Jumlah Kasus Covid Di Ngawi Jadi 96, Suami Isteri Di Jenggrik Tertular Ibunya

Jumlah Kasus Covid Di Ngawi Jadi 96, Suami Isteri Di Jenggrik Tertular Ibunya
DPD Golkar Ngawi memberikan bantuan beras, susu, roti, gula, dan minyak, serta masker sebagai upaya untuk meringankan beban masyarakat akibat wabah Covid-19




ZONASATUNEWS.COM, NGAWI-– Hingga hari ini jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Ngawi telah mencapai angka 96. Kasus terbaru menyebar di wilayah Kecamatan Kedunggalar, Ngawi, Ngrambe, dan Walikukun. 

Kasus ke 92 dan 93 warga Sidowayah,Jenggrik yang juga merupakan suami isteri. Mereka berdua tertular ibunya, Wiwik Haryanti, yang kini telah dirawat di RS Madiun.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wiwik yang juga anggota DPRD Ngawi dari Fraksi PDIP itu tertular Covid-19 setelah bersalaman dengan saudaranya yang datang dari Surabaya. Mereka bertemu di Desa Kawu, karena sama-sama sedang takziah keluarganya yang meninggal. 

Setelah dilakukan tracking dengan test swab seluruh keluarga Wiwik di Desa Jenggrik, anaknya (Indri Nurita Hapsari) dan menantunya (Arvika Rastra) positip tertular Covid-19. Sementara suaminya (Parni, Kades Jenggrik) dan keluarga lainnya dinyatakan negatif.

Sekolah siap-siap tatap muka?

Beredar kabar sekolah di Ngawi khususnya tingkat SMA akan segera masuk untuk tatap muka. Hal ini mengacu pada surat pernyataan yang diedarkan sekolah kepada orangtua siswa. 

Salah satu orangtua siswa mengaku kepada ZONASATUNEWS.COM. Dia menyebut disuruh membuat surat pernyataan berisi dua pilihan. Mengijinkan atau tidak mengijinkan anaknya mengikuti sistem tatap muka. Dia mengaku mengijinkan. Meskipun dengan berat hati.

“Ya bagaiman pak, maunya saya tidak mengjinkan. Cuma saya khawatir kalau yang lain mengijinkan, kan berarti anak saya sendiri yang tidak ikut,” katanya, yang minta namanya tidak ditulis.

Dia juga mengaku aneh dari draft yang disodorkan sekolah itu. 

“Segala resiko bila terjadi wabah atau penularan pada anak harus ditanggung orangtua. Ini kan namanya sekolah tidak mau bertanggung-jawab. Mau cuci tangan,” jelasnya.

Mestinya, katanya lanjut, dalam situasi pandemi seperti saat ini, jangan ambil resiko dulu. “Ya apa boleh buat, sekolah mau ndak mau ya libur dulu sampai situasi aman. Ya sekolah online dulu meskipun itu berat bagi orangtua,” paparnya mengakhiri.

EDITOR : SETYANEGARA

 

 

 

 







Tags: ,
banner 468x60