Agus Mualif: Para Rasul Dalam Peradaban (Seri-14)

Agus Mualif: Para Rasul Dalam Peradaban (Seri-14)
Agus Mualif Rohadi




Oleh : Agus Mualif Rohadi

II. Nabi Ibrahim, Luth, Ismael, Ishak

C. Nabi Ibrahim dan Nabi Luth.

4. Keturunan Luth

Kitab Kejadian menginformasikan bahwa nabi Luth di pemukimannya yang baru akhirnya memperoleh cucu. Dari anak wanitanya yang pertama lahirk anak-laki laki diberi nama Moab yang nantinya membentuk bangsa Moab. Sedang dari anak wanitanya yang kedua lahir anak laki-laki yang diberi nama Ben Ami, yang nantinya membentuk bangsa Amon.

D. Nabi Ibrahim dan Nabi Ishak

1. Kelahiran Ishak

Pulang dari Bakkah, nabi Ibrahim menantikan kelahiran anaknya dari Sarah. Ishak lahir ketika Nabi Ibrahim sudah tua berumur sekitar 100 tahun dan Sarah berumur sekitar 90 tahun. Lahir setelah peristiwa Sodom dan Gomora dan peristiwa kurban dan sunat di Bakkah. Baik di Al – Qur’an maupun di Taurat pada Kitab Kejadian, tidak banyak cerita tentang bagaimana kelahiran Ishak. Dengan umur yang Sarah meragukan bahkan dapat disebut mustahil bisa hamil dan melahirkan, maka kelahiran Ishak merupakan salah satu mukjizat sekaligus rahmat dan berkat yang hanya bisa terjadi karena kehendak Allah.Karunia Allah bagi Nabi Ibrahim dan Sarah yang dapat dijadikan pelajaran bagi manusia bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah.

Kitab Kejadian mengkisahkan, satu minggu setelah kelahirannya, Ishaq di sunat dan nabi Ibrahim juga melakukan khitan masal kepada para pengikutnya.Dapat diperkirakan,sepulang dari Bakkah,nabi Ibrahim menceritakan kejadian di Bakkah pada para pengikutnya, sehingga dapat melakukan khitan massal pada para pengikutnya. Baik Kitab Kejadian maupun Al – Qur’an tidak banyak mengkisahkan masa kecil hingga dewasanya Ishak. Sedang nabi Ibrahim, beberapa tahun setelah kelahiran Ishak sempat tiga kali pergi ke Bakkah. Kepergian terakhirnya ke Bakkah adalah menjalankan wahyu yang diterimanya yaitu membangun Ka’bah bersama nabi Ismail.

2. Meninggalnya Sarah

Sarah meninggal ketika berumur sekitar 127 tahun dan Ishak berumur sekitar 37 tahun. Nabi Ibrahim yang selama hidupnya sering berpindah-pindah (nomaden) dan terbiasa menggunakan tenda untuk tempat tinggal sehingga tidak mempunyai tanah untuk membuat rumah permanen. Ketika Sarah meninggal, nabi Ibrahim harus mencari tanah untuk menguburkan jasad istrinya tersebut. Nabi Ibrahim akhirnya membeli tanahnya orang Het suku Kana’an. Kitab Kejadian mengkisahkan proses nabi Ibrahim membeli tanah dengan disaksikan penduduk Hebron dan orang orang Het. Nabi Ibrahim bersujud didepan orang-orang Het sebagai ungkapan rasa terima kasih atas diperbolehkannya membeli tanah tersebut sekaligus bersyukur kepada Allah karena telah memperoleh tanah dengan cara membeli.

Di tanah tersebut terdapat gua yang dikenal dengan gua Makhpela yang juga menjadi bagian dari tanah yang dibeli nabi Ibrahim. Letak tanah ini di timur Mamre, Hebron.Sarah kemudian dikuburkan di dalam gua makhpela. Peristiwa ini memberikan contoh bagaimana nabi Ibrahim mengambil haknya atas tanah di Baitul Maqdish yaitu dengan membeli pada pemilik yang punya hak. Nabi Ibrahim meskipun mempunyai banyak pengikut dan mempunyai jasa yang besar bagi penduduk di Hebron, namun tidak memaksakan kehendaknya untuk mendapatkan tanah yang sudah dijanjikan Allah untuk dijadikan tempat tinggal keturunannya.Nabi Ibrahim sangat menghormati hak-hak mereka yang mempunyai hak atas tanah yang diinginkan untuk diambilnya. Kubur ini yang nantinya menjadi peninggalan satu-satunya dari Nabi Ibrahim di wilayah Baitul Maqdish yang menjadi warisan keturunannya dan seluruh umat manusia.

3. Perkawinan yang menjadi beleid bani Israel sebagai bangsa yang murni dan terpilih.

Kitab Kejadian mengkisahkan, Ishak sudah berumur sekitar 40 tahun tetapi belum menikah.Nabi Ibrahim ingin mencarikan jodoh untuk Ishak lalu teringat pada saudara-saudaranya. Dulu, Nabi Ibrahim pergi dari Harran ketika saudara-saudaranya belum menjadi muslim karena masih menjadi kaum musyrik penyembah berhala. Oleh karena itu Nabi Ibrahim ingin menjodohkan Ishak dengan saudaranya agar ada diantara mereka yang menjadi muslim. Dikirimnya utusan untuk mencari saudaranya di Harran untuk mencarikan jodoh bagi Ishak. Setelah menempuh jarak lebih dari 700 km, utusannya dapat menemukan keluarga Nabi Ibrahim, yaitu Betuel bin Nahor II, yang mempunyai anak laki-laki bernama Laban dan anak perempuan bernama Ribka.

Setelah melalui pembicaraan dan penyerahan barang-barang berupa ternak dan barang berharga lainnya, maka disetujui Ribka diboyong ke Negev untuk dinikahkan dengan Ishak. Perkawinan Ishak dengan Ribka menjadi tonggak bagi argumen bani Israel tentang keturunan bangsa yang murni dan terpilih. Murni karena bani Israel muncul dari sumber satu keluarga yaitu Ibrahaim dan keluarganya, sedang sebagai bangsa terpilih karena sebagai pewaris tanah yang dijanjikan kepada Ibrahim untuk diwarisi anak turunnya. Dari perkawinannya dengan Ribka, Ishak mempunyai dua anak kembar yaitu Esau dan Ya’cub dimana Esau sebagai yang lebih tua. Dari Esau nantinya muncul bangsa Edom dan dari Ya’cub muncul bangsa Israel.

4. Nabi Ishak mendirikan kota Beersyeva

Ketika tempat tinggal Nabi Ishak di dekat Beerlahairoi wilayah Negev dilanda kekeringan dan kelaparan, atas petunjuk Allah, Nabi Ishak dan para pengikutnya pindah ke wilayah di sekitar Gerar, wilayahnya suku Filistin dengan kepala sukunya bernama Abimelekh. Di tempat dimana Nabi Ishak berhenti, kemudian menggali sumur yang airnya keluar dengan melimpah lalu ditempat tersebut Nabi Ishak bertani. Dengan cepat tempat tersebut menghasilkan produk yang melimpah shingga Nabi Ishak selain dengan cepat kaya juga semakin banyak pengikutnya dari orang orang Filistin.Hal tersebut menjadi gangguan bagi Abimelekh lalu menimbulkan perselisihan. Abimelekh kemudian mengusir Nabi Ishak. Ketika sampai disuatu tempat yang lain, Nabi Ishak kemudian kembali menggali sumur dan melakukan hal yang sama yaitu bertani. Ketika telah berkembang lalu diusir lagi oleh Abimelekh. Pengusiran itu dilakukan karena tempat tersebut ternyata masih berada di wilayah Gerar.

Baca Juga:

Ketika Nabi Iskak membuka tempat tinggal lagi diluar wilayah Gerar, maka Abimelekh tidak lagi mengusirnya. Saat itu, nabi Iskak memilih tempat yang dulunya telah diperjanjikan antara Abimelekh dengan nabi Ibrahhim ketika singgah dalam perjalanan pulang dari Mesir. Batas-batas yang saat itu telah disepakati untuk menjadi wilayah tempat tinggal Nabi Ibrahim dan para pengikutnya adalah dengan membuat tujuh sumur. Nabi Ibrahim juga menyerahkan tujuh (Sheva) anak domba betina kepada Abimelekh.Namun setelah beberapa lama di wilayah itu, nabi Ibrahim memilih pulang kembali ke pemukimannya yang telah ditinggalkan cukup lama yaitu di Hebron.

Ketika Abimelekh berkunjung ke rumah Nabi Ishak kemudian dijamu oleh Nabi Ishak, maka perdamaian telah dapat dicapai yang ditandai dengan membuat perjanjian lagi dengan Abimelekh untuk tidak saling mengganggu dan tidak ada kecurangan. Untuk mengenang jasa bapaknya, tempat pemukiman baru ini oleh Nabi Ishak diberi nama Beersyeba atau Bersheba, atau dalam Bahasa arab Bi’ir As Sab yang mempunyai arti sumur sumpah atau tujuh sumur atau tujuh sumber air. Saat ini Beersheva telah menjadi kota terbesar di wilayah padang gurun Negev.

Info.goisrael.com Kota bersyeva saat ini




id.m.wikipidea.org Reruntuhan kota Bersyeva kuno

Dengan demikian Nabi Ishak telah melestarikan perjanjian antara Nabi Ibrahim dengan Abimelekh dengan menjadikan perjanjian tersebut sebagai nama kota. Nabi Ishak kemudian menggali dan membangun kembali 7 (tujuh) sumur tersebut sebagai wujud perjanjian. Nabi Ibrahim dan nabi Ishaq telah memberi contoh bagaimana mengambil hak atas tanah di Baitul magdish yang dijanjikan kepada mereka yaitu memberikan penebusan melalui perjanjian dengan kaum yang akan menjadi tetangganya untuk tidak saling menggangu. Dalam penggalian arkheologis saat ini, hanya empat sumur yang masih dikenali.

Ketika masa pernikahan Ishaq dengan Ribka memasuki waktu sekitar 20 tahun, Nabi Ibrahim masih menyaksikan kelahiran cucunya yaitu Esau dan Ya’cub yang tentu menambah kebahagiaan Nabi Ibrahim. Janji Allah tentang kelahiran Ya’cub telah terlunasi. Saat itu usia Nabi Ibrahim telah memasuki umur sekitar 160 tahun. Dengan demikian Nabi Ibrahim telah menyaksikan kelahiran cucu-cucunya baik dari Nabi Ismael maupun Nabi Ishaq.

E. Nabi Ibrahim dengan istri dan anak-anaknya yang lain

Kitab Kejadian mengkisahkan, usai menikahkan Ishak dan melihat kebahagiaan Ishak, Nabi Ibrahim kemudian menikah lagi yaitu dengan Ketura kemudian dengan Hajur. Dari Ketura Nabi Ibrahim mempunyai 6 oran anak yaitu : 1) Zimran 2) Yoksan 3) Medan 4) Midian 5) Isybak 6) Suah. At – Thabari banyak mengkisahkan pula tentang suku bangsa keturunan Ketura yaitu suku bangsa yaitu Madyan, Letush, Leum, dan lainya. Dari suku Madyan nantinya akan lahir Nabi Shu’ayb yang bermukim di Hijas. At – Thabari juga mengkisahkan perkawinan nabi Ibrahim dengan Hajur, dan mempunyai 5 orang anak yaitu: 1) Kaysan 2) Shawarukh 3) Amin 4) Lutan 5) Nafis. Namun keturunan dari Hajur tidak diketahui apakah membentuk suku atau tidak. Kitab Kejadian tidak menuliskan perkawinan antara nabi Ibrahim dengan Hajur.

F. Persentuhan Nabi Ibrahim dengan Ur Salem (Yerusalem).

Kitab Kejadian mengkisahkan, usai menolong kaum Sodom dari serangan dan penjarahan oleh suku Elam, ketika nabi Ibrahim pulang ke Hebron, kedatangan Nabi Ibrahim dan pasukannya disambut oleh Melkisedek Raja Salem atau Ur Salem atau Yerusalem. Melkisedek selain sebagai raja juga sekaligus imam agama tertinggi Ur Salem. Melkisedek dalam memberikan berkatnya dengan menyebut atas nama EL Yang Maha Tinggi. Saat itu, bagi suku-suku Kana’an kuno Ur Salem sudah dikenal sebagai tempat kedudukan imam tertinggi bagi kepercayaan suku-suku kana’an kuno. Peristiwa ini menunjukkan bahwa Yerusalem adalah kota kuno yang sudah lama dibangun oleh suku Kana’an kuno sejak sebelum Nabi Ibrahim datang ke wilayah tersebut.

(Bersambung ……)

EDITOR: REYNA







banner 468x60