Ganti Jalan Bung Tomo : Surabaya..Oo..Surabaya, Kota Pahlawan Menggusur Pahlawan

Ganti Jalan Bung Tomo : Surabaya..Oo..Surabaya, Kota Pahlawan Menggusur Pahlawan
Jalan Bung Tomo di ujung Marvell City. (Foto: IDNTime.com)




ZONASATUNEWS.COM –Jalan Bung Tomo di Ngagel Surabaya diganti naman jadi Jalan Kencana.”Pemkot Surabaya Keterlaluan!” kata Bambang Sulistomo, putra Bung Tomo.

Siapakah Kencana itu? Tidak ada pahlawan atau tokoh Surabaya bernama Kencana. Diduga nama Kencana itu diambil dari Group Kencana.Perusahaan pengembang yang membangun Superblok Marvell City yang berlokasi persis dipinggir jalan Bung Tomo Ngagel. Perusahaan itu telah berinvestasi senilai Rp 700 Miliyar dalam membangun mall dan apartemen. Kesengajaan atau sekedar kemiripan? Pemkot Surabaya yang tahu.

Ironis, kota pahlawan ini lebih memilih nama perusahaan dibanding nama pahlawan yang telah ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Perang itu, telah berhasil mengalahkan sekutu, sekaligus membuat malu Inggris dipanggung dunia. Dalam perang di Surabaya itu Inggris kehilangan 2 jenderalnya, satu hal yang belum pernah dialami adikuasi dunia saat itu. Bung Tomo adalah salah satu tokoh penting dalam perang itu.




Ilustrasi pidato bung Tomo pada perang 10 Nopember 1945

Kencana? Siapa dia? Yang namanya memikat dan membuat silau Pemkot Surabaya itu? Yang namanya lebih besar dari Bung Tomo? Dia bukan siapa-siapa, dan tidak ada nama itu dalam perang 10 Nopember di Suarabaya. Itu hanya nama perusahaan. Bahkan bukan nama orang. 

“Pemkot Surabaya Keterlaluan!” kata Bambang Sulistomo, putra Bung Tomo.Ya, saya setuju Pemkot Surabaya memang sudah keterlaluan.

“Entah ada komitmen apa di belakang perubahan nama jalan itu,” sindir Bambang yang juga Ketum DPP Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) ini dengan nada tinggi. Akankah nilai kepahlawanan Bung Tomo harus kalah kedua kalinya.

Rumah Radio digusur Jayanata

Sebelumnya, Rumah Radio Bung Tomo lenyap digusur investor Jayanata. Mereka pernah dikejutkan dengan peristiwa runtuhnya rumah bersejarah yang sempat menjadi tempat siaran Bung Tomo pada era revolusi kemerdekaan. Di situ juga tempat radio di zaman kemerdekaan.

“Pemkot menjanjikan akan mengakuisisi dan membangun kembali gedung tersebut yang ada di Jalan Mawar. Namun, hingga kini belum ada kelanjutannya,” ungkap Dedi, kerabat Bung Tomo.

Repro foto Rumah Radio Bung Tomo sebelum dirobohkan.

Dan kini nama jalan di makam Bung Tomo itu harus hilang pula digusur investor Marvell City? “Hanya Tuhan yang tahu, dan kewajiban kami adalah mempertahankan sebisa kami,” tegasnya.

Bambang mengaku perjuangan mempertahankan nama jalan Bung Tomo itu tidak lah mudah. Group Kencana adalah nama pemilik Marvell City, sebuah kawasan apartement dan mall yang berada di ujung jalan. “Dia itu investor kelas multinasional,” ungkap Mas Bambang.

Mantan Ketua Pansus Perda Penamaan Jalan DPRD Kota Surabaya Khusnul Khotimah juga mengharapkan pemkot menyiapkan perubahan itu secara matang. Tujuannya, agar tak terjadi polemik seperti tahun sebelumnya.

Sebagian ruas Jalan Gunungsari diubah jadi Jalan Prabu Siliwangi. Jalan Dinoyo diganti jadi Jalan Sunda. Akibatnya, perubahan ini memicu polemik berkepanjangan. Terutama dengan Paguyuban TRIP Jatim yang menilai dua ruas jalan itu bersejarah.

”Pikirkan juga masyarakat yang terkena dampak perubahan. Agar niat baik tidak merugikan warga,” kata Khusnul. Untuk masyarakat yang terkena dampak perubahan nama jalan harus mengganti identitasnya.

Apalagi, Jalan Bung Tomo itu sudah sesuai berada di kawasan Ngagel yang jaraknya juga sangat berdekatan dengan pusara Bung Tomo.

Risma Menolak

Walikota Surabaya Tri Risma Harini (Risma) tidak bergeming meski menerima protes. Menurut dia, pemindahan nama Jalan Bung Tomo itu murni untuk menghormati dan menghargai jasa pahlawan. “Enggak apa-apa ditolak, saya kepingin memberikan penghormatan,” katanya

Walikota Surabaya, Tri Risma Harini

“Karena Jalan Bung Tomo itu terlalu pendek. Kami kan ingin menghargai Bung Tomo,” ujar Risma. Pemkot Surabaya memang berencana mengganti beberapa nama jalan di beberapa titik.

Yang jelas, jangan sampai kemudian ada tudingan, Pemkot Surabaya berupanya menghapus jejak sejarah perjuangan Arek-arek Suroboyo!

“Tampaknya ini dilakukan secara sistemik terstruktur untuk menghilangkan kebanggaan Kota Pahlawan Surabaya,” tegas Bambang.

Editor : Setyanegara

 







Tags: , , ,
banner 468x60