Terbongkar, 2 Anggota DPRD Diduga Penyebab Pecahnya Demokrat, Suroso : Ada Skenario Gulingkan Ketua DPC

Terbongkar, 2 Anggota DPRD Diduga Penyebab Pecahnya Demokrat, Suroso : Ada Skenario Gulingkan Ketua DPC




ZONASATUNEWS.COM, JOGJAKARTA–Pelaksanaan pilkada tinggal beberapa hari, sementara perseteruan di internal Partai Demokrat Gunungkidul tak kunjung rampung bahkan semakin memanas.

Dua Fungsionaris DPC dan 10 PAC Demokrat akhirnya buka suara tentang siapa aktor dibalik kekisruhan di tubuh partainya terkait pembangkangan terhadap SK DPP Demokrat No.71/SK/DPP.PD/VI/2020.

Sekretaris DPC Suroso, menanggapi isu pemecatan atas dirinya dan juga wakilnya, beserta 10 ketua PAC Demokrat lainnya. Suroso mengaku telah melayangkan surat ke DPP, yang ditembuskan kepada DPD dan DPC.

Suroso Sekretaris DPC Partai Demokrat Gunungkidul, Jogjakarta




Adapun surat yang dilampiri kesaksian yang ditandatangani diatas meterei oleh dua fungsionaris DPC dan 10 Ketua PAC dimaksud adalah meminta kepada petinggi partai untuk menindak tegas dua aktor yang selama ini sudah mengorbankan dirinya beserta 10 ketua PAC.

Mereka dikorbankan untuk melakukan pembelotan terhadap SK DPP tentang pencalonan dan pendukungan terhadap pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul nomor urut 1.

Dia mengaku, dua nama yang sering disebut sebut sebagai dalang kekisruhan di internal partainya adalah Eko Rustanto dan Suyanto. Keduanya merupakan anggota DPRD Gunungkidul dari Partai Demokrat, yang juga merangkap jabatan sebagai Ketua BPOKK dan Ketua BAPILU DPC Partai Demokrat Gunungkidul.

“Apa yang kami lakukan bersama 10 ketua PAC ini sebenarnya atas perintah dari Eko Rustanto dan Suyanto. Kami mendeklarasikan diri untuk mendukung dan memenangkan pasangan calon bupati dan wakil bupati lain, dan tidak mendukung pasangan nomor urut 1 Sutrisna Wibawa-Ardi. Itu juga atas perintah Eko Rustanto dan Suyanto,” kata Suroso.

“Jujur mas, kami dipartai tidak punya kepentingan apa-apa, hanya mereka berdualah yang sebenarnya punya kepentingan pribadi, karena kami merasa dirugikan dan dijadikan korban, maka kami sepakat untuk memberikan kesaksian besama. Berikut menunjukkan bukti-bukti keterlibatannya, dan melaporkan secara resmi kepada DPP, tembusan kepada DPD dan DPC”, tegas Sekretaris DPC Suroso saat dikonfirmasi ZONASATUNES.COM, Kamis 26/11/2020 di Wonosari, Gunungkidul.

Berniat gulingkan ketua DPC

Disinggung tentang kepentingan apa yang mendorong kedua kader Demokrat dan juga menjabat sebagai anggota DPRD Gunungkidul, hingga memberanikan diri untuk mengkhianati partainya sendiri (Demokrat). Dalam hal ini dengan tidak mematuhi SK DPP tentang pendukungan terhadap pasangan calon nomor urut 1 Sutrisna Wibawa-Ardi bahkan mendalangi pembelotan dukungan ke pasangan calon lain.

“Kedua anggota dewan Eko Rustanto dan Suyanto sudah banyak berhutang budi terhadap calon bupati lain yang didukungnya. Disisi lain, Suroso juga menegaskan, bahwa dibalik itu, sebenarnya juga ada skenario untuk menggulingkan kepemimpinan DPC Demokrat yang sekarang,” tuturnya.

“Mereka berdua sudah terlalu banyak berhutang budi kepada calon lain yang di dukungnya sekarang, selain itu sebenarnya juga ada niatan mereka untuk membikin perpecahan di tubuh DPC, dengan harapan ada pergantian kepemimpinan, dan dimungkinkan kelompok merekalah yang nantinya akan mengantikan dalam kepengurusan DPC, saya ini hanya dijadikan alat, untuk di adu”, kata Sekretaris DPC Demokrat Gunungkidul Suroso.

Sementara Ketua DPC Demokrat Gunungkidul saat dikonfirmasi Zonasatu News Jumat 27/11/2020 membenarkan tentang adanya pemgiriman surat atasnama Suroso. Dalam Surat tersebut juga melampirkan surat pernyataan kesaksian yang ditanda tangani Sekretaris DPC Suroso, dan Wakil Sekretaris Ngatiminarto berikut 10 ketua PAC. Disoal, tentang pernyataan Suroso disalah satu media sosial lokal Gunungkidul, bahwa pemecatan terhadap dua fungsionaris DPC dan 10 PAC hanya Gertak Sambal, pihaknya mengatakan bahwa dalam Partai Demokrat itu ada mekanisme, dan usulan perberhentian itu masih dalam proses.

Menurutnya Ketua DPC Partai Demokrat Gunungkidul, bahwa pihaknya sudah melayangkan surat ke DPD dan DPP “Betul, DPC sudah dapat surat pernyataan yang ditandatangani Suroso dan Ngatiminanto, juga sepuluh PAC, terkait usulan pemberhentian dimaksud, harus melalui mekanisme Partai Demokrat, dan sekarang sudah proses”, tegas Ketua DPC Demokrat Gunungkidul Supriyani Astuti, S.sos.

Eko Rustanto menolak

Ditempat terpisah, anggota DPRD Gunungkidul dari Partai Demokrat Eko Rustanto, SE.MM, yang juga menjabat Ketua BPOKK DPC Demokrat Gunungkidul, saat dikonfirmasi Zonasatu News via WhatsApp Jumat 27/11/2020 terkait pernyataan Suroso tentang keterlibatan dirinya terhadap penyimpangan SK DPP Demokrat dalam hal ini pembelotan dukungan ke paslon nomor 4, dengan tegas menyatakan bahwa itu tidak benar dan salah. “Statemen saya ya itu pak, bahwa itu salah dan tidak benar”, kata anggota DPRD Gunungkidul dari Partai Demokrat Eko Rustanto.

Sementara itu Suyanto anggota DPRD Gunungkidul dari Partai Demokrat yang juga Ketua BAPILU DPC Demokrat Gunungkidul saat dikonfirmasi mengaku berada di Cirebon. Sedangakan Ketua DPD Demokrat saat dihubungi hingga berita ini diunggah, memilih diam.

Pernyataan Eko Rustanto yang mengatakan bahwa yang disampaikan Suroso salah dan tidak benar, sangat bertolak belakang dengan kesaksian dua fungsionaris DPC dan 10 PAC Demokrat yang dituangkan dalam laporan tertulis dan sudah disampaikan kepada DPP.

Dan ini justru akan membuat catatan panjang terkait perseteruan dua kubu ditubuh Partai Demokrat Gunungkidul. Pasalnya, Suroso berikut fungsionaris DPC lainnya, beserta 10 ketua PAC mengaku punya bukti kuat tentang keteribatan dua anggota dewan dimaksud terkait penyimpangan yang dilakukan terhadap Instruksi Pimpinan Tertinggi Partai Demokrat, yang dituangkan dalam SK DPP Nomor 71/SK/DPP.PD/VI/2020.

“Saudara Eko Rustanto,SE.MM dan H. Suyanto,SE, juga harus mendapatkan sanksi tegas yaitu diberhentikan dari keanggotaan Partai Demokrat sesuai dengan mekanisme dan aturan dalam AD/ART partai”, tegas Suroso yang juga dituangkan dalam surat pelaporan.

Kontributor : BAMBANG WIDODO, SH

EDITOR : SETYANEGARA







banner 468x60