Kecewa, Tokoh Masyarakat Talango Sumenep Desak Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan

Kecewa, Tokoh Masyarakat Talango Sumenep Desak Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan
Kantor Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur




ZONASATUNEWS.COM, SUMENEP-Abdurrahman, salah satu tokoh masyarakat Desa/Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mengaku kecewa dengan kinerja aparat kepolisian dibawah naungan Polres Sumenep.

Amang panggilan akrab Abdurrahahman mengungkapkan, penyebab kekesalannya itu terjadi pada Kamis 20 Februari 2020. Yakni, kasus dugaan penganiayaan yang menimpa kedua keponakannya mandek di Polsek Talango, Kabupaten Sumenep.

Kasus dugaan pemukulan dengan tangan kosong itu menimpa Moh. Sholihin asal Desa Desa Talango, Kab. Sumenep dan Satrio Joko Sadewo warga Kabupaten Lumajang.

Peristiwa itu beber Amang, terjadi Rabu 18 September 2019. Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Dusun Pasar Daya, Desa Talango. Keduanya mengaku dikeroyok pria berinisial R dan kawannya. Akibat peristiwa itu, pelapor memar di pelipis mata kanan bagian bawah.




KECEWA POLISI: Abdurrahman, tokoh masyarakat Desa Talango, Kecamatan Talango menunjukkan tanda penerimaan bukti laporan oleh dua ponakannya dari Polsek Talango, Kamis 20 Februari 2020 saat ditemui di rumahnya di Kota Sumenep./RIFKY RAYA.

Masih menurut penuturan Amang, usai kerabatnya itu mengalami penganiayaan, langsung melapor ke Polsek Talango.

“Sayangnya, meski resmi melapor, para pelaku tak kunjung ditangkap. Kami kecewa kinerja polisi. Lamban usut kasus,”ucapnya dengan nada tinggi.

Bahkan, yang bikin Amang kesal malah kini kedua pelapor itu ditahan pihak Polsek Kalianget. Penyebabnya, dua pria yang melaporkan R dan kawannya di Polsek Talango ini bertemu kebetulan dengan terlapor.

Kedua belah pihak ini bertemu di pelabuhan menuju Pulau Poteran di sisi Kalianget. Informasinya, saat itu cekcok mulut berujung pertengkaran. Karena ada terlapor di Polsek Talango negur saat berpapasan dengan pelapor di pelabuhan.

“Katanya mereka melaporkan keponakan saya ke Polsek Kalianget. Anehnya, Polsek Kalianget langsung menahan dua kerabat saya itu. Padahal, laporan kami di Polsek Talango belum tuntas. Pelapor di Polsek Kalianget itu terlapor di Polsek Talango. Lebih dulu kami melapor malah,”ujarnya seraya heran.

Selain itu, papar pria berbadan tegap ini, awalnya sempat diupayakan berdamai. Sebelum perdamaian dimediasi, malah pihak keluarga Amang ditahan.

“Selain itu, kami mintak polisi tangkap pula pelaku yang kami laporkan di Polsek Talango. Kenapa polisi tebang pilih,”sergahnya.

Atas ketidak adilan yang menimpa dua kerabatnya itu, Anang akan mengadukan kinerja kepolisian. Mulai ke Propam Mabes Polri, Kompolnas, dan Komisi III DPR RI.

“Kami ingin mempertanyakan tebang pilih penegakan hukum oleh jajaran Polres Sumenep itu,”ucap dia.

Sebab, secara laporan lebih dulu pihak Anang. Kemudian, pertengkaran dua bela pihak di pelabuhan Kalianget efek lambannya pengusutan perkara di Polsek Talango.

“Silahkan tangkap pula. Jangan ada permainan ngusut perkara. Kami butuh keadilan,”paparnya lagi.

Amang mengharapkan, Kapolres Sumenep mengontrol kinerja jajarannya. Sehingga tidak ada masyarakat pencari keadilan yang dikorbankan.







Tags: ,
banner 468x60