Musrenbang Diduga Ngawur, Warga Kelurahan Sukorame Minta Fungsi Sungai Resapan Air Hujan Dikembalikan

Musrenbang Diduga Ngawur, Warga Kelurahan Sukorame Minta Fungsi Sungai Resapan Air Hujan Dikembalikan
Pohon - pohon yang ditebangi, akarnya dibiarkan begitu saja.




ZONASATUNEWS.COM, KOTA KEDIRI–Diduga perencanaan Musrenbang Kelurahan Mojoroto terkesan asal – asalan, warga Rt/Rw :01/01 Kelurahan Sukorame Kecamatan Mojoroto Kota Kediri dibuat resah setelah salah satu sungai di dekat lapangan Mojoroto yang sungai tersebut biasanya digunakan untuk membuang air limbah rumah tangga dan menjadi sungai resapan air hujan tiba-tiba diduga diuruk dengan tanpa ada koordinasi dengan pihak warga setempat.

Pohon – pohon yang ditebangi, akarnya dibiarkan begitu saja.




Tokoh warga yang juga Ketua Rt/Rw : 01/01 Kelurahan Sukorame, Bambang Supriatmani. “Mengatakan saya lahir disini jadi setahu saya itu dulu adalah sungai yang menjadi batas wilayah antara kelurahan Mojoroto dengan Kelurahan Sukorame, sungai kecil tersebut berfungsi menjadi pembuangan air limbah rumah tangga dan menjadi sungai resapan air hujan, kami punya peta lokasi bila diperlukan akan kami tunjukkan,” kata Bambang.

Dulu saluran sungai tersebut yang dari selatan ada saluran nya tapi sungai tersebut ditutup dengan bangunan ruko yang dibangun berjejer didepan lapangan Mojoroto. Dan yang sebelah utara dulu juga ada saluran menuju ke timur, tapi kelihatannya juga sudah ditutup. Dimana akhirnya tempat kami bila hujan deras selalu menjadi langganan banjir meski tidak lama. Kalau sungai yang itu akhirnya ditutup begini bisa juga nantinya bila hujan sebentar saja satu RT kebanjiran.

Iwan Supriatmoko dan warga menunjukkan aliran sungai yang diuruk .

“Kami akan menggalang tanda tangan seluruh warga yang intinya dengan tegas meminta kepada Walikota Kediri agar mengembalikan fungsi aliran sungai kembali agar RT kami tidak menjadi langganan banjir ketika hujan,ng” ungkap Bambang.

Sementara itu Kepala Kelurahan Mojoroto, Ahmad Khoharudin. Saat dihubungi “Mengatakan bahwa hal tersebut merupakan usulan warga dalam musrenbang tahun kemarin dan akan di fungsikan untuk jogging track yang bisa digunakan bersama, terkait permasalahan yang muncul saat ini kami terus mengadakan beberapa mediasi dengan melibatkan beberapa Instansi terkait,” ujarnya.

Ketua RT/RW : 01/01 Kelurahan Sukorame, Bambang Supriatmani. “Saat ditemui dirumahnya.

Perihal pengurukan sungai tersebut juga menjadi sorotan tajam dari aktifis pemerhati lingkungan, Iwan Prihatmoko mengatakan, seharusnya hal tersebut tidak bisa dibiarkan, mengingat sungai tersebut sangat dibutuhkan warga sekitar untuk saluran air limbah rumah tangga dan menjadi sungai resapan air hujan agar tidak terjadi banjir.

“Dulu sebelah selatan aliran sungai ditutup dengan dibangunkan ruko dimana kami juga meragukan apakah ruko yang tersebut sudah ada ijin mendirikan bangunan (IMB) kalau belum kenapa hal tersebut dibiarkan saja,” papar Iwan.

Sejak ditutup dibagian selatan dan utara otomatis setiap hujan agak lama pasti terjadi banjir di jalan raya maupun disekitarnya. Kalau sungai ditutup total bila hujan sebentar saja pasti akan banjir berhari-hari.

“Terus saluran air limbah rumah tangga warga Rt/Rw : 01/01 Kelurahan Sukorame akan dibuang kemana bila tidak ada saluran pembuangan air. Bisa dilihat juga banyak pohon – pohon besar dipinggir sungai yang ditebangi terus diangkut pakai kendaraan truk, terus itu kayunya itu dijual atau dibuang kemana ?” tanya Iwan.

“Kalau sungai tersebut diuruk tanpa ada ijin AMDAL kami minta aparat penegak hukum secepatnya bertindak, kami minta Walikota secepatnya dengan mengembalikan fungsi sungai tersebut seperti semula karena sungai itu sangat dibutuhkan warga,: pungkas Iwan.(Bang Roy)

EDITOR : REYNA







banner 468x60