Aniaya anak dibawah umur, Herli Zuanda diciduk polisi

Aniaya anak dibawah umur, Herli Zuanda diciduk polisi




ZONASATUNEWS.COM, TEBINGTINGGI-SUMUT–Seperti disambar petir disiang bolong dirasakan ZULKAHERI JAMBAK(52) warga Jl Sei Bahilang Lk. III Kel Mandailing Kecamatan Tebingtinggi Kota Kota Tebingtinggi,ketika mengetahui anaknya Mohammad Ghalib (16) yang berstatus pelajar ini sedang dirawat di ruang UGD RSU Kumpulan Pane Tebingtinggi dengan kondisi mulut dan hidung mengeluarkan darah segar.

Tidak terima kondisi anaknya seperti itu Zulkaheri Jambak langsung membuat laporan pengaduan ke PolresTebingtinggi setelah terlebih dahulu mendapat informasi dari saksi Aldi Wahyudi (19) dan Muhammad Rendi (19) yang mengatakan kalau korban habis dipukuli orang tidak dikenal di jalan Ahmad Yani tetapi pelaku sedang diamankan oleh warga.

Setelah menerima laporan pengaduan dari orangtua korban, Satuan Reskrim Polres Tebing Tinggi melakukan penangkapan terhadap seorang laki – laki yg diduga melakukan Tindak Pidana Kekerasan Terhadap Anak dibawah Umur.

Dikatakan, Penangkapan
Pada hari Jumat tanggal 1 Januari 2021 sekira pukul 04.00 WIB. Pelaku Herli Zuanda (42) warga Jalan Bawang Putih kelurahan Bandar Sakti kecamatan Bajenis diamankan oleh warga yang mana pelaku melakukan kekerasan terhadap anak dibawah umur dan kemudian dibawa ke Polres Tebing Tinggi dan dilakukan rapid test covid 19 dan dinyatakan reaktif, kemudian pelaku diisolasi di rumah sakit kumpulan Pane hingga pada tanggal 11 Januari 2021 pelaku telah dinyatakan negatif covid 19 dan kemudian dilakukan penangkapan oleh Unit IV PPAA Polres Tebingtinggi dan dibawa ke ruangan satreskrim Polres Tebingtinggi guna dimintai keterangan lebih lanjut dan hari ini dilakukan Penahanan terhadap Pelaku.

Disampaikan, kejadian pemukulan
Pada hari Jumat tanggal 1 Januari 2021 sekira pukul 04.00 Wib,saat itu pelapor lagi tidur kemudian dibangunkan oleh istrinya sambil mengatakan, anak kita di rumah sakit karena dipukulin orang.

Mendengar berita tersebut pelapor berangkat ke rumah sakit umum kumpulan Pane untuk melihat anaknya dan sesampainya di rumah sakit kumpulan Pane pelapor melihat anaknya sedang dirawat di UGD dengan kondisi anaknya luka pada bagian hidung mulut mengeluarkan darah, bibir atas pecah,dahi di bawah mata sebelah kanan luka. Setelah itu pelapor bertanya kepada saksi Kenapa anaknya sampai terluka dan menurut keterangan saksi bahwa anaknya dipukuli oleh terlapor yang tidak dikenal namun terlapor sudah dapat diamankan warga, kemudian pelapor keberatan dan membuat laporan ke Polres Tebing Tinggi.

Kepada pelaku dipersangkakan pasal 80 ayat 2 UU RI no.35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU no. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak yang ancaman hukumannya 5 tahun penjara. (fer)

EDITOR : SETYANEGARA







banner 468x60