Agus Mualif: Para Rasul Dalam Peradaban (Seri-39)

Agus Mualif: Para Rasul Dalam Peradaban (Seri-39)
Agus Mualif Rohadi




Oleh : Agus Mualif Rohadi

V. Nabi Musa, Harun, Bani Israel Pulang ke Baitu Maqdish.

Meremptah melihat bani Israel yang sudah sangat dekat membuatnya ingin dengan segera menyerang dan menghabisi bani Israel. Nafsunya yang sudah menggelagak hingga ke ubun ubun, membuat akalnya hanya melihat bahwa kesempatan untuk melenyapkan bani israel sudah didepan matanya dan tangannya ingin segera mengayunkan pedangnya untuk menebas musuhnya. Allah telah mendekatkan jarak dirinya dengan bani Israel sehingga yang ada dalam dirinya hanya nafsu angkara yang ingin segera menuntaskan perkerjaan, sehingga telah membekukan akalnya.

Tidak lama kemudian datang wahyu kepada nabi Musa agar memukulkan tongkatnya kelaut. Maka dengan segera Nabi Musa melepaskan diri dari kerumunan kaumnya kemudian berlari ke laut. Kaumnya menjadi bingung melihat perbuatan nabi Musa seperti mau menceburkan dirinya ke laut. Mereka mungkin mengira Nabi Musa mau bunuh diri dengan mencebur ke laut. Namun tepat di bibir air laut, mereka menyaksikan nabi Musa tegak berdiri dan mengangkat tinggi tingi tongkatnya, kemudian meneriakkan nama Elloh, dipukulnya air laut dengan keras. Tiba – tiba air laut bergerak hebat kemudian terbelah. Terlihat pemandangan yang luar biasa yang tidak pernah terpikirkan oleh siapapun untuk melihat pemandangan seperti itu.

Titikdua.net Lukisan mukjizat nabi Musa dengan pukulan tongkatnya membelah laut dan air laut membentuk dinding air sedang dasar laut menjadi kering, dan kemudian menyeberang laut.




Tentu perintah seperti itu tidak dapat diduga oleh siapapun, bahkan tidak diduga oleh nabi Musa dan nabi Harun. Angin timur yang sangat keras menyibak air laut sehingga membentuk dua bagian gunungan air. Sedang dasar laut menjadi jalanan yang kering hingga bisa dilalui. Sejenak pemandangan tersebut menjadikan bani Israel terpana, terpesona dan tidak percaya. Namun kemudian terdengar teriakan Nabi Musa memanggil dan memerintahkan agar bani Israel menyeberang melalui jalan dari belahan laut tersebut (Qs Asy – Syu’ara 60 – 64, Qs Thaha 77). Mereka berjalan di tengah tengah gunungan air dengan heran, bercampur takut namun lama kelamaan menjadi kegembiraan luar biasa dan semangat mereka menjadi membara.

https://id.pinterest.com/ Lukisan bani Israel menyeberangi laut merah, dipimpin nabi Musa.

1. Fir’aun tenggelam jasadnya diselamatkan.

Meremptah dan tentaranya tentu juga menyaksikan pemandangan yang sangat luar biasa tersebut. Mereka juga pasti terheran heran dan tidak percaya denga apa yang dilihatnya. Namun mereka melihat bani Israel terus berjalan ditengah gunungan air laut, dan tidak terjadi apa apa pada orang orang yang sedang dikejarnya tersebut. Meremptah tidak mengetahui bahwa air laut yang tersibak dan terbelah membentuk dua gunung air yang dipisahkan bentangan jalan sampai kesebarang adalah akibat ayunan tongkat mukjizat Musa yang bisa membahayakan dirinya dan para balatentaranya. Namun nafsu membunuhnya membuatnya menjadi lupa bahwa selama di Mesir, nabi Musa dan nabi Harun telah menunjukkan berbagai macam mukjizatnya yang membuat dirinya dan rakyatnya banyak mengalami kesulitan. Mereka lupa bahwa anak anak sulungnya juga mati karena mukjizat nabi Musa. Yang ada dalam benak Meremptah justru membalas kematian para anak sulung rakyat Mesir.

BACA JUGA:

Dilihatnya bani israel semuanya telah berada dijalan diantara gunungan air, dan dilihatnya tidak terjadi apa apa pada rombongan sangat besar berjumlah satu juta lebih orang tersebut. Tanpa dipikir lagi, Meremptah segera memerintahkan bala tentaranya mengejar rombongan bani Israel dan dia ikut menghambur bersama balatentaranya yang jumlahnya mencapai ratusan ribu orang, beserta tentara berkuda dan kereta perangnya. Rombongan terakhir dari Meremptah adalah rombongan logistik dan ternak sembelihan yang jumlahnya juga sangat besar pula. Pasti hal itu merupakan pemandangan luar biasa yang tiada duanya dan tidak
akan pernah terulang lagi. Meremptah juga lupa bahwa telah terjadi banyak bencana dan wabah yang menimpa bangsa Mesir sebagai hukuman Tuhannya Musa. Hanya dengan do’a Musa kemudian hukuman itu berhenti.

Ketika pantai telah cukup jauh dilalui hingga barisan depan telah melampaui setengah perjalanan menyeberang, tiba – tiba gerak bala tentara Fir’aun melambat karena jalan yang semula mudah dilalui oleh bala tentara Fir’aun tiba tiba melembek berair menyulitkan jalannya kuda, kereta perang dan balatentara yang berjalan kaki juga ikut melambat. Dua rombongan besar ini jaraknya mulai menjauh.

Nasional.kompas.com Lukisan bagian depan rombongan bani Israel sampai di seberang pantai timur laut merahsetelah menyebarang.

Sebagian orang dari barisan paling belakang balatentara Fir’aun mungkin mulai sadar bahwa Tuhan bani Israel telah ikut berperang membantu bani Israel, kemudian sebagian tentara bagian belakang dengan tanpa menunggu datangnya perintah bergegasberbalik arah kembali menuju pantai. Awalnya sedikit yang berbalik, namun kemudian semakin banyak tantara Meremptah yang berbalik arah. Meremptah meskipun marah melihat sebagian tentaranya balik arah namun tidak dapat berbuat apapun untuk memanggil kembali. Nafsunya tidak dapat melihat bahwa sedang terjadi keajaiban perintah tuhan yang menggerakkan malaikatnya menyibak laut yang berlangsung didepan matanya.

Akhirnya, ujung rombongan bani Israel sudah berada di daratan seberang, dan tidak lama kemudian semua rombongan bani Israel dan seluruh ternak gembalaannya telah naik ke daratan tinggal rombongan Meremptah yang masih berada di jalan dengan gunungan air laut disamping kiri kanannya, sedang di pinggir laut nabi Musa menunggu firman Allah untuk perintah berikutnya.

Tidak lama kemudian, turunlah perintah untuk mengayunkan tongkatnya ke pinggir laut tersebut. Maka dengan segera nabi Musa menuju bibir pantai. Meremptah dan tentaranya tentu melihat bahwa nabi Musa justru berjalan kearah mereka. Mereka kemudian melihat nabi Musa kemudian mengangkat tinggi tinggi tongkatnya. Meremptah dan tentaranya tentu tidak mengerti apa yang akan diperbuat nabi Musa. Namun sejenak kemudian terdengar teriakan nabi Musa menyebut nama Elloh, dan kemudian diayunkannya tongkatnya memukul bibir pantai. Tiba tiba gunungan air itu kemudian turun sangat deras dengan suara bergemuruh menelan Meremptah, para pembesar istana, balatentara serta seluruh harta benda yang menjadi perbekalan logistiknya.

(bersambung …………..)

EDITOR: REYNA







banner 468x60