Pejuang Lingkungan korban persekusi, Nazibuloh, diputus bebas oleh PN Karawang

Pejuang Lingkungan korban persekusi, Nazibuloh, diputus bebas oleh PN Karawang
Advokat Senopati yang mendampingi Nazibuloh




ZONASATUNEWS.COM, Karawang–Nazibuloh Bin Karsam diputus bebas oleh Majelis hakim yang menangani perkara dakwaan pidana lingkungan. Dalam perkara No 37/Pid.B/LH/2020/PN.Kwg tersebut Nazibuloh Bin Karsam yang biasa dipanggil Najib, didakwa oleh Jaksa Penuntun Umum telah melakukan tindak pidana lingkungan.atas Laporan Polisi yang dibuat oleh DINAS KKP PROVINSI JABAR

Dalam putusannya, Majelis Hakim PN Karawang membebaskan Najib dari semua dakwaan JPU.

Najib didakwa telah melakukan penambangan liar, melanggar pasal 35 huruf i jo Pasal 73 ayat (1) huruf d UU No.27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil sebagaimana diubah dengan UU No.1 Tahun 2014. Atas perbuatan tersebut, Najib dituntut 2 (dua) tahun dengan perintah agar Terdakwa ditahan dan denda sebesar Rp.2.000.000.000,- (dua milyar rupiah) dengan ketentuan apabila denda tidak diganti maka diganti dengan pidana kurungan selama 4 (empat) bulan.

Kuasa terdakwa Najib dari Advokat Senopati, dalam pleidoinya, setelah melakukan pengujian unsur-unsur pidana dakwaan JPU, berdasarkan saksi fakta maupun saksi ahli, berkesimpulan bahwa terdakwa Najib tidak terbukti secara sah melakukan tindak pidana lingkungan sebagaimana yang didakwakan oleh JPU.

Dalam pemeriksaan seorang saksi penggiat lingkungan hidup dari WALHI Jawa Barat Sdr. Meiki Paendong, yang sempat mengunjungi wilayah Cilamaya tidak menemukan adanya kerusakan lingkungan karena penambangan pasir, maupun bekas galian penambangan pasir. Jika benar terjadi kerusakan lingkungan penambangan pasir, tentu mudah baginya untuk mendeteksi.




Meiki juga heran, seharusnya Najib mendapatkan penghargaan sebagai pahlawan lingkungan hidup atas upayanya selama 7 tahun menanam mangrove secara swadaya bersama masyarakat warga Pasir Putih Cilamaya Utara, tanpa bantuan dari pemerintah.

Namun itulah kisah si Najib, yang menjadi populer saat hajatan Pilpres tahun 2019, terutama setelah Cawapres pasangan nomor 02, Sandiaga Uno, melontarkan kisah persekusi Najib dalam debat Pilpres, yang kemudian dikenal dengan kisah Persekusi Nelayan Mangrove Kerawang.

Menurut ketua umum Advokat Senopati, Zaenal Abidin SH MH , setelah kejadian tersebut, kehidupan Najib yang juga guru ngaji, menjadi berubah total dan menjadi tidak tenang, begitu pula keluarganya. Bahkan Najib sempat disembunyikan oleh Advokat Senopati yang telah mendampinginya sejak kasus ini mencuat ke kancah nasional.

Nazibuloh didepan pembibitan mangrove

Putusan bebas ini disambut penuh syukur oleh Najib, keluarganya dan masyarakat sekitar Cilamaya, terutama para penggiat penanam pohon mangrove.

Bahkan U Susiasih SH MH, Sekjend Advokat Senopati sempat terharu, dan berujar, “Ternyata masih ada keadilan yang berpihak pada rakyat kecil.”

Tidak semua perkara rakyat kecil yang ditangani oleh para advokat yang tergabung dalam Advokat Senopati berakhir sesuai harapan. Beberapa diantaranya bahkan dirasa sangat melukai rasa keadilan.

Meskipun di dalam persidangan tidak terbukti adanya perbuatan pidana yang didakwakan JPU. Namun Hakim memutus terbukti bersalah seperti dalam perkara viral 7 kontener kotak suara sudah dicoblos. Pelaku utamanya tidak tersentuh hukum.

EDITOR : SETYANEGARA







Tags: ,
banner 468x60