Kiai NU Apresiasi Langkah Densus 88 Polri Gandeng Dai dan Khatib Untuk Melawan Gerakan Radikal dan Intoleran

Kiai NU Apresiasi Langkah Densus 88 Polri Gandeng Dai dan Khatib Untuk Melawan Gerakan Radikal dan Intoleran




ZONASATUNEWS.COM, PAMEKASAN – Para kiai atau tokoh Nahdlatul Ulama (NU) mengapresiasi langkah Direktorat pencegahan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menggandeng para dai dan khatib untuk melawan kelompok radikal dan intoleran.

Di Madura, kegiatan silaturrahmi dai dan khatib dalam rangka penguatan Islam Wasathiyah untuk Indonesia damai itu telah berlangsung di Sumenep dan Pamekasan.

Dr. KH. Kholilurrahman, S.H, M.Si salah satu tokoh NU di Pamekasan mengapresiasi kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Wihana Bima Praja Pemkab Pamekasan Sabtu, 18 Juni 2022 itu.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Matsaratul Huda, Penempaan, Pamekasan yang juga nara sumber kegiatan itu mengapresiasi pembinaan Dai dan Khatib untuk mewujudkan Indonesia dan Pamekasan damai.

“Merasa bahagia atas kegiatan pembinaan khatib ini, karena kegiatan tersebut membuktikan bahwa Densus 88 Antiteror selain melakukan penindakan tapi juga memiliki misi untuk menyatukan umat,” kata mantan Bupati Pamekasan ini.

Tokoh NU yang akrab dipanggil Kiai Kholil itu menambahkan, dalam Al-Qur’an disebutkan, karakter Islam itu berpihak pada kebenaran, bukan kepada kebatilan.

Selain itu, lanjut Kiai Kholil, Al-Quran mengajarkan penghakiman orang kafir atau tidak itu dilakukan akhirat bukan di dunia, manusia tidak memiliki hak untuk menghakimi.

Menyarankan kepada para dai khatib untuk berkomunikasi dengan orang yang berbeda agama carilah kata yang baik sehingga tidak menyakiti

“Jika berdakwah menimbulkan pertengkaran maka pendakwah tersebut membuat fitnah maka yang menimbulkan fitnah akan mendapat laknat,” jelas mantan anggota DPRD Jatim dan DPR RI ini.

Dia mengajak kepada seluruh dai dan khatib peserta kegiatan pembinaan agar dalam berdakwah haruslah membawa kesejukan dan tidak menimbulkan pertengkaran.

Sementara, KH. Dr. Nawawi Thabrani, M. Hi salah satu Kiai NU asal Situbondo menyampaikan Islam harus wasathiyah.

Sehingga tidak memihak kepada kelompok Kanan ataupun kelompok manapun sehingga tidak menimbulkan perpecahan.

Kelompok radikal dan intoleran masuk ke Indonesia memiliki tujuan untuk memecah belah umat.

“Banyak contoh negara dikuasai oleh kelompok wahabi, maka negara tersebut akan hancur karena perang saudara seperti di Suriah dan beberapa negara lainnya,” terang Pengasuh Pondok Pesantren Al-Azhar Asembagus Situbondo ini memberi contoh saat jadi nara sumber.

Pengurus MUI Jatim ini menambahkan, saat ini kelompok salafi wahabi melakukan pergerakan yang sangat masif. Terutama melalui dakwah di media sosial untuk menarik minat umat.

“Di era digital ini harus mulai aktif juga di media social, untuk upaya menandingi kelompok radikal dan intoleran,” ajak Kiai yang kini jadi Syuriah PCNU Situbondo ini.

Pihaknya mengajak para khatib untuk ikut serta dalam memerangi paham intoleransi dan radikalisme di seluruh Madura, agar Madura tidak terpecah belah.

Febri Ramadhani mantan Deportan ISIS menceritakan pengalaman pridadinya saat mulai terpapar paham radikal hingga keperjalanan saat bergabung dengan kelompok ISIS.

Selama ini apa yang digambarkan di media sosial tentang kebaikan ISIS itu semua palsu karena kenyataanya benar benar terbalik.

“Awal terpapar karena ibu kandung dan keluarga besarnya melakukan perjalanan ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS sehingga juga ikut bergabung ke Suriah,” katanya bercerita.

Awal mula keluarganya terpapar paham radikal melalui media sosial yang dimana saat itu ISIS sedang naik daun dan menjanjikan kejayaan dibawah naungan Khilafah.

Media memiliki potensi kerawanan yang tinggi dalam hal penyebaran paham radikal, untun itu khatib harus mulai melakukan perlawanan juga di media sosial,” katanya dihadapan peserta.

Kegiatan silaturrahmi dai dan khatib ini terselenggara kerjasama Direktorat pencegahan Densus 88 Antiteror Mabes Polri, Kemendagri, Kemenag dan ormas keagamaan. (Yan)

EDITOR: REYNA







banner 468x60