Kepala Kemenag sebut tidak ada setoran 129 juta, M Soleh : Demi Allah saya serahkan uang itu ke pak Anang

Kepala Kemenag sebut tidak ada setoran 129 juta, M Soleh : Demi Allah saya serahkan uang itu ke pak Anang
Drs Zaenal Arifin, Mpd.I, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Ngawi-Jawa Timur




ZONASATUNEWS.COM, NGAWI–Menanggapi maraknya isu pemotongan dana bantuan BOP untuk TPA/TPQ di Kabupaten Ngawi, Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Ngawi Drs Zaenal Arifin, MPd.I membantahnya.

“Kemenag tidak ada pemotongan dana BOP dan sudah saya tekankan baik lewat sosialisasi dan surat resmi, kata Zaenal Arifin kepada ZONASATUNEWS.COM via pesan pendek WA, Minggu (10/1/2021).

Demikian juga terkait isu pemberian dana sebesar Rp 129 juta yang diterima staf Pontren Kemenag. Seperti diberitakan media ini sebelumnya staf Kemenag menerima uang sebesar Rp 129 juta diduga berasal dari pemotongan atau pungli lembaga TPA/TPQ penerima bantuan.

Uang itu disetor oleh Koordinator Kecamatan Forum Komunikasi Pendidikan Alquran (FKPQ) Kecamatan Pangkur Muhammad Soleh kepada staf Kemenag.

“Pemberian dana 129 juta ke staf pontren setelah saya klarifikasi ke ybs. Ternyata tidak. Dan ybs. Juga sudah membuat surat perntaan tertulis,” ungkap Zaenal.

Sementara itu saat media ini menanyakan kepada Muhammad Soleh via saluran telephon, pihaknya bersumpah telah memberikan dana seperti tersebut diatas kepada staf Kemenag (Anang).

“Demi Allah saya telah menyerahkan uang itu kepada Pak Anang dirumahnya, di Kasreman,” kata Muh.Soleh kepada ZONASATUNEWS.COM, Minggu (10/1/2021).

Soleh menjelaskan uang itu diserahkan pada bulan November 2020. Uang itu dimasukkan dalam tas, diserahkan di ruang tamu rumah Anang. Lalu oleh Anang tas itu dibawa masuk ke kamarnya.

Soleh juga menerangkan bahwa uang sebesar Rp 129 juta itu berasal dari 43 lembaga TPA/TPQ di Kecamatan Pangkur. Tiap lembaga menyetor Rp 3 juta.

Di pingpong

Soleh juga menceritakan, sebelumnya uang itu akan diserahkan kepada pengurus FKPQ tingkat kabupaten. Namun dia tidak tahu alasannya, saat bertemu pihak pengurus FKPQ tidak mau menerima. Justru dia dipingpong. Soleh diminta menyerahkan kepada seseorang yang ditunjuk oleh pengurus FKPQ.

Dia menemui orang yang disebut pengurus FPKQ tersebut. Ternyata orang Sragen.

“Saya bertemu di restoran depan STKIP Modern. Ternata dia orang Sragen. Setelah ngomong-omong banyak, akhirnya orang itu juga tidak mau menerima uangnya. Kesal saya akhirnya uang saya bawa pulang lagi,” ungkapnya.

Lalu terpikir olehnya untuk menyerahkan kepada Anang, staf Kemenag Ngawi yang mengurusi program itu, khususnya untuk zona Ngawi timur. Untuk 2 zona lainnya, kata Soleh, diurus oleh orang berbeda.

Setelah mengontak dan janjian, dia membawa uang tersebut kerumah Anang di Kasreman.

“Yang membuat saya kesal, Pak Anang tidak mengakui telah menerima uang itu. Jastru dia mengaku hanya menerima Rp 200 ribu dari saya. Lalu keorang lain lagi mengaku hanya menerima Rp 1 juta,” ungkap Soleh.

Rumah Soleh digedor-gedor orang

Soleh juga menceritakan kejadian tidak menyenangkan yang menimpa dirinya.Pada hari Kamis (7/1/2021) saat menjelang Maghrib rumahnya digedor-gedor orang tak dikenal. Saat itu rumahnya memang ditutup. Tapi Soleh dan isterinya ada dirumah.

Tiba-tiba ada orang yang menggedor-gedor pintu rumahnya secara tidak sopan. Menurut pengakuan Soleh terdengan suara perempuan, tapi dia tidak tahu siapa orang itu, dan untuk keperluan apa. Soleh tidak menemui orang itu. Pintu tetap dalam keadaan ditutup.

Dia sempat menghubungi polisi Polsek Pangkur atas kejadian yang tidak menyenangkan tersebut. Khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Dia sengaja tidak membuka pintu rumahnya. Karena kesal dan sedikit trauma. Pasalnya, ada kejadian beberapa hari sebelumnya yang membuat dia dan isterinya kesal dan jengkel.

“Sekitar hari Rabu (6/1/2021) ada 9 orang mendatangi rumahnya. Mereka, kata Soleh menanyakan dana pungutan dari TPA/TPQ. Sudah dijelaskan olehnya, bahwaa uang itu sudah diserahkan kepada Anang.Tapi mereka tidak percaya. Bahkan ada yang berbicara kasar,” kata Soleh.

Masih dihari itu, Kamis (7/1/2021) setelah sholat maghrib Soleh menerima telepon dari Anang, yang menyatakan ada surat dari Kemenag di taruh dipintu rumahnya. Setelah dibuka isinya undangan untuk hadir pada hari Jumat (8/1/2021).

Kepala Kantor Kemenag Zaenal Arifin kepada media ini membenarkan adanya surat panggilan tersebut.

“Soleh dipanggil oleh kasi pontren hari jum.at kemaren. Ternyata tdk hadir,” kata Zaenal menerangkan via pesan singkat WA.

Soleh juga mengakui tidak bisa hadir karena masih konsentrasi menghadapi ujian kuliahnya..(**)

EDITOR : SETYANEGARA

BERITA TERKAIT :







banner 468x60