GMNI Bandar Lampung gelar nobar dan diskusi film Hanung “Tanda Tanya”

GMNI Bandar Lampung gelar nobar dan diskusi film Hanung “Tanda Tanya”




ZONASATUNEWS.COM, LAMPUNG–Indonesia identik dengan kata keragaman. Hal tersebut sudah tidak perlu diragukan lagi, mengingat slogan negara kita, Bhineka Tunggal Ika, DPC GMNI Bandar Lampung juga mengakui dan menjaga adanya keragaman dalam tubuh masyarakat kita. Tanda Tanya, film Hanung Bramantyo dipilih untuk memantik diskusi tentang keberagaman bangsa Indonesia yang masih ada nyatanya. Mencoba menggambarkan bagaimana keragaman tersebut terwujud di Indonesia jaman sekarang.

Pratama Nanda Krisna selaku Wakil Ketua, Bidang Hukum dan Politik DPC GMNI Bandar Lampung mengungkapkan diskusi tersebut untuk menambah wawasan keberagaman umat beragama untuk kader GMNI Bandar Lampung, “ Nonton Bareng film Tanda Tanya ini dilanjutkan dengan diskusi oleh kader GMNI. Melalui diskusi ini saya berharap kader dapat memahami arti keberagaman dan toleransi sesama manusia yang masih ada, tergambar lah didalam film tanda tanya tersebut”.




Diskusi yang diadakan di Wisma Marinda DPC GMNI Bandar Lampung ini dihadiri kader-kader yang berasal dari berbagai kampus seperti UNILA, UIN RIL, UTB, UBL dan UTI. Dengan mengaitkan keragaman dengan isu bertahan hidup, Tanda Tanya menyampaikan pesan yang kuat perihal toleransi umat beragama. Dari film tersebut tergambar toleransi adalah menerima sesama seutuhnya sebagai manusia, bukan agamanya saja, etnisnya saja, atau pandangan hidupnya saja. Dengan menerima sesama seutuhnya sebagai manusia, berarti kita juga menghargai hak hidup sesama. Pesan tentang toleransi tersebut semakin kuat apabila dikaitkan dengan dunia yang digambarkan oleh Tanda Tanya.

Selain untuk menanamkan rasa toleransi dan keberagaman, Kader GMNI diharapkan juga tidak terprovokasi ketika ada momentum politik yang memainkan isu-isu agama.

“Melalui film ini juga mengajarkan kepada kader untuk jangan mudah terprovaksi dalam momen-momen politik yang biasanya terjadi di tingkat daerah bahkan nasional. Itu dapat membahayakan keutuhan Bangsa dan Negara Kesatuan Reoublik Indonesia” pangkasnya.

EDITOR : SETYANEGARA

 







banner 468x60