Soal Padam Listrik PLN Massal, PLN Harus Segera Lakukan Crash Investigation

Soal Padam Listrik PLN Massal, PLN Harus Segera Lakukan Crash Investigation

Penulis : Herman Darnel Ibrahim (HDI) 

Ketua CIGRE Indonesia,
DIR TND PLN 2003-2008

Salam, saya amati banyak diskusi tentang Blackout PLN di berbagai WAG. Berikut saya sharing tentang blackout secara umum dan pemulihannya.

Blackout atau Gangguan besar seperti ini terjadi dimana-mana termasuk di negara maju. Dan itu kejadian yg sangat jarang termasuk di sistem Jawa Bali. Interkoneksi membuat sistem jadi kuat, namun komponen sistem buatan manusia, sehingga tidak ada Reliability yang 100%. Un-reiability yang walau hanya 0.0000 sekian persen itu bisa menjadi penyebab [Murphis Law].

Di Sistem Jawa Bali saya catat pernah terjadi blackout sbb:
13 April 1997
18 Agt 2005
18 Maret 2009
4 Agt 2019

Jadi kira-kira kejadiannya “periode” Sekali dalam 5-10 tahunan. Umumnya gangguan di awali oleh gangguan dari luar, hubungan ketanah atau lainnya. Kalau proteksi tak bekerja sempurna gangguan bisa meluas. Gangguan kadang juga terkait kelemahan pada komponen sistem spt kelurangan infrastruktur [N-1] ataupun terkait setting proteksi dan kontrol dll.

Kriteria sekuriti sistem PLN seperti dimuat dlm RUPTL adalah N-1 artinya sistem didisain untuk tetap aman jika 1 komponen sistem trip, [tanpa load curtailment]. Di sistem Jawa Bali tidak semua N- 1 terpenuhi khususnya pada transmisi. Komposisi pembangkit dan beban bisa bervariasi, bisa ada saat-saat dimana ktiteria N-1 tersebut tak terpenuhi.

Sistem Jawa Bali itu besar sekali dengan sekitar 500 gardu Induk dan 200 an unit pembangkit serta ribuan km transmisi. Dengan interkoneksi sesungguhnya sistem jadi sangat kuat, sehingga jarang seksli terjadi gangguan pasokan yang disebabkan oleh pembangkit dan transmisi. Namun jika terjadi blackout akan membutuhkan waktu lama untuk pemulihan [karena besar dan kompleksnya]. Prinsip operasi mencegah gangguan pasokan dan mengamankan sistem tethadap kemungkinan blackout. Tentu ini sudah dilakukan oleh Utulity seperti PLN.

Negara maju seperti USA juga mengalami blackout. New York mengalami beberapa kali blackout yaitu: 13 Juli 1977, 14 Agt 2003 dan bulan lalu 14 Juli 2019. Jadi rata-rata 15-20 tahunan. Blackout New York tahun 2003 nemerlukan waktu lebih 2 hari utk pulih sepenuhnya. Dan blackout 13 Juli 2019 lalu juga baru pulih setelah 2 hari. California juga pernah mengalami blackout tahun 1996, 2011, 2018 dan 2019.

Untuk mengetahui akar penyebab blackout lazimnya (harus) dilakukan investigasi yang melibatkan para ahli dari luar utility, seperti halnya crash investigation. Semua data recorders dan data peralatan dikumpulkan dan dianalisa oleh Tim penyeludik yang dibentuk. Kemudian dibahas kemunkinan-kemungkinan penyebab lalu disimpulkan penyebabnya, misal kelemahan peralatan, defects pada komponen, kelemahan sistem proteksi atau settingnya atau bisa juga faktor SDM/ human error.

Dalam konferensi CIGRE (Dewan Internasional Sistem Listrik Besar=Conseil International des Grands Reseaux Electriques) yang diselenggarakan tiap tahun genap, di Paris, selalu ada Sesi Plenary khusus mempresentasikan kejadian Blackout /Large Disturbances yang terjadi di suatu negara.

Blackout itu sebuah musibah bagi utility, dan sudan menjadi SOP untuk mencegahnya supaya tidak terjadi. Musibah blackout itu layaknya kecelakaan pesawat atau kematian. Pada saat terjadinya lebih bijak jika memberi “empati” bukan mengumpat.

Sehubungan dengan penjelasan saya ini baiknya kita dapat menerima blackout ini sebagai musibah dan bersabar menunggu hasil penyelidikan. Jangan terlalu reaktif dengan analisa-analisa dan solusi-solusi yang spekulatif tanpa mengetahui rincian kejadian dan akar masalah/penyebabnya.

Terakhir, yang sangat menarik ketika terjadi Blackout di California pada tahun 2011, Gubernurnya berkomentar:
”even new cars can get breakdown” (mobil baru saja bisa mogok).

Editor : Setyanegara 

Tags: ,
banner 468x60