HMI Toli-Toli Sukses Kawal Petani Cengkeh Pertahankan Harga

HMI Toli-Toli Sukses Kawal Petani Cengkeh Pertahankan Harga

Tolitoli, Zonasatu News — Ratusan petani cengkeh yang tergabung dalam forum petani cengkeh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Tolitoli menggelar aksi unjuk rasa terkait anjloknya harga cengkeh. Aksi yang digelar pada Senin 15 Juli 2019 dan dimulai sekira pukul 10.30 WITA dengan melakukan konvoi menuju gudang penampungan cengkeh milik PT Prima Tolis di kawasan jalan Wolter Monginsidi Kelurahan Nalu, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli.

Dilaporkan lensaangkasanews.com, saat akan masuk ke kantor PT Prima Tolis yang berdampingan dengan gudang penampungan cengkeh, sempat terjadi kericuhan antara ratusan massa aksi dengan puluhan personel kepolisian. Terjadi dorong-dorongan antara massa dan polisi. Akhirnya massa berhasil merangsek masuk.

Massa aksi yang dipelopori ketua koordinasi forum petani cengkeh Jasmin H Ardi sempat menemui perwakilan PT Prima Tolis dan melakukan negosiasi sebagai bentuk protes mereka terhadap anjloknya harga cengkeh yang merupakan tanaman unggulan di daerah ini.

Pertemuan tersebut berjalan buntu, tidak menemukan titik temu. Massa sempat bergerak menuju gudang penyimpangan cengkeh yang berada di bagian belakang kantor.

Usai mendatangi kantor PT Prima Tolis massa aksi yang sebagian besar datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Tolitoli mendatangi kantor DPRD setempat untuk mengadukan jatuhnya harga cengkeh.Di halaman kantor DPRD masa aksi membakar ban bekas dan melakukan orasi 

Masa aksi di terima wakil ketua DPRD Tolitoli Nursida K Bantilan di dampingi beberapa anggota DPRD Rahmat Razia dari PKB dan Ashar Nasrulah dari PAN.

Di halaman kantor DPRD masa aksi membakar ban bekas dan api sempat membesar.

Masa aksi tetap bertahan di halaman kantor DPRD walaupun wakil ketua dan beberapa anggota DPRD sudah mempersilahkan masuk ke ruangan, namun mereka tetap berorasi di luar gedung.

“Kami mau masuk kalau sudah ada pemerintah yang hadir, sebab kami butuh kepastian harga bukan rekomendasi,” kata mereka.

Saat menggelar aksi, Koordinator Jasmin H Ardi meminta agar mata rantai monopoli cengkeh harus diputus di Tolitoli.

“Karena hal tersebut yang membuat harga cengkeh anjlok dan sudah menyengsarakan rakyat,” ungkap Jasmin Senin (15/7/2019).

Jasmin menambahkan pihaknya meminta keseriusan dan campur tangan Pemkab Tolitoli untuk kembali menggunakan perusahaan Daerah (Perusda) dan bekerjasama dengan Bank Sulteng untuk mengambil alih penjualan cengkeh di daerah ini.

Tak puas dengan pertemuan bersama wakil rakyat di kantor DPRD, ratusan massa aksi langsung bergerak menuju kediaman rumah dinas Bupati Tolitoli hingga malam hari, untuk meminta pernyataan terkait anjloknya harga cengkeh.

Di kediaman rumah dinas Bupati, mereka di terima Bupati Tolitoli H.M Saleh Bantilan di dampingi beberapa organisasi perangkat daerah terkait. Bupati Alek Bantilan, sapaan akrab Bupati Tolitoli, mengatakan besok harga cengkeh akan diusulkan agar bisa di putuskan Rp 100.000/kg.

“Saya besok rapat bersama Forkopimda dan kami akan mengusahakan agar pembelian cengkeh minimal mengikuti harga pasaran yang ada minimal 94 ribu hingga Rp100 ribu,”tandas Bupati Tolitoli Moh saleh Bantilan.

 

Tags: ,
banner 468x60