Anang, Staf Kemenag Ngawi menolak tuduhan menerima pungli 129 juta, dia siap disumpah pocong

Anang, Staf Kemenag Ngawi menolak tuduhan menerima pungli 129 juta, dia siap disumpah pocong
Foto : Kantor Kemenag Kabupaten Ngawi




ZONASATUNEWS.COM, NGAWI–Tuduhan terhadap staf Kemenag kabupaten Ngawi, Anang, berbuntut panjang. Seperti tersiar melalui media ini beberapa waktu lalu, Koordinator FPKQ kecamatan Pangkur,Muhammad Soleh mengaku telah menyerahkan uang sebesar 129 juta rupiah kepada Anang.

Uang itu berasal dari pungutan 43 lembaga di Kecamatan Pangkur. Masing-masing lembaga penerima bantuan BOP TPA/TPQ menyetor 3 juta rupiah.

Namun Anang menolak tuduhan itu. Kepada media ini dia mengaku difitnah. Tuduhan yang dilakukan Muhammad Soleh itu tidak benar.

“Dan tuduhan yang di lakukan pak Soleh itu tidak benar/saya kena fitnah. Pak Soleh datang ke rumah hanya bertamu dan di temani istrinya berserta anaknya dan istri saya,” kata Anang kepada ZONASATUNEWS.COM, Kamis malam (14/1/2021), via saluran pesang singkat WA.

Anang juga mengaku sudah membuat pernyataan tertulis tanpa paksaan, yang berisi pihaknya sama sekali tidak menerima uang seperti yang dituduhkan Soleh.

“Surat pernyataan tertulis tidak menerima uang itu benar saya membuat atas perintah bapak pimpinan dan tidak ada paksaan,” ungkapnya.

Anang menerangkan bahwa Soleh telah dipanggil 2 kali secara tertulis oleh Kantor Kemenag, namun tidak datang.

“Maaf pak untuk pak Soleh sudah di panggil 2 kali secara tertulis dari kantor tetapi tidak datang,” kata Anang.

Lebih lanjut Anang menjelaskan, dia pernah melakukan klarifikasi kerumah Soleh bersama kyai dan pengurus lembaga. Dia tidak mau mengakui kalau uang itu dipakai sendiri. Bahkan Anang sempat nantang untuk sumpah dibawah Quran. Tapi Soleh tidak berani.

“Waktu saya klarifikasi d rumahnya pak soleh dengan beberapa kyai dan lembaga juga tidak mau mengakui, sampai saya tantang sumpah demi Al-Qur’an tidak berani. Dan sampai saat ini juga blm mengakuinya klo uang itu dipake sendiri untuk pribadinya,” lanjut Anang

“Kalau pak Soleh masih tetap bersikukuh dengan ucapannya, maka saya minta untuk di sumpah pocong saja antara saya dan pak Soleh,” ungkapnya.

Saat media ini menanyakan apa benar Soleh memasukkan uang itu kedalam tas, Anang membantah.

“Dia tidak membawa tas tapi membawa dompet dan tidak tahu apa isinya. Dan dompet itu di pegang dia sendiri sampai dia pamitan pulang,” ungkapnya.

Sebelumnya media ini pernah menanyakan kepada Muhammad Soleh via saluran telephon, pihaknya bersumpah telah memberikan dana seperti tersebut diatas kepada staf Kemenag (Anang).

“Demi Allah saya telah menyerahkan uang itu kepada Pak Anang dirumahnya, di Kasreman,” kata Muh.Soleh kepada ZONASATUNEWS.COM, Minggu (10/1/2021).

Soleh menjelaskan uang itu diserahkan pada bulan November 2020. Uang itu dimasukkan dalam tas, diserahkan di ruang tamu rumah Anang. Lalu oleh Anang tas itu dibawa masuk ke kamarnya.

Soleh juga menerangkan bahwa uang sebesar Rp 129 juta itu berasal dari 43 lembaga TPA/TPQ di Kecamatan Pangkur. Tiap lembaga menyetor Rp 3 juta.

EDITOR : SETYANEGARA







banner 468x60