Agus Mualif: Para Rasul Dalam Peradaban (Seri-37)

Agus Mualif: Para Rasul Dalam Peradaban (Seri-37)
Agus Mualif Rohadi




Oleh : Agus Mualif Rohadi

V. Nabi Musa, Harun, Bani Israel Pulang ke Baitul Maqdish

Kemudian Allah memerintahkan kepada nabi Musa dan Harun untuk memperingatkan Fir’aun dan agar memenuhi permintaan nabi Musa terhadap bani Israel, yang jika tidak dipenuhi akan muncul wabah belalang yang akan menghancurkan pohon dan tetumbuhan yang tersisa yang masih hidup setelah diserang hujan es.Kali ini orang yang menyembunyikan keimanannya di keluarganya juga ikut menyarankan agar memenuhi tuntutan Musa sehingga Mesir terhindari dari kehancuran.Namun Fir’aun tetap tidak memperhatikannya.Maka kemudian Wilayah Mesir di serbu belalang yang sangat banyak yang menutupi semua hal yang ada diatas tanah. Fir’aun kembali menemui Musa dan mengaku dosa dan minta agar wabah belalang tersebut dihilangkan.

Namun setelah wabah belalang berlalu, Fir’aun kembali ingkar janji. Kemudian wilayah Mesir dilanda gelap gulita beberapa hari, namun hal tersebut tidak menggoyahkan hati raja. Setelah selesai hari hari tidak ada matahari dan tidak ada cahaya, nabi Musa tidak lagi mau menemui raja. Tiba tiba Penduduk Mesir dilanda peristiwa setiap anak sulung meninggal termasuk anak sulung Meremptah. Masyarakat Mesir yang semakin ketakutan kemudian menemui bani Israel dan memberikan barang barang berharga termasuk emas kepada penduduk bani Israel, dengan harapan nabi Musa dan Harun tidak lagi mendatangkan musibah bagi mereka.

Mengenai musibah dan wabah yang melanda bangsa Mesir, Al – Qur’an dalam Qs Al – ‘Araf 130 – 135, Qs Az Zukhruf 49 – 50 menceritakan secara sepintas dan tidak detil sedang Kitab Keluaran 7 : 14 – 24, 8 : 1 – 32, 9 : 1 – 35, 10 : 1 – 29, 11 : 1 – 9, menceritakan secara detil.

Namun Meremptah, para pembesarnya dan sebagian kaumnya tetap bersikap angkuh, sombong dan tetap memperlakukan bani Israel sebagai bangsa budak bangsa Mesir yang menghamba kepada mereka. Musibah apapun yang menimpa mereka, tidak membuat mereka menjadi orang yang beriman sesuai anjuran Nabi Musa dan Harun (Qs Al – Mukminun 46 – 47). Bencana sebagai bukti yang diancamkan nabi Musa kepada mereka justru dipakai untuk menyalahkan nabi Musa yang dianggap akan menghancurkan bangsa Mesir. Mereka menyatakan bukti apapun yang dibawa Musa tetap dianggap sebagai sihir dan tidak akan membuat mereka beriman kepada Allah dan Musa. Hari raya Paskah Bani Israel yang harus diperingati setiap tahun.

Riwayat munculnya hari raya Paskah bagi bani Israel adalah terkait dengan Allah akan menghukum bangsa Mesir dengan kematian semua anak sulung manusia maupun binatang milik bangsa Mesir. Kitab Kejadian 12 : 1 – 28 mengkisahkan, beberapa hari sebelum anak sulung dimatikan Allah menyampaikan firman kepada nabi Musa Harun sebagai berikut: Hari raya Paskah adalah hari keempat belas sampai hari ke dua puluh satu pada bulan Nissan yaitu hari dan bulan jatuhnya hukuman Allah pada bangsa Mesir dengan dimatikannya anak sulung manusia maupun binatang pada malam pertama hari Paskah setelah anak domba jantan disembelih. Pada senja hari sebelum anak sulung dimatikan, setiap keluarga bani Israel harus menyembelih seekor anak domba atau kambing jantan yang tidak boleh cacat.Darah sembelihan harus di disapukan ke bagian atas dua tiang pintu rumah agar anak sulung bani Israel tidak ikut menjadi kurban.

The Jerusalem Connection, bani Israel mengoleskan darah hewankurban ke tiang (kusen) pintu rumah agar anak sulung merekaterhindar dari kematian.

Anak domba sembelihan harus dibakar atau dipanggang dari kepala sampai kaki termasuk isi perutnya, dan tidak boleh direbus dalam air. Sayur yang boleh dimakan adalah sayur pahit. Ketika makan, bani Israel harus mengikat pinggangnya, memakai kasut kaki sambil tangannya memegang tongkat. Memakannya harus dengan roti beragi dan memakan dengan cepat. Bila masih ada daging yang masih tersisa pada pagi harinya sisa daging harus dibakar sampai habis.

Pada malam pertama hari Paskah Bani Israel tidak boleh keluar rumah.Hari selanjutnya sampai hari ke dua puluh satu selama tujuh hari, bani Israel harus makan malam dengan roti tanpa beragi, dan dirumah tidak boleh disimpan ragi sejak hari pertama hari raya Paskah. Pada hari pertama maupun hari ketujuh bani Israel harus melakukan pertemuan kudus dan tidak boleh bekerja dan hanya menyediakan makanan yang perlu dimakan saja untuk setiap orang.

Bangsa asing, bangsa diluar bani Israel tidak boleh makan makanan Paskah. Budak hanya boleh makan makanan Paskah jika telah disunat. Daging makanan Paskah tidak boleh dibawa keluar rumah bahkan satu tulangpun tidak boleh dibawa keluar rumah. Apabila ada orang asing telah menetap pada bani Israel, bisa makan daging Paskah bila telah disunat dan dianggap sebagai orang asli bani Israel. Semua orang yang belum bersunat tidak boleh makan daging Paskah.

Kitab Keluaran 13 : 13 – 16, juga menjadi ketetapan bagi bani Israel bahwa setiap anak sulung laki laki yang lahir harus ditebus dengan kurban domba dengan diupacarakan seperti hari raya roti tidak beragi yaitu seperti memperingati hari raya paskah, karena hal itu telah dilakukan oleh nabi Musa. Selain itu penebusan itu juga sebagai bentuk syukur atas keluarnya bani Israel dari perbudakan oleh bangsa Mesir dan memperingati hari dimana setiap anak sulung di Mesir dimatikan oleh tuhan sedang anak sulung bani Israel terhindar dari kematian pada masa Nabi Musa.

Bersambung ke halaman berikutnya




http://www.zonasatunews.com/wp-content/uploads/2017/11/aka-printing-iklan-2.jpg></a>
</div>
<p><!--CusAds0--><!--CusAds0--></p>
<div style=