Tanpa Islam Tidak Ada Indonesia

Tanpa Islam Tidak Ada Indonesia

loading…


Jika Tidak Ada Islam

Buku yang merupakan kumpulan tulisan mengenai 17 tokoh ini (Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimedjo, A. Kahar Mudzakkir, M. Natsir, Prawoto Mangkusasmito, Mohamad Roem, M. Rasjidi, Burhanuddin Harahap, Sjafruddin Prawiranegara, Anwar Harjono, Deliar Noer, Buchari Tamam, Ventje Sumual, Busthanul Arifin, Ismail Hasan Metareum, Assaat, dan Chairul Saleh) menunjukkan bahwa dalam setiap proses perjuangan menegakkan negara ini, umat Islam tidak pernah absen. Hal itu bukan saja karena Islam adalah agama yang dianut oleh mayoritas penduduk negeri ini, juga oleh karena jika ada yang paling menderita akibat penjajahan atau akibat ketidakberesan pengelolaan negara, pastilah umat Islam yang mayoritas itu. Maka umat Islam bukan saja bagian tidak terpisahkan dari negeri ini, tapi juga tulang punggung yang menjaga eksistensi negeri ini.

Jejak umat Islam dalam proses pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) demikian dalam, sehingga berbagai ikhtiar menghapus jejak itu –baik oleh kalangan dalam maupun oleh kalangan luar Islam– selalu gagal. Menghapus jejak umat Islam, atau memisahkan umat Islam dari negeri ini, ibarat memisahkan gula dari rasa manisnya. Usaha yang sia-sia.

Meminjam ungkapan Dr. Douwes Dekker, sebagaimana dikutip oleh K.H.A. Wahid Hasjim, “Dalam banyak hal, Islam merupakan nasionalisme di Indonesia dan jika seandainya tidak ada faktor Islam di sini, sudah lama nasionalisme yang sebenar-benarnya (tulen) hilang lenyap.”

Judul Buku: Jejak Perjuangan Para Tokoh Muslim Mengawal NKRI
Penulis: Lukman Hakiem
Kata Pengantar: Prof. Dr. Laode M. Kamaluddin
Jumlah halaman: xix + 352
Penerbit: Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, 2018

loading…


loading…



banner 468x60