Jual Sapi Bantuan, Ketua Poktan Surya Jaya Desa Tarogan Akan dipolisikan

Jual Sapi Bantuan, Ketua Poktan Surya Jaya Desa Tarogan Akan dipolisikan
Foto ilustrasi : ternak sapi




ZONASATUNEWS.COM, SUMENEP, ZonaSatuNews.Com-Kepedulian pemerintah lewat program Bantuan Sapi dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) tahun anggaran 2016 Dinas Peternakan, Kabupaten Sumenep, ke Kelompok Tani (Poktan) “Surya Jaya” Dusun Ares Tengah, Desa Tarogan, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur justru diduga tak dimamfaatkan untuk kesejahteraan anggotanya.

Terbukti, lima tahun setelah bantuan diterima, kini muncul masalah. Sejumlah anggota Poktan yang didata administrasi tercantum penerima, fakta dilapangan tidak demikian.
Berdasarkan penuturan beberapa anggota Poktan kepada sejumlah awak media, bantuan sapi diduga kuat digelapkan.

Pasalnya, bantuan sapi tersebut, diduga di gelapkan.

“Saya tidak pernah menerima bantuan sapi itu, sapinya sekarang sudah tidak ada,” kata H (inisial) salah satu anggota Kelompok Poktan Surya Jaya, sebagaimana dilansir TransMadura.Com, 3 Juli 2020.

Pihaknya tetap mendesak Ketua Poktan memberikan sapi kepada yang berhak. Yakni, semua anggota kelompok. Hal itu sesuai dengan ketentuan juknis program hibah sapi ini.

Masih menurut H, karena banyak anggota Poktan Surya Jaya tak terima mendapat perlakuan sepihak, dalam waktu dekat berencana ngambil langkah tegas.

“Kami akan tempuh jalur hukum. Kemungkinan lapor ke Polda Jatim atau cukup di Polres Sumenep. Masih tahap rembukan soal teknis pelaporan kami,”ujarnya geram.

I (inisial) anggota poktan lainnya menambahkan, dirinya tidak dapat bantuan. Namanya hanya dicatut untuk kepentingan program tersebut. Padahal, kelompoknya mendapat bantuan 16 ekor sapi.

“Kelompok saya pernah dapat bantuan sapi 16 ekor tahun 2016, sapinya ada pada ketua semua,” ungkap dia, masih seperti yang dimuat TransMadura.Com.

Berdasarkan penuturan anggota lainnya, ada yang pernah dapat sapi. Tapi sapi tersebut oleh ketua kelompok tidak disebutkan bahwa bantuan.

“Saya bukan dapat bantuan, tapi sapi itu hanya merawat bagi hasil, itu yang disampaikan ketua kelompok kepada saya,” ungkap dia menjelaskan.

Menurutnya, anggota kelompok merawat sapi hanya tiga bulan. Kuat dugaan, sapi dijual oleh ketua kelompok dan hasilnya yang merawat dapat uang lelah Rp 300 ribu.

Karena terjadi dugaan penggelapan itulah, beberapa anggota Poktan Surya Jaya bersepakat membawa persoalan ini ke ranah hukum. Dengan tujuan, agar tidak timbul fitnah. Sebab, proses hukum yang bisa membuktikan terjadi tidaknya pelanggaran hukum.

Terpisah, Ketua Kelompok Surya Jaya, Desa Tarogan, Syaiful Bahri, enggan berkomentar dan terkesan menghindar. “Kalau soal itu saya tidak mau berkomentar, silahkan tanya ke kelompoknya,” ucapnya kala itu. (To)

EDITOR : SETYANEGARA







Tags: ,
banner 468x60