Menguak Misteri Pertapaan Samber Nyawa

Menguak Misteri Pertapaan Samber Nyawa

loading…


Penulis : Moekti Cakra Wijaya
Yogyakarta,zonasatunews– 13 September 2018. Sang fajar kembali menyingsing menyambut datang pagi di puncak Gunung Gambar, belaian lembut hembusan angin menebarkan bias dingin yang kadangkala membikin bulu kuduk merinding. Sementara kicau burung bersahutan silih berganti terdengar diantara jengkal langkah sang penulis ketika melakukan pendakian.

Lokasi Gunung Gambar terletak di padukuhan Gempol,Desa Jurang Jero, Kecamatan Ngawen Kabupaten Gunungkidul. Konon di lokasi tersebut diyakini, dulunya sebagai pertapaan salah seorang pangeran bernama Raden Mas Said putra dari Amangkurat IV. Menurut berita yang tersiar secara ririn tumurun, Raden Mas Said juga ahli dibidang strategi perang, Gunung Gambar selain digunakan untuk bertapa, juga dijadikan tempat untuk menyusun strategi perang melawan penjajah Belanda. Raden Mas Said juga dikenal sebagai sosok panglima perang yang disegani dan ditakuti oleh musuh musuhnya lantaran kesaktiannya yang tak bisa tertandingi. Dia juga dijuluki Sang Penyebar Maut atau lebih dikenal dengan sebutan Pangeran Samber Nyawa.

Raden Mas Sahid adalah pendiri Praja Mangkunegaran dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Mangkunegara I. Mangkunegaran merupakan wilayah sempalan dari Kasunanan Surakarta. Berdirinya Praja Mangkunegaran mendasar pada perjanjian Salatiga pada 17 Maret 1957, sebagai upaya atas perlawanan Raden Mas Sahid terhadap Pakubuwana III, seorang penguasa Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang sebelumnya sudah terpecah akibat perjanjian Giyanti.

Menurut penuturan Mbah Wongso sesepuh yang tinggal diareal petilasan Samber Nyawa. Pertapaan Raden Sahid tidak pernah sepi oleh pengunjung dari berbagai daerah, rata rata dari mereka yang datang untuk ngalab berkah untuk kesuksesan karir. Dikatakan pula,tidak sedikit para pejabat dari berbagai daerah menyempatkan diri untuk lelaku ritual.”petilasan Gunung Gambar ini selalu ramai pengunjung yang berasal dari luar yogyakarta,keperluan mereka beragam,tapi yang banyak adalah para pejabat”,ungkap Mbah Wongso.

Disela perbincangan penulis dengan Mbah Wongso tampak seorang pengunjung tengah khidmad, mulutnya komat komit seolah lantumkan doa, disertai nyala kepulan asap kemenyan diantara tebaran wangi ribuan kembang. Aroma mistis tergurat tegas menyengat penciuman. Fenomena itu mengisyaratkan bahwa di puncak Gunung Gambar jelas sebagai saksi bisu, bahwa dahulu kala Sang Pangeran Samber Nyawa adalah sosok kasatria yang tangguh dan pilih tanding, gigih bela negara demi mengusir kolonial Belanda dari Bumi Pertiwi.(referensi, ragam budaya dan cagar budaya GK).

loading…


loading…



banner 468x60