Pemberian Mobil Mewah Ke Sekda Sumenep Masuk Gratifikasi, Ahli Pidana : Diancam Hukuman Minimal 4 Tahun

Pemberian Mobil Mewah Ke Sekda Sumenep Masuk Gratifikasi, Ahli Pidana : Diancam Hukuman Minimal 4 Tahun
Aksi damai Aliansi Mahasiswa Sumenep (AMS) Sumenep menolak pemberian fasilitas mobl mewah dari Bank BPRS Bhakti Sumekar kepada Sekda Sumenep dan pejabat lainnya




ZONASATUNEWS.COM, SUMENEP–Pemberian fasilitas mobil mewah merek Innova Venturer yang diterima Sekda Kabupaten Sumenep, Edy Rasiyadi dari PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar, menuai polemik.

Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Kholik menilai pantas pejabat Pemkab Sumenep menerima jatah mobil mewah Innova Venturer dari Bank BUMD tersebut.

“Saya memandang ini adalah komitmen BPRS Bhakti Sumekar untuk mendukung kinerja Sekda Sumenep, Edy Rasiyadi,” kata Kholik seperti dilansir TribunMadura.com, Selasa (2/3/2021).

Namun hal itu mendapat tanggapan berbeda dari kalangan aktivis yang tergabung Aliansi Mahasiswa Sumenep (AMS) dalam aksi damai ke Kantor BPRS hari ini, Jum’at , 5 Maret 2021.

Aksi damai kalangan aktivis yang tergabung Aliansi Mahasiswa Sumenep (AMS) di Kantor BPRS hari ini, Jum’at , 5 Maret 2021 (sumber Madura Expose)




“Terkait bantuan berupa mobil bukanlah suatu hal yang rasional dimana SEKDA dan OPD juga sudah mempunyai fasilitas dari (pemerintah) daerah yang kami anggap sangat cukup,” demikian Abdul Mahmud, Korlap aksi AMS seperti dikutip Madura Expose.

Mahmud juga mempertanyakan apakah mobil plat merah itu masih kurang dalam menunjang kinerja SEKDA dan OPD terkait.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, Edy Rasiyadi (Sumber Tribun Madura)

Pemberian mobil pribadi merek Innova Venturer diterima Edy Rasiyadi dan pejabat lain di Sumenep itu diduga bersumber dari dana tunjangan penghasilan PNS tahun 2021.

Dalam APBD yang diklasifikasi menurut kelompok dan jenis pendapatan, belanja, dan pembiayaan tahun 2021 menyebutkan, belanja tambahan penghasilan ASN sebesar Rp. 104.379.646.902,-.

Jumlah dana tambahan penghasilan PNS se- Kabupaten Sumenep tersebut diduga disimpan di Bank BPRS Sumekar dan bagi ASN diintruksikan buka buku rekening Bank BUMD tersebut.

Mobil yang diduga diterima OPD Kabupaten Sumenep dari PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar, Senin (1/3/2021). (TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA)

Masuk Gratifikasi

Terpisah, ahli Hukum Pidana yang juga Presiden Asosiasi Ahli Pidana Indonesia, Dr Muhammad Taufiq, SH.MH menilai bahwa pemberian fasilitas tersebut termasuk gratifikasi.

“Ya itu masuk gratifikasi,” jawab tegas Muhammad Taufiq kepada ZONASATUNEWS.COM, Sabtu (27/3/2021).

Pakar Hukum Pidana, Dr Muhammad Taufiq, SH MH.

Taufiq menjelaskan, gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas yang meliputi pemberian uang tambahan (fee), hadiah uang, barang, rabat (diskon), komisi pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya

“Dari penjelasan itu jelas,pasal 12 UU Tipikor mengancam pidana minimal 4 tahun setinggi tingginya 20 tahun. Jadi gratifikasi itu fasilitas yang tidak legal. BPR ngga mampu kasih mobil mewah,” ungkap Presiden Asosiasi Ahli Pidana Indonesia itu.

Sementara itu sampai berita ini ditulis, Sekda Sumenep Edy Rasiyadi belum memberikan jawaban atas permintaan klarifikasi dari redaksi zonasatunews.com. Permintaan klarifikasi ini dikirimkan melalui saluran pesan singkat WhatsApp, Sabtu (27/3/2021). Pesan sudah dibaca (tanda centang biru), namun belum ada jawaban. 

EDITOR : SETYANEGARA

 







banner 468x60