Hasil Seleksi Balon Kades Bunder Diduga Bocor Sebelum Diumumkan

Hasil Seleksi Balon Kades Bunder Diduga Bocor Sebelum Diumumkan




Liputan : Moekti Wijaya

Editor : Setyanegara 

Gunungkidul, Zonasatu News,–Bamyak kalangan memprediksikan, bahwa pelaksanaan seleksi bakal calon kepala desa Bunder akan berakhir diranah hukum. Pasalnya, selain ada indikasi pembocoran hasil seleksi yang belakangan mencuat dimasyarakat desa Bunder, pihak bakal calon yang dikhabarkan gugur dari proses penyeleksian mulai ancang ancang untuk menggugat pemerintah desa dan panitia pilkades Desa Bunder.

Dikatakan oleh salah seorang pendukung dari salah satu balon Ngadiyat yang berinisial Wid asal padukuhan Widoro, pihaknya sangat menyayangkan terkait bocornya hasil seleksi balon kades sebelum pengumuman resmi.Apalagi rumor yang berkembang balon kades Ngadiyat yang notabene mantan dukuh Widorowetan digugurkan oleh panitia lantaran fotokopi SK pengangkatan tidak dilegalisir.

“Bapak ngadiyat sudah berupaya semaksimal mungkin untuk memperoleh legalisir dari pejabat yang berwenang, tapi pada kenyataannya pak pejabat yang berwenang tidak berkenan menandatangani dengan alasan tidak ada SK aslinya, sehingga berdampak pengabdian saudara Ngadiyat menjadi tidak dihargai”, tegas Wid saat dikonfimasi Zonasatunews, Denen (7/10/ 2019).

Ditambahkan, kalau rumor yang berkembang dimasyarakat nantinya terbukti Ngadiyat tidak lolos seleksi, maka pihaknya juga akan menempuh ranah hukum untuk mencari keadilan. Disoal tekait materi apa saja yang akan dibawa ke jalur hukum, Wid mengaku masih dirahasiakan.

“Maaf saya tidak akan membeberkan materi apa yang nantinya akan kita jadikan bekal untuk menempuh jalur hukum, yang pasti kami sudah mengantongi beberapa bahan yang insyaallah bisa dipertanggungjawabkan secara hukum. Kami juga akan lalui dulu masa sanggahan setelah pengumuman resmi, dengan menyampaikan keberatan kepada tim pengawas pilkades Kecamatan Patuk”, kata Wid.

Sementara Ngadiyat mantan dukuh Widoro Wetan saat dikonfirmasi tidak banyak komentar, dia hanya mengatakan kalau pada akhirnya panitia mengugurkan dirinya, maka akan berupaya untuk mencari keadilan

“Semampu saya, saya akan berupaya untuk mencari keadilan, ini bukan hanya soal penilaian seleksi balon pilkades saja, tapi tentang pengabdian saya sebagai dukuh widorowetan yang tidak diakui, padahal saat purna menjadi dukuh, saya juga diberikan penghargaan oleh Bupati Gunungkidul”, ucapnya.







banner 468x60