Harga Tembakau Sumenep Anjlok, Pemkab Diminta ‘Turun Tangan’

Harga Tembakau Sumenep Anjlok, Pemkab Diminta ‘Turun Tangan’
Ahmad Suwaifi, Sekretaris Fraksi Partai Gerindra Sumenep




Sumenep, Zonasatu News — Beberapa pekan belakangan, masyarakat Sumenep diresahkan dengan harga tembakau yang terjun sangat tejam (anjlok). Harga tembakau di musim panen tahun ini sangat murah dan sangat merugikan para petani Sumenep. Akibatnya membuat warga Madura mengalami kerugian dalam panennya.

Kondisi ini juga disesalkan oleh Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD Sumenep Ahmad Suwaifi Qayyum, ketika diwawancarai media ini.

Menurut Suwaifi, sudah saatnya pemerintah Kabupaten (pemkab) Sumenep ‘turun tangan’ untuk merespons masalah yang dihadapi oleh petani tembakau ini agar tidak menimbulkan keresahan karena ketidakpastian masa depan hasil bumi petani.

“Perlunya duduk bersama untuk merumuskan sebuah kebijakan yang datang dari pemerintah secara berkisambungan untuk menyelamatkan para petani terkait dengan harga dan juga untuk mendorong produk tembakau Sumenep berdaya saing,” terang Suwaifi ketika diwawancarai di kediamannya, di Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Kamis (5/9).

Dia juga menyoroti harga tembakau jauh lebih rendah daripada modal yang sudah dihabiskan oleh petani. Menurutnya, air yang digunakan untuk menyiram tembakau saja, petani harus beli. Sehingga, harga jual yang rendah tidak cukup untuk menutup modal yang telah dihabiskan petani




“Harga tembakau saat ini belum ideal masih di bawah standart, tidak sesuai, karena biaya operasional yang dikeluarkan oleh petani saat ini sangat mahal, seperti mereka yang dipegunungan, air yang buat nyiram saja mereka beli,” papar Suwaifi.

Oleh sebab itu, lanjutnya, Pemkab sudah saatnya mengeluarkan aturan mengenai standarisasi harga tembakau yang kemudian bisa melibatkan semua pihak yang ada di Sumenep. Sebab, bukan hanya pihak petani yang harus melibatkan diri memperbaiki harga pasar tembakau Sumenep, lebih dari itu ada juga elemen pedagang dan pemerintah.

“Saya rasa sudah saatnya Pemkab Sumenep mengatur standarisasi harga tembakau, dengan melibatkan banyak pihak,” tegas Suwaifi yang baru saja dilantik sebagai anggota DPRD Kota Sumenep.

Selain itu, Ahmad Suwaifi juga menyoroti mengenai penumpukan tembakau di tiap gudang, karena pembelian yang dibatasi tiap hari. Padahal, lanjutnya, sekarang masih awal-awal. Dia menilai hal ini permainan pihak gudang dalam memainkan harga tembakau.

“Yang sangat dikeluhkan lagi pengambilan sampel tembakau, ini sangat merugikan masyarakat. Padahal pada Pasal 9, pengambilan sampel atau contoh dilakukan oleh pembeli secara baik dan benar dengan ketentuan sebesar 1 (satu) kilogram per bal. Apabila transaksi gagal, maka sampel atau contoh yang diambil diserahkan atau dikembalikan secara keseluruhan beserta rontokannya kepada pemiliknya. Fakta yang terjadi di lapangan ini sampai 3 kilo, belum lagi permainan timbangan,” papar Suwaifi.

Bagi warga Sumenep, lanjut Suwaifi, panen tembakau adalah panen yang sangat diharapkan bisa memenuhi kebutuhan sandang dan pangan mereka. Ketika harga tembakau sudah murah, otomatis kebutuhan sandang pangan masyarakat Sumenep menjadi tidak terpenuhi. Bahkan mereka hanya merugi.

“Sudah saatnya pemerintah daerah (Pemkab Sumenep, red.) membuat payung hukum yang specifik mengatur dan melindungi petani,” pungkasnya.

Penulis laporan : Hendrik
Editor : Setyanegara







Tags: , ,
banner 468x60