Wawancara Dedy Corbuzier Dengan Siti Fadilah, Siti : Saya bukan salah, tapi saya kalah

Wawancara Dedy Corbuzier Dengan Siti Fadilah, Siti : Saya bukan salah, tapi saya kalah
Siti Fadilah Supari, Mantan Menteri Kesehatan yang pernah kalahkan WHO : Siti menghentikan status pandemi flu burung oleh WHO. Banyak negara diuntungkan karena keberaniannya.




ZONASATUNEWS.COM-Deddy Corbuzier sempat melakukan wawancara langsung (eksklusif) dengan mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, yang saat ini masih berstatus terpidana. Wawancara tersebut belakangan dipersoalkan, pasalnya Dedy tidak mengantongi izin dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM.

Siti yang baru akan bebas bulan Oktober 2020 nanti, saat itu sedang berada dirumah sakit. Belum diketahui secara pasti pihak yang memberikan izin kepada Dedy.

Dalam wawancara itu Siti berbincang dengan Deddy tentang banyak hal, seperti flu burung, virus corona, hingga Bill Gates.Salah satu petikan dalam wawancara itu dikatakan Siti tidak merasa bersalah.

“Saya kalah, saya bukan salah,” ungkap Siti diawal wawancara.

Dalam video itu Siti menjelaskan pihaknya berhasil membatalkan penetapan pandemi flu burung oleh WHO. Prestasi itu diakui dunia.Namun ironi, justru dia dipenjara, dijerat dengan kasus korupsi. Dia menolak, karena tidak menerima uang sepeserpun dari yang dituduhkan.

“Negara tidak berdaulat. Nyatanya saya merasakan sendiri, lembaga hukum kadang-kadang masih dipakai oleh suatu kekuatan tertentu untuk mengatur orang. Orang yang tidak mau diatur kemudian dicari-cari salahnya. Orang yang tidak ada salahnya dibikinin perkara,” kata wanita yang dikagumi dunia, karena pernah mengalahkan WHO ini. Lihat video legkapnya dibawah ini.

Namun, setelah video tersebut diunggah Deddy di kanal YouTube miliknya dan telah ditonton 2,8 juta penonton, baru diketahui bahwa Deddy ternyata tidak mengantongi izin dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM.

Hal tersebut juga telah dikonfirmasi langsung oleh humas Ditjen PAS, Rika Aprianti.

“Iya, enggak ada izin sama sekali ke kami,” ungkap Rika kepada kumparan melalui sambungan telepon, Sabtu (23/5).
Rika tidak memungkiri bahwa apa yang dilakukan oleh Deddy memang menyalahi aturan. Apalagi, Deddy melakukan wawancara di saat Siti sedang dirawat di Rumah Sakit.

Karena itu, Ditjen PAS tengah mengusut untuk mencari pihak yang bertanggung jawab, yang diduga meloloskan Deddy untuk mewawancarai Siti.

“Lagi kita telusuri saat ini. Tapi, yang perlu diketahui, dengan kondisi COVID-19 saat ini, walau keterbatasan, tim sudah menjaga sesuai dengan fungsinya. Posisi wawancara tersebut saat Bu Siti sedang dirawat di RSPAD, kan,” bebernya.

“Teman-teman sudah berusaha menjaga. Jadi, jangan buru-buru menghakimi. Mereka sudah berusaha dengan segala upaya maksimal melakukan tugasnya. Tapi, ya, memang izin (wawancara) belum ada,” tambahnya.

Saat ini Siti Fadilah juga diketahui sudah kembali ke Rutan Pondok Bambu dan menjalani masa tahanannya. Siti sudah diizinkan keluar rumah sakit karena kondisinya yang sudah lebih baik dan atas rekomendasi dokter.

Siti Fadilah merupakan narapidana kasus korupsi alat kesehatan. Ia dihukum empat tahun penjara oleh hakim dan baru akan bebas pada Oktober 2020 mendatang.

Editor : Setyanegara

 







Tags: ,
banner 468x60