Kelabuhi” Warganya Penerima Bantuan JPS Jatim, Pemdes berdalih Sudah di berikan Ke Istrinya

Kelabuhi” Warganya Penerima Bantuan JPS Jatim, Pemdes berdalih Sudah di berikan Ke Istrinya




ZONASATUNEWS.COM, SUMENEP--Semenjak virus Corona melanda Negeri kita Indonesia, begitu banyak pemerintah menyalurkan bantuan sosial (Bansos) dalam penanganan Covid-19, mulai dari pemerintah pusat, provinsi hingga tingkat Desa.

Namun hal yang lumrah selalu terjali dalam proses penyaluran Bansos tersebut, baik bansos jenis BST, BLT, JPS (Jaring Pengaman Sosial) Provinsi dan BLT DD. Bahkan transparansi penerima bansos tersebut banyak yang sengaja ditutup-tutupi.

Terbukti ada modus baru yang dilakukan oleh salah satu oknum Pemerintah Desa (Pemdes) di Kecamatan Ganding, mereka diduga mengelabuhi warganya dengan memberikan informasi sesat kepada warganya.

Seperti pengakuan salah satu warga di Kecamatan Ganding, inisial HN, mengatakan bahwa dirinya hanya dikasih surat undangan yang berlogo Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Sumenep dan Bank BPRS Bhakti Sumekar, yang diketahui merupakan undangan JPS Provinsi Jatim untuk penanganan Covid-19.

“Sekitar 3 bulan yang lalu saya dikasih undangan ini oleh aparat Desa. Kemudian aparat Desa menyampaikan bahwa untuk pencairan bantuan nunggu informasi selanjutnya,” katanya sambil menunjukkan surat undanganya kepada media ini. Kamis (01/10/2020).




Lebih lanjut, HN menjelaskan, ditunggu dan ditunggu oknum aparat Desa itu tidak kunjung memberikan informasi kapan pencairan bantuan dari Provinsi Jatim itu.

“Karena tidak kunjung ada informasi yang jelas dari Pemerintah Desa. Akhirnya saya memberanikan diri kemarin (Rabu, 30/09/2020) pergi langsung ke Batang BPRS Bhakti Sumekar sebagai Bank penyalur bantuan ini. Alhasil ternyata pihak BPRS mengatakan bahwa undangan yang saya sudah expired (kadaluarsa) dan bantuan itu tidak bisa dicairkan,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Dia juga menyampaikan, jelas undangan itu expired karena di undangan itu ada periodesasi-nya. Yakni; Bulan Mei, Juni dan Juli 2020.

“Saya memang sudah menyadari bahwa undangan ini tidak akan berfungsi lagi melihat bulan pencairan di undangan ini. Tapi untuk memastikan saya cek langsung ke Bank BPRS Bhakti Sumekar, dan tenyata betul sudah expired dan undanganya tidak berlaku bahkan dikatakan dananya sudah hangus karena sudah dikembalikan,” jelasnya pula.

Bahkan dirinya mengatakan, bahwa menduga oknom perangkat Desa di Kecamatan Ganding itu sengaja memberikan informasi sesat agar warganya tidak mengambil bantuan JPS dari Provinsi Jatim melalui Dinsos Sumenep yang disalurkan melalui Bank BPRS Bhakti Sumekar.

“Saya sangat kecewa dan bahkan mealrasa sangat malu ketika dibilang oleh petugas Bank BPRS kenapa baru sekarang mau diambil bantuannya padahal sudah tanggal 31 Juli 2020 hari terakhir pencairan. Saya kan dikira tidak tahu baca padahal saya kan mengikuti informasi dari aparat desa saya, yang ternyata informasi tidak jelas,” tukasnya.

Sementara itu, Media ini mencoba klarifikasi ke saah satu Kepala Desa di Kecamatan Ganding, inisial ZI mengatakan, baahwa undangannya memang sudah dikasih sama istri penerima.

“Undanganya sudah dikasih sama istrinya, tapi kalau saol informasi kapan pencairannya sudah dikasih tahu apa belum oleh aparat saya tunggu dulu ya, saya hubungi perangkat saya,” ujarnya lewat sambungan teleponnya. Kamis (01/10).

EDITOR : SETYANEGARA







banner 468x60