Polres Nganjuk Berhasil Sergap Pengedar Sabu

Polres Nganjuk Berhasil Sergap Pengedar Sabu




ZONASATUNEWS.COM, NGANJUK–Satreskoba Polres Nganjuk berhasil melakukan penyergapan pengedar sabu dalam sebuah penyergapan mengamankan Mohammad Ih Fani Asmil Aditya (22), warga Desa Mungkung Kecamatan Rejoso, Nganjuk dan Purwoadi alias Grandong (40) warga Desa Jombok Kecamatan Kesamben, Jombang pengguna sekaligus pengedar narkoba jenis sabu-sabu (SS). Tersangka ditangkap di rumahnya di Desa Jambok, Kecamatan Kesamben, Jombang, Kamis (6/8/2020) sekitar pukul 01.00 WIB

Dari penggerebekan di lokasi, polisi mendapati barang bukti berupa 4 paket SS seberat 0.30 gram, 0,31 gram, 0,27 gram dan 0.27 gram Selain itu, diamankan pula 1 plastik 2 setengah pil ekstasi, sebuah handphone merk Oppo.




Kabag Humas Polres Nganjuk Iptu Roni Yunimantara mengatakan, tersangka mengaku memiliki sabu-sabu dari AB alamat Mojokerto. “Tersangka mengaku mendapatkan dari seseorang yang ada di Mojokerto, Kami masih melakukan pengembangan Kepala tersangka yang sudah kami kantong” kata Iptu Roni Yunimantara

Sementara, Kapolsek menjelaskan, tersangka ditangkap setelah pihaknya mendapat laporan dari warga. Senin, sebelum penggrebekan telah terjadi transaksi sabu di SPBU Sukomoro, Kecamatan Sukomoro. Setelah beberapa melakukan pengintaian, akhirnya Kamis (6/8/2020) pagi 01.00 WIB, Mohammad Ih Fany Asmil Adity digerebek di wilayah SPBU Kecamatan Sukomoro saat duduk di atas motor.

Fany berikut barang buktinya dibawa ke Polres Nganjuk. Dalam penggeledahan, petugas menemukan 1 plastik berisi sabu yang mau diserahkan kepada AD pagi itu, tersangka tengah duduk diatas motor.

“Saat ditangkap tidak melakukan perlawanan. Tersangka langsung menyerahkan diri,” tandas Iptu Roni Yunimantara

Dalam kesempatan itu, Kabag Humas Polres Nganjuk Iptu Roni Yunimantara menyatakan bakal menelusuri siapa pemasok sabu kepada tersangka. Lalu karena perbuatannya ini, tersangka Sahar dijerat pasal 114 ayat 1 sub 112 ayat 1 UU 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara. Denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar,” jelasnya.

EDITOR : SETYANEGARA







Tags: ,
banner 468x60