) juga telah menyampaikan penolakannya.

Namun desakan FSPPB rupanya tidak sejalan dengan kebijakan direksi Pertamina. Hari ini Jumat (16/8) PTH Dirut Pertamina Heru Setiawan telah mengeluarkan surat instruksi kepada seluruh jajarannya untuk “tunduk” dan mendukung kegiatan bersama Kementerian ESDM.

Penulis laporan : Irwan M

Editor : Setyanegara 

 

 

 







Tags: ,
banner 468x60