Jangan Kaget, Di Madura Banyak Orang Meyakini Pilpres Itu Soal Aqidah

Jangan Kaget, Di Madura Banyak Orang Meyakini Pilpres Itu Soal Aqidah

loading…


Penulis Laporan : Budi Puryanto

Zonasatu News–Pekan lalu saya menemui banyak kawan di Madura. Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Termasuk Sumenep Kepulauan. Lho, kok ada Sumenep Kepulauan?

Kabupaten Sumenep ini begitu luasnya. Terdiri dari wilayah daratan dan kepulauan, dengan pulau yang tersebar berjumlah 126 pulau, baru 48 pulau yang berpenghuni. Sisanya 78 merupakan pulau kosong.

Pulau Karamian, pulau terluar dibagian utara berdekatan dengan Kalimantan. Pulau Sakala merupakan pulau terluar di bagian timur yang berdekatan dengan Pulau Sulawesi. Wajar kalau de fakto ada istilah Sumenep Kepulauan.

Yang saya senang saat bertemu dengan kawan-kawan di Madura ini adalah semangatnya. Dalam menyambut tahun politik inipun semangatnya luar biasa. Khususnya bila ditanya soal pemilihan presiden.

Tidak gaul kalau saat-saat sekarang ini tidak bicara politik. Soal aspirasi partai, di Madura juga beragam. Seperti tempat lain. Tapi kalau bicara soal Pilpres, anda akan sedikit kaget. Atau kaget sekali.

Bukan soal pilihannya. Tapi alasannya. Kalau pilihannya, mayoritas akan memilih Prabowo. Dari 10 orang kalau ditanya, 8 atau 9 orang akan memilih Prabowo. Yang menarik itu alasannya.

“Pilpres itu soal aqidah,” jawab seorang Kyai.

Ini mungkin sulit dimengerti. Bagaimana sampai pada kesimpulan bahwa Pilpres itu soal aqidah. Memilih Prabowo merupakan keharusan!

Saya penasaran, apakah masyarakat juga berpikir begitu? Menjawab rasa penasaran, saya mencoba ngobrol dengan beberap orang.

“Saya akan datang ke TPS pak, minta kartu Prabowo”, jawab seorang warga.

Maksudnya, minta surat suara Pilpres untuk pilih Prabowo. Pada pemilu nanti.Beberapa orang saya tanya jawabnya sama.

Saya semakin ingin tahu. Seorang tokoh yang saya temui memberikan penjelasan. Sedikit mengobati rasa penasaran.

Bagi masyarakat Madura, katanya, soal agama memang sangat peka.

Banjir berita soal penistaan agama, persekusi ulama, pembakaran bendera tauhid, dan sejenisnya, pengaruhnya sangat besar kepada masyarakat Madura.

“Jadi, pilihan masyarakat Madura dalam pilpres nanti, akan jadi simbul perlawanan terhadap masalah-masalah itu”, ungkap tokoh itu.

Disini (di Madura), kata tokoh itu, soal Pilpres sudah selesai.

“Kalau hari ini dilaksanakan pemilihan, Prabowo yang menang. Menang mutlak,” tegasnya.

loading…



banner 468x60