Terungkap, pelaku mengakui menyetor dana pungli BOP TPQ jutaan rupiah ke Bendahara Pontren Kemenag Ngawi

Terungkap, pelaku mengakui menyetor dana pungli BOP TPQ jutaan rupiah ke Bendahara Pontren Kemenag Ngawi
Foto : Kantor Kemenag Kabupaten Ngawi




ZONASATUNEWS.COM, NGAWI–Aliran dana pungutan liar (pungli) bantuan Covid 19 untuk BOP TPQ/TPA di kabupaten Ngawi, mulai terungkap. Media ini mendapatkan pengakuan dari seseorang yang mengaku menyetor secara langsung pungutan tersebut.

Dia menyatakan telah menyetor sejumlah uang jutaan rupiah ke bendahara ruangan PD Pontren Kantor Kemenag Ngawi. Penyerahan uang itu disaksikan oleh Kasi Pontren dan staf lainnya. Dana itu dihimpun dari beberapa kecamatan.

Penyetor meminta namanya tidak disebutkan. Redaksi media ini juga memutuskan tidak menuliskan jumlah uang yang disetor dan tanggal penyetorannya. Hal ini untuk melindungi narasumber. Tetapi semua data lengkap ada pada redaksi.

Media ini memastikan informasi narasumber tersebut valid setelah menelusuri data narasumber. Narasumber termasuk salah satu sumber yang bisa dipercaya informasinya. Karena dia seorang pelaku langsung dalam proses penyaluran bantuan BOP TPQ/TPA di kabupaten Ngawi.

Kasi Pontren Kantor Kemenag Ngawi, Sunadi, menolak pengakuan tersebut saat dimintai klarifikasi. Dengan jawaban pendek dia mengatakan hal itu tidak betul,

“Nggak betul mas,” jawabnya lewat pesan singkat WhatsApp, Senin (1/3/2021).

Seperti diberitkan media ini beberapa kali, diduga kuat telah terjadi pungli terhadap lembaga penerima bantuan yang besarnya variatif. Sebagian besar berjumlah 3-4 juta rupiah.

Penerima pungutan maupun yang dipungut telah banyak yang mengakui.

Sementara itu terkait isu ini, Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenang RI telah turun ke kabupaten Ngawi selama 3 hari pada tanggal 18-20 Februari 2021. Itjen melakukan pengawasan dan evaluasi pelaksanaan penyaluran BOP TPQ/TPA.

Kepastian informasi ini diperoleh dari Kepala Kantor Kemenag Ngawi, Zaenal Arifin.

“Benar mas terkait bop,” jawab Zaenal Arifin kepada redaksi ZONASATUNEWS.COM, Jumat (19/2/2021), pukul 11.08, melalui pesan singkat WhatsApp.

Kasus dugaan pungli ini memang meluas diberbagai wilayah penerima program. PPKN yang pernah melakukan investigasi dibanyak kabupaten menemukan penyimpangan itu.

Wakil Ketua Umum PPKN, Tjetjep Muhammad Yasien (Gus Yasin) menemukan pungli di Kabupaten Ngawi mencapai angka Rp 4 juta. Sementara dana yang diterima lembaga berjumlah Rp 10 juta (40%).

Belum ada penanganan hukum terhadap kasus ini, kecuali kabupaten Bojonegoro. Kejaksaan Bojonegoro telah mengambil langkah berani dengan memeriksa pihak-pihak terkait.

Kepala Kantor Kemenag Bojonegoro, Suhaji, kepada media ini menyatakan telah diperiksa Kejaksaan Negeri Bojonegoro pada tanggal 11 Februari 2021.

“Saya dipanggil tanggal 11 (11 Februari 2021) kemarin, (terkait) BOP TPQ Covid 19,” ungkap Suhaji (26/2/2021).

EDITOR : SETYANEGARA







banner 468x60