Geger PDIP Surabaya, Upaya Memotong Jalan Wisnu Jadi Walikota Surabaya?

Geger PDIP Surabaya, Upaya Memotong Jalan Wisnu Jadi Walikota Surabaya?




Oleh : Budi Puryanto, Pemimpin Redaksi zonasatunews.com

Konfercab PDIP Surabaya kisruh, minggu lalu. Gara-garanya DPP PDIP menunjuk Adi Sutarwijono (Awi) sebagai Ketua DPC. Adi didampingi Baktiono sebagai Sekretaris.

Ditubuh PDIP kejadian ini termasuk penyimpangan (anomali). Biasanya calon Ketua DPC diusulkan oleh PAC, lalu dilakukan pemilihan voting oleh utusan PAC diforum konfercab itu. Tapi yang ini beda. Ketua dan sekretaris ditunjuk oleh DPP. Maka berontaklah arek-arek Suroboyo itu.

Meski berdalih aturan partai, tetap saja DPP dipandang otoriter oleh PAC dan DPC Surabaya. Aturan tidak demokratis itu sesungguhnya telah memasung aspirasi kader dari bawah. Apa sebenarnya tujuan DPP bermanuver seperti itu?

Salah satunya adalah soal Walikota Surabaya pasca Risma. Secara tidak langsung DPP ingin punya kendali total untuk menentukan calon dari PDIP. Karena Surabaya merupakan basis suara PDIP. Sudah sekitar 20 tahun kader PDIP pimpin Surabaya.

Sejak Bambang DH (2 periode), Risma -Wisnu (2 periode). Tahun depan 2020, pemilihan Walikota Surabaya digelar. Siapa calon Walikota dari PDIP? Dari sinilah kisruh Konferensi Cabang PDIP Surabaya itu bersumber.

Wisnu Sakti Buana (Wakil Walikota Surabaya 2 periode) adalah calon Walikota terkuat dari kader partai. Dia juga Ketua DPC 2 periode. Putra Sutjipto ini merupakan kader tulen. Bapaknya tokoh yang ikut membidani lahirnya PDI Perjuangan. Sutjipto, menjadi orang dekat Megawati hingga dipercaya sebagai Sekjen DPP PDIP.

Wisnu sejak lulus dari ITS (Teknik Industri) langsung terjun ke politik. Pernah menjadi anggota DPRD Propinsi Jatim. Wakil Ketua DPRD Surabaya. Setelah itu menjadi Wakil Walikota Surabaya mendampingi Tri Risma Harini.

Wisnu menguasai basis partai. Dia punya akar yang kuat distruktur partai. Dimasa reformasi dia mendirikan dan menjadi ketua PRRT (Perjuangan Rakyat untuk Reformasi Total) bersama tokoh lainnya. Dia memimpin DPC Surabaya tahun 2009-2019. Sebelumnya menjadi Sekretaris DPC mendampungi Saleh Mukadar.

Dengan latar belakang seperti itu Wisnu punya pengaruh kuat dalam menentukan ketua DPC penggantinya,  dari orang-orangnya. Ini untuk memuluskan jalan maju menjadi calon wakikota. Setelah terbit surat penunjukan Ketua dan Sekretaris dari DPP, jalan Wisnu menuju walikota mulai terhambat.Atau tepatnya dipotong oleh DPP.

Siapa Adi Sutarwijono?

Alumnus Fisip Unair ini, sebelum bergabung ke PDIP Surabaya adalah seorang jurnalis. Saya mengenalnya saat sama-sama menjadi Tim Sukses Sutjipto-Ridwan Hisjam, calon gubernur/wakil gubernur Jatim tahun 2008. Sebelumnya menjadi anggota DPRD Surabaya 2 periode (2 009-2019).Kini periode ke-3 duduk di DPRD Surabaya.

Penunjukan Awi oleh DPP mungkin agak mengherankan. Wisnu dan Awi bersahabat baik. Keduanya selama ini tidak ada persoalan. Termasuk, saya yakin Awi pun tidak menolak Wisnu menjadi calon Walikota Surabaya. Awi ini cerdas, konseptor, dan objektif. Tapi kalau itu keinginan DPP, Awi pun saya kira tidak bisa menolak.

Persoalannya DPP disinyalir punya calon walikota diluar Wisnu. Maka Ketua DPC tidak boleh orangnya Wisnu. Tidak perlu melalui cara demokratis di konfercab Cukup ditunjuk dari DPP. Ini untuk memastikan DPP punya kendali.

Mengapa yang ditunjuk Awi? Diluar kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki Awi dikenal punya hubungan dekat dengan  Sekjen DPP (Hasto Kristianto). Boleh jadi hubungan itu terjalin saat Awi menjadi jurnalis dulu. Atau oleh alasan lainnya.

Kasus Surabaya ini sekaligus memberikan sinyal bahwa faksi Hasto di DPP kuat. Sebagai Sekjen, Hasto punya kewenangan besar dalam mengatur organisasi.Dan Hasto piawai dalam menggunakan sumberdaya partai.

Dengan memilih Awi, Hasto berharap akan lebih aman dan nyaman, sekaligus efektif dalam memuluskan calon walikota Surabaya diluar Wisnu.

Bagai buah simalakama bagi Awi. Disatu sisi dia harus menjalankan garis partai (DPP), disisi lain dia mesti menyingkirkan Wisnu, sahabatnya sendiri. Disini karakter pemimpin akan diuji.

Tapi proses penunjukan Awi sebagai ketua DPC Surabaya belum final. PAC masih bergolak.Jalan masih panjang.Peluang Wisnu menjadi calon Walikota dari PDIP masih terbuka. Meski jalannya terjal.

 







Tags:
banner 468x60