Selama Masa PPKM Darurat, Suroto : Layanan nikah hanya dapat dilakukan secara online

Selama Masa PPKM Darurat, Suroto : Layanan nikah hanya dapat dilakukan secara online
Suroto, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Ngawi




ZONASATUNEWS.COM. NGAWI— Dimasa PPKM Darurat 3 – 20 Juli 2021 Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama mengeluarkan surat edaran tentang petunjuk teknis layanan nikah pada Kantor Urusan Agama kecamatan di Jawa Bali. Surat edaran itu mengatur bagi calon pengantin, wali nikah, dan 2 (dua) orang saksi dalam kondisi sehat dibuktikan dengan hasil negatif Swab Antigen yang berlaku minimal sehari semalam 1 x 24 jam sebelum pelaksanaan akad nikah.

Hal ini diatur di dalam Surat Edaran  Nomor: P-001/DJ.III/Hk.007/07/2021 Tentang Petunjuk Teknis Layanan Nikah Pada kantor Urusan  Agama (KUA), yang ditandatangani Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin. 

Di dalam SE itu juga mengatur tentang pendaftaran akad nikah pada masa PPKM Darurat 3 – 20 Juli 2021 Ditiadakan. SE ini dinyatakan tetap berlaku apabila PPKM Darurat diperpanjang.

Menyikapi adanya SE dari pusat tersebut, Suroto Kasi Bimas Islam Kemenag Ngawi mengatakan sudah mensosialisasikan ke KUA, Penghulu dan diteruskan ke masyarakat melalui Modin atau pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) setiap desa. Kemenag Ngawi menginstruksikan ke KUA dan Penghulu untuk memedomani dan melaksanakan SE tersebut selama masa PPKM Darurat.

“Kami mengirimkan suarat ke KUA untuk diteruskan ke masayarakat luas,” Suroto juga menambahkan, “Selama masa PPKM Darurat, layanan nikah hanya dapat dilakukan secara online melalui situs simkah.kemenag.go.id.” 

Sedangkan masyarakat yang membutuhkan Test Swab Antigen, cukup datang ke Puskesmas untuk dilakukan Test Swab Antigen. Joko Marwanto Seksi Survim Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi mengatakan, “Setiap Puskesmas di kecamatan sudah bisa melayani Test Swab Antigen bagi masyarakat yang membutuhkan” ia juga menambahkan “Jika masyarakat memerlukan test polymerase chain reaction PCR, masyarakat bisa datang ke laboratorium kesehatan daerah.”

EDITOR : SETYANEGARA










banner 468x60