Bansos belum cair selama PPKM Darurat, warga keluhkan pemotongan program BST dan BPNT

Bansos belum cair selama PPKM Darurat, warga keluhkan pemotongan program BST dan BPNT
Mbah Sini warga desa Kendal Ngawi, mengeluhkan keterlambatan bantuan sosial selama PPKM




ZONASATUNEWS.COM, NGAWI–Warga masyarakat penerima bantuan sosial beras dan uang tunai Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial di dua desa Kecamatan Kendal selama masa PPKM Darurat belum menerima. Dua desa tersebut adalah Desa Kendal dan Sidorejo.

Seperti yang dialami dua janda lanjut usia di Desa Kendal, yaitu Sini dan Minem. Keduanya selama PPKM Darurat diberlakukan belum menerima bantuan sosial dari pemerintah.

“Belum menerima selama PPKM Darurat ini, kalau bulan yang lalu menerima,” Tutur Sini. “Biasanya kalau satu bulan belum menerima dirapel bulan berikutnya,” imbuhnya.

Mbah Minem warga desa Kendal Ngawi




Sini, janda lanjut usia tersebut biasanya mendapatkan bantuan pangan non tunai BPNT berupa sembako dari pemerintah.Sedangkan Minem tetangga Sini yang juga janda lanjut usia mendapatkan bantuan sosial tunai BST berupa uang sebesar 300 ribu. Kedua janda lansia tersebut selama PPKM Darurat ini belum menerima.

“Iya, selama PPKM Darurat ini bantuanya belum cair, biasanya mendapatkan uang 300 ribu,” kata Minem.

Hal yang sama terjadi di Desa Sidorejo Kecamatan Kendal, warga penerima bantuan sosial program keluarga harapan PKH selama PPKM darurat ini juga belum menerima.

Mbah Sini

Potongan dikeluhkan

Mereka justru mengeluh adanya pemotongan pencairan bansos bulan-bulan yang kemarin. Baik penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), keduanya dipotong. Pemotongan itu dilakukan oleh ketua kelompok keluarga penerima manfaat program.

Toyib warga penerima bantuan mengungkapkan, “Selain bansos belum cair selama PPKM Darurat ini, saya itu mengeluhkan adanya pemotongan oleh ketua kelompok. Baik pencairan bantuan BST dan BPNT bulan-bulan yang kemarin keduanya dipotong, alasanya dibuat biaya transportasi pengambilan dari agen untuk disalurkan ke masing-masing keluarga yang menerima.”

Toyib, warga Ngawi yang mengeluhkan pemotongan bantuan

“Keluarga yang menerima bantuan BST dipotong 10 ribu, sedangkan warga yang menerima bantuan BPNT dipotong 7 ribu rupiah. Jika dihitung jumlah keluarga penerima bansos dalam satu desa sini ada seratusan lebih, kali sekian ribu setiap pencairan sudah berapa. Jika pencairanya bansos dirapel, pemotonganyapun juga dirapel. Masak biaya transportasi dalam satu desa mengahbiskan dana begitu banyak,” keluh Toyib.

Adanya keterlambatan pencairan bansos di masa PPKM darurat, Tri Pujo Handono Kepala Dinas Sosial Ngawi mengatakan, “Sekabupaten PKH baru masuk rekening 20 persen, sehingga yang lain belum bisa mengakses bantuan,” tambah Tri Pujo Handono, “Jumlah keluarga penerima manfaat KPM yang sudah masuk tahap tiga termin satu sebesar 9.616 KPM. Yang sudah melakukan transaksi atau pengambilan sebesar 9.005 KPM, artinya sudah mencapai 93,65 persen”

Sedangkan terkait adanya pemotongan oleh koordinator atau ketua kelompok keluarga penerima manfaat KPM, Tri Pujo Handono mengatakan, “Itu dinamika kelompok, seandainya ada pemotongan seperti itu sifatnya mestinya tidak ada pemaksaan. Nati kita akan cek ke pendamping,” katanya.

EDITOR : SETYANEGARA







banner 468x60