Agus Mualif: Para Rasul Dalam Peradaban (Seri-15)

Agus Mualif: Para Rasul Dalam Peradaban (Seri-15)
Agus Mualif Rohadi




Oleh : Agus Mualif Rohadi

II. Nabi Ibrahim, Luth, Ismael, Ishaq

G. Persentuhan Nabi Ibrahim dengan Ur Salem (Yerusalem)

Tidak diketahui secara persis kapan dan siapa yang pertama kali membangun Ur Salem. Kitab Kejadian juga menyebut imam di Ur Salem menyebut EL Yang Maha Tinggi sebagai realitas tuhan tertinggi mereka. Tidak diketahui asal usulnya penduduk Ur Salem menyebut tuhan tertingginya adalah EL, sedang Kitab Kejadian tidak mengkisahkan nabi Ibrahim pernah berdakwah di Ur Salem dan memperkenalkan ajaran tauhid dengan EL sebagai satu-satunya tuhan. Tidak ada tuhan selain Ellohim.

Terdapat kisah yang hilang dari asal usul Ur Salem yang akhirnya menjadi kota penting bagi dunia. Fakta sejarah dari al Kitab baik Taurat dan Al – Qur’an juga memberikan tempat khusus bagi Ur Salem atau Yerusalem.

H. Meninggalnya Nabi Ibrahim, Ismael dan Ishak

Kitab Kejadian mengkisahkan, suatu saat, Nabi Ismael bermaksut pergi ke Hebron untuk menengok ayahnya. Sebelum mengunjungi ayahnya, Nabi Ismael lebih dahulu berkunjung ke Bersyeva ke tempat tinggal Nabi Ishak untuk diajaknya bersama-sama mengunjungi ayahnya. Tentu Nabi Ibrahim sangat senang dikunjungi anak-anaknya. Apalagai dengan Nabi Ismael sudah sangat lama tidak pernah bertemu. Diperkirakan pertemuan ini terjadi sekitar 65 tahun setelah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismael membangun kembali Ka’bah di Mekkah. Jadi, tentu pertemuan ini merupakan pertemuan yang sangat berarti bagi Nabi Ibrahim dengan seluruh keluarganya. Nabi Ibrahim kemudian memanggil seluruh anak-anaknya dari istrinya yang lain yaitu dari Ketura dan Hajur. Pada kesempatan tersebut, Nabi Ibrahim kemudian berpesan kepada anak-anaknya dan membagikan harta untuk diwariskan kepada anak-anaknya.

Tidak lama setelah pertemuan itu, Nabi Ibrahim kemudian meninggal dan dikuburkan oleh anak-anaknya di samping kubur Sarah di gua Makphela. Peristiwa ini jika diperhitungkan berdasar ayat-ayat Taurat di kitab Kejadian maka meninggalnya Nabi Ibrahim terjadi pada sekitar tahun 1990 SM pada saat umur Nabi Ibrahim sekitar 175 tahun. Yaitu ketika Nabi Ismael berusia sekitar 90 tahun dan Nabi Ishak berusia sekitar 76 tahun.

Baca Juga:

Setelah menguburkan ayahnya, Nabi Ismael kemudian kembali ke Bakkah. Sangat mungkin nabi Ismael masih sempat menikahkan anaknya yang perempuan yaitu Basmat (nama lainnya adalah Mahalat) dengan keponakannya yaitu anak Nabi Ishak saudara kembar Ya’cub yaitu Esau. Sekitar 47 tahun setelah kematian Nabi Ibrahim atau ketika Nabi Ismael mencapai usia 137 tahun, Nabi Ismael meninggal di Bakkah dan dikubur disamping Ka’bah.

Sedang Nabi Ishak, pada masa tuanya kembali ke Hebron. Pada umur sekitar 180 tahun, ketika Esau dan Ya’cub telah berkumpul di Hebron yang datang dari tempat tinggalnya masing-masing, Nabi Ishak meninggal. Sebelumnya Ribka telah meninggal terlebih dahulu. Nabi Ishak maupun Ribka oleh anak-anaknya dikubur di dekat kubur Nabi Ibrahim dan Sarah di dalam gua Makphela di kota Hebron.

Foto penulis di Masjid Ibrahim Al – Khalil Hebron.




Koleksi foto Agus Mualif.
Di bagian dalam Masjid Al – Khalil, terdapat bangunan rumah kecil sebagai tanda terdapat maqam Nabi Ibrahim dan Sarah, Nabi Ishaq dan Ribka, Nabi Ya’cub dan Lea. Kubur beliau sumuanya ada dibawah masjid, yaitu di gua makhpela.

Catatan: Beberapa nama sebelum Nabi Ibrahim bisa berarti nama sebuah suku, misal suku Terah, suku Serug, suku Rehu,dst.

III. Nabi Ya’cub dan Nabi Yusuf

A. Ya’cub dan Esau

1. Kelahiran Ya’cub dan Esau.

Sebagai anugerah kepada Nabi Ibrahim, Allah mengutus malaikat – malaikat untuk menemui Nabi Ibrahim sebagaimana yang difirmankan Allah kepada Nabi Muhammad yang termuat pada Qs Hud 69 – 73 :

Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan “Selamat”.Ibrahim menjawab “Selamatlah”,maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang.

Maka tatkala dilihatnya tangan mereka (malaikat malaikat) tidak menjamahnya Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka.Malaikat itu berkata “Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat malaikat) yang diutus kepada kaum Luth”.

Dan istrinya (Sarah) berdiri disampingnya lalu dia tersenyum, maka Kami sampaikan kepadanya kabar gembira tentang tentang (kelahiran) Ishak dan sesudah Ishak (lahir pula) Ya’cub.

Istrinya berkata “ Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamiku dalam keadaan yang sudah tua pula. Sesungguhnya ini benar benar suatu yang sangat aneh. Para malaikat itu berkata, “ Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah (itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan – Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlul bait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah.

Nabi Ibrahim bukan sekedar diberikan anak dan cucu, tetapi juga anak dan cucu yang diangkat menjadi rasul yang dijelasakan Qs Maryam 49, dan Qs Al – Anbiya 72 – 73 sebagai berikut :

Qs Maryam 49 menyatakan: maka Ketika Ibrahim sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya Ishak dan Ya’cub. Dan masing masing kami angkat sebagai nabi.

Qs Al – Anbiya 72 – 73 menyatakan : Dan kami telah memberikan kepadanya (Ibrahim) Ishaq dan Ya’cub sebagai suatu anugerah (dari Kami), dan masing masing Kami jadikan orang orang yang saleh. Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebaikan, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kami lah mereka selalu menyembah.

(Bersambung …….)

EDITOR: REYNA







banner 468x60