Pilkada Gunungkidul Memanas : Kader Partai Demokrat, Yang Juga Anggota DPRD Gunungkidul Motori Pengalihan Dukungan

Pilkada Gunungkidul Memanas : Kader Partai Demokrat, Yang Juga Anggota DPRD Gunungkidul Motori Pengalihan Dukungan




ZONASATUNEWS.COM, JOGJAKARTA–Suhu politik menjelang pilkada Gunungkidul semakin panas. Disinyalir ada upaya penggembosan terhadap pencalonan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Sutrisna Wibawa–Mahmud Ardi oleh salah satu partai pengusungnya, yaitu Partai Demokrat.

Pasangan nomer urut 1 ini dalam pencalonannya diusung oleh 4 partai koalisi, PAN,Gerindra, PKS, dan Demokrat, namun dalam perkembanganya dilapangan hanya PAN dan PKS yang solid. 

Carut marutnya kondisi politik yang sarat dengan kepentingan pribadi ditubuh Partai Demokrat, membuat gerah para simpatisan dan relawan pendukung Sutrisna Wibawa.

Menurut informasi yang berkembang, ada aktor intelektual inisial (KR) dibalik pembelotan PAC dan beberapa oknum Partai Demokrat Gunungkidul.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun zonasatunews.com dari salah seorang simpatisan, yang sementara minta untuk dirahasiakan jati dirinya, mengaku mengantongi bukti kuat terkait siapa aktor intelektual tersebut.

Dia, katanya, berada dibalik pengingkaran komitetmen politik partai Demokrat. Kecurigaan tersebut mengarah pada tokoh Demokrat yang saat sekarang duduk dikursi legeslatif.

“Saya punya bukti kuat atas keterlibatan beliau, saya juga mulai ancang-ancang adukan langsung kasus ini ke DPP Demokrat, tanpa harus melalui DPC dan DPD. Saya orang bebas tidak ada keterikatan partai politik apapun. Apa yang saya lalukan sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan. Saya juga akan bekerjasama dengan rekan rekan aktifis di Jakarta,” ungkap narasumber pada zonasatunews.com Selasa (29/9/2020).

Disinggung terkait sejauh mana keterlibatan oknum yang juga anggota legeslatif Fraksi Demokrat tersebut. Bukti apa yang sudah dikantongi atas kasus penolakan Rekom DPP itu. Juga upaya membelokkan belasan PAC Demokrat Gunungkidul ke calon lain. Pihaknya menegaskan bahwa oknum dimaksud secara pribadi memang ada kedekatan emosional dengan Calon Bupati yang bukan diberangkatkan dari Demokrat itu.

Bisa dibilang momen pilkada ini dijadikan sarana untuk pemenuhan kepentingan pribadi dan balas budi oleh tokoh tersebut.

Nara sumber yang minta dirahasiakan jatidirinya itu, sekilas sempat memperdengarkan rekaman pesan suara (voice note) isinya mengarah kepada salah seorang tokoh di demokrat.

Dalam rekaman voice note terdengar salah seorang pengurus demokrat mengaku, bahwa atas kesepakatan beberapa tokoh ditubuh Partai Demokrat dirinya memang diposisikan untuk mengendalikan PAC. Membantu pemenangan pasangan calon bupati yang bukan direkom DPP Partai Demokrat.

Orang dimaksud juga menyatakan siap untuk diberhentikan dari kepengurusan demokrat.

“…Nek kur di PAW utawa ditokke le dadi pengurus demokrat we ora masalah…”, penggalan isi voice note sempat diperdengarkan nara sumber kepada zonasatunews.cpm

Selanjutnya nara sumber juga menunjukkan hasil jepretan foto mobil Grand Livina putih Nopol AB*******, dikaca belakang mobil bagian tengah ada gambar pasangan calon bupati nomer urut 4.

Mobil itu diyakini milik salah seorang tokoh Demokrat Gunungkidul. Menurutnya foto diambil saat sedang parkir dihalaman rumah calon Bupati nomor urut 4, Selasa (29/9 2020).

”Nantinya, pengaduan ke DPP yang saya lampiri bukti-bukti pendukung bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk menindaklanjuti permasalahan ditubuh Demokrat Gunungkidul. Minimal harus ada sanksi tegas dari DPP. Pengurus partai maupun anggota dewan yang terbukti mbelot ya harus diberhentikan, karena ini menyangkut kredibilitas dan masa depan partai Demokrat itu sendiri”, tegas narasuber itu.

Disoal tentang bukti-bukti pengingkaran komitmen politik mengapa tidak dishare dimedia, pihaknya mengaku masih belum saatnya, karena masih ada beberapa bukti pendukung yang harus dilengkapi sebagai bahan aduan ke DPP.

“Pada saatnya, saya akan minta bantuan dari rekan-rekan media lokal maupun nasiona, juga informasi pendukung dari partai koalisi pengusung Sutrisna Wibawa yang masih konsisten, untuk terus mengawal kasus ini. Apa yang saya lakukan sebagai bentuk pembelajaran bersama tentang bagaimana seharusnya berpolitik. Karena ini menyangkut masa depan Demokrat di Gunungkidul,” ungkapnya.

“Kalau para pelaku politik dinternal partai sudah tidak lagi tunduk dengan aturan partai dan kebijakan pimpinan tertinggi partai, bisa diasumsikan partai tersebut dalam kondisi sakit. Agar penyakitnya tidak menjalar semakin parah ya harus diobati, ibarat ada duri atau paku yang menancap ditubuh harus segera dicabut agar tidak terjadi infeksi”, tegas sumber terpercaya zonasatunewscom yang enggan dibuka jatidirinya. (Mbang)

EDITOR : SETYANEGARA







Tags: ,
banner 468x60