Peringati HSN Dan Maulid Nabi Muhammad SAW, LPI Raudlatul Iman Gelar Ceramah Umum

Peringati HSN Dan Maulid Nabi Muhammad SAW, LPI Raudlatul Iman Gelar Ceramah Umum




ZONASATUNEWS,COM, SUMENEP–Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Raudlatul Iman memperingati Hari Santri Nasional (HSN) sekaligus Maulid Nabi Muhammad SAW dengan kegiatan lomba ilmiah, diikuti seluruh peserta didik dan mahasiswa perguruan tinggi STIDAR.

Kegiatan lomba yang dilaksanakan selama tiga hari, dipungkasi pengajian umum bersama penceramah KH.Abd Wasik Baijury, serta dihadiri semua pimpinan, dosen, guru, santri dan masyarakat sekitar. Kamis (22/10/2020) bertempat di lingkungan LPI Raudlatul Iman Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep.

Sesuai tema acara, KH. Abd Wasik Baijury selaku penceramah menjelaskan sejarah hari santri, yang sejatinya sudah ada sejak Tahun 1945. Namun secara resmi, Hari Santri Nasional baru ditetapkan mulai Tahun 2015 oleh Presiden Joko Widodo.

KH.Baijury juga tidak lupa mengajak masyarakat khususnya umat Islam agar senantiasa membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

“Membaca sholawat jangan menunggu bulan Maulid, bacalah sholawat setiap hari, setiap waktu sesuai kemampuannya,” katanya.

Usai acara, Ketua umum Yayasan KH.Sahli Hamid, saat ditemui mengatakan, tujuan kegiatan peringatan Hari Santri Nasional, agar santri dapat mengingat sejarah masa lalu, bahwa kaum pesantren, dalam hal ini santri dan kyai ikut berperan dalam rangka mendirikan Republik Indonesia.

” Yang kita tahu dalam resolusi jihad KH.Hasyim Asy’ari, mencetuskan sebuah resolusi yang memerintahkan para umat Islam, lebih khsusus kaum pesantren untuk berjihad mengusir penjajah dari bumi Indonesia,” katanya.

Disamping itu, penting juga menghidupkan kembali spirit perjuangan, agar santri tidak kehilangan jati dirinya, kehilangan momentumnya untuk berkiprah mengisi kemerdekaan Indonesia ini.

Tidak lupa, pria yang saat ini menjadi dosen di kampus STIDAR, berpesan agar selalu bersatu dalam membangun bangsa, jangan berpecah belah, karena dengan bersatu umat Islam menjadi kuat.

Menurut K.Sahli, penting kiranya nilai-nilai kesantrian tetap selalu dijaga, agar ciri khas sebagai santri tetap melekat dan tetap ada.

“Karena seiring dengan perkembangan zaman ini nilai- nilai dan ruh pesantren sudah mulai bergeser dengan berbagai kepentingan, kalau di pesantren ada keikhlasan, ada pengabdian, ada perjuangan, sebagaimana dicontohkan para kyai kita para guru kita, ini perlu kita hidupkan kembali, perlu kita tanamkan dalam diri kita,agar barokah dari para guru tetap mengalir kepada kita”. pungkasnya.

EDITOR : SETYANEGARA










banner 468x60