Misteri : Tabir di Balik Penampakan Pulung Gantung Di Gunungkidul

Misteri : Tabir di Balik Penampakan Pulung Gantung Di Gunungkidul

loading…


Foto Ilustrasi

Laporan : Moekti Cakra Wijaya

Yogyakarta, Zonasatunew–14 september 2018. Tidak seperti biasanya malam itu suasana kampung Pakel, Planjang Saptosari terasa sepi. Rumah penduduk kampung sudah tertutup rapat, padahal waktu baru menunjukkan pukul 21.00. Sepertinya warga setempat sudah terlelap dan sibuk mengurai mimpi mimpinya. Namun tidak dengan sosok renta bernama Yatmo (84) tahun Justru dia merasakan fenomena lain di malam itu, perasaan gelisah senantiasa memicu detak jantungnya lebih keras.

Dengan langkah gontai Mbah Yatmo perlahan menyeruak keluar rumah. Sejenak wajahnya merunduk kebawah, seperti tengah lantumkan doa doa kejawen. Dinginnya hembusan angin malam rupanya tidak mampu menggoyahkan tubuh kakek tua. Sesekali terdengar lenguhan nafasnya begitu berat, diantara lolongan anjing dan lengkingan burung hantu. Sungguh malam itu di kampung Pakel dirasakan begitu mencekam.

Perlahan mbah Yatmo menengadahkan wajahnya ke barat sorot matanya menatap tajam keangkasa. Sontag pandangan seorang tua itu menangkap cahaya merah api bergulung gulung melayang diangkasa.

“Pulung gantung datang lagi, siapa yang akan dijadikan korban”, suara mbah Yatmo lirih penuh kekhawatiran.

Rasa penasaran sosok renta itu tenyata terjawab. Keesokan harinya warga setempat digegerkan dengan penemuan mayat yang menggantung di sebuah pohon.

Menurut mbah Yatmo setiap ada kejadian orang gantung diri selalu diawali dengan penampakan cahaya api dilangit, dimana arah jatuhnya cahaya tersebut disitulah akan terjadi korban gantung diri.

“Saya lihat pungnya itu api menyala terbang bentuknya seperti gayung untuk mandi”, tegas mbah Yatmo.

Kasus serupa juga terjadi di padukuhan Pulegundes 2, RT. 02 RW 10 Desa Sidoharjo Tepus Gunungkidul.

Sarno (55) pada 7 september 2018, hari itu pamit sama keluarganya untuk mencari pakan ternak di hutan. Namun hingga hari menjelang senja, Sarno pun tidak kunjung pulang ke rumah. Dengan dibantu warga,keluarganya pun melakukan pencarian menyisir pinggiran hutan. Namun naas Sarno ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Jasadnya menggantung disebatang pohon hutan gunung jo’o, sekitar 2 km meter jarak dari rumahnya.

Disisi lain kejadian serupa juga menimpa warga padukuhan Payak ,Sumbergiri Ponjong. Anjar Prasetya (35).Jasadnya juga ditemukan gantung diri di pohon mangga sekitar pukul 05 pagi oleh Satiyem (70). Sabtu (8/9/2018) warga padukuhan Karang Lor Desa Bejiharjo Karangmojo juga dihebohkan kasus Parto Rejo yang tewas gantung diri di kamar mandi.

Selama ini mitos Pulung Gantung sangat diyakini oleh hampir mayoritas masyarakat Jawa.Dimana pulung gantung oleh sebagian orang dipercaya sebagai sumber malapetaka, yang harus dihindarinya. Terkadang banyak hal yang dilakukan masyarakat Jawa untuk mengusir keberadaan pulung gantung, semacam melakukan ritual khusus, juga tabuh gamelan dari alat alat dapur. Namun sampai sejauh ini, keberadaan pulung gantung masih misteri, dan juga menjadi perdebatan di kalangan masyarakat, khususnya kalangan agamis dan akademis.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun penulis dari Lembaga Inti Mata Jiwa (IMASI) sebuah organisasi yang membidangi Kesehatan Jiwa dan Upaya Pencegahan Bunuh Diri. Wilayah Kabupaten Gunungkidul pada Tahun 2015 kasus meninggal akibat bunuh diri (hanging) ada 31 orang, tahu 2016 sejumlah 30 orang, sedangkan di tahun 2017 ada 25 orang yang menjadi korban gantung diri.

loading…


loading…



Tags: , ,
banner 468x60