Agus Mualif : Beleid Israel Dalam Perang Wilayah Dan Agama (bagian empat)

Agus Mualif : Beleid Israel Dalam Perang Wilayah Dan Agama (bagian empat)
Penulis (Agus Mualif) berfoto ditengah tengah antara Masjid Kubah Batu dan Masjid Qibli




Penulis : Agus Mualif Rohadi

4. Perpecahan, perbudakan Israel – yahudi diaspora, dan penghancuran Haikal Sulaiman.

Namun setelah di tinggal Salomo, kerajaan Israel pecah, diawali oleh perebutan kekuasaan dua anak Salomo yaitu antara Yerobeam anak nabi Sulaiman dari ibu bani israel berkedudukan di Samaria didukung 10 suku bani Israel melawan Rahbeam anak nabi Sulaiman dari ibu suku Yebus berkedudukan di Yerusalem didukung 2 suku bani Israel yaitu suku Yehuda dan suku Benyamin didukung suku Yebus. Tiga suku ini kemudian menyebut identitas kerajaannya dengan kerajaan Yuda, dan menyebut identitas kebangsaannya dengan sebutan bangsa Yahudi. Penyebutan untuk membedakan dengan 10 suku bani israel lainnya yang tetap menggunakan identitas kerajaan israel.




Kerajaan Israel jadi lemah. Awalnya Mesir menyerang Samaria, Yerobeam melarikan diri namun Mesir hanya bermaksud merampok setelah itu pergi dan Yerobeam kembali lagi. Beberapa puluh tahun kemudian, pada tahun 720 kerajaan israel ditaklukkan oleh suku Assiria secara lebih kejam. Raja assiria, Sargon memperbudak bani Israel, penduduk yang kuat dibawa ke asia kecil. Peristiwa ini juga menjadi awal munculnya diaspora israel yang akhirnya benyak menyebar ke eropa hingga ke britania. Penaklukan oleh Sargon ini menghapus peta kerajaan Israel dari peta dunia saat itu dan menjadi wilayah assiria. Kota Samaria diisi penduduk baru yang didatangkan dari wilayah lain, demikian pula raja di Samaria didatangkan dari assiria.

 

Kerajaan Serikat Salomo terpecah, dengan Yerobeam memerintah seluruh Kerajaan Israel Utara (warna hijau pada peta)

Pada masa assiria dikuasai oleh bangsa Khaldea yang dipimpim raja Nebukadnezar, tentaranya dikirim kembali untuk menguasai wilayah yang sempat lepas karena adanya perebutan kekuasaan. Kali ini ditambah dengan penaklukan Yerusalem dianggap menjadi wilayah penting untuk direbut. Tentara Khaldea mengepung benteng kota kerajaan Yuda sehingga membuat penduduk kota kelaparan dan akhirnya raja Yuda saat itu, Yoyakin menyerah. Sekitar 10.000 penduduk Yerusalem laki dan perempuan yang masih kuat diboyong ke Babilonia untuk diperbudak. Nebukadnezar mengangkat paman Yoyakin , yaitu Zedekia sebagai raja Yerusalem yang harus mengirim upeti ke Babilonia. Namun beberapa tahun kemudian, Zedekia memberontak. Nebukadnezar mengirim tentara lagi mengepung Yerusalem. Ketika Zedekia tidak mampu mengalahkan kepungan dan ketika kelaparan telah melanda Yerusalem, Zedekia melarikan diri, dan dikejar. Hukuman untuk Zedekia sangat berat, anak anaknya dihukum mati dihadapannya setelah itu matanya dicungkil kemudian dibawa ke Babilonia bersama sama penduduk yang masih kuat untuk diperbudak.

Istana dihancurkan demikian pula Haikal Sulaiman dihancurkan untuk yang pertama kalinya hingga menjadi onggokan onggokan batu. Peristiwa ini terjadi pada sekitar tahun 587 SM. Dalam penghancuran itu, tabut perjanjian dan taurat turut menghilang. Pada masa perbudakan kaum yahudi yang cukup panjang oleh bangsa Khaldea, hal ini menjadi awal munculnya yahudi diaspora yang berkembang di asia tengah hingga ke Rusia. Sudah menjadi hukum saat itu, penaklukan suatu bangsa atas bangsa lain, ditandai dengan penghancuran istana kerajaan, dan kuil atau rumah tuhan serta memperbudak bangsa yang dikalahkan.

Saat itu, Yerusalem hanya tersisa dihuni oleh laki laki dan wanita tua serta anak anak. Namun Allah mengirim Nabi kepada mereka yaitu Nabi Yehezkiel yang berasal dari tempat yang agak jauh dari Yerusalem.

Sebelum ke Yerusalem, Yehezkiel menerima wahyu bahwa Allah akan menghancurkan mezbah mezbah tempat pemujaan berhala yang berada di Haikal Sulaiman. Hukuman YaHWeH dijatuhkan karena bangsa Yuda telah berpaling dari YaHWeH. Jauh hari Allah telah mengirim nabi kepada bangsa yudha, mengingatkan bangsa Yudha agar kembali kepada Allah. Namun setelah kepergian nabi, bangsa yudha kembali terperosok kedalam kemusyrikan. Dan sekarang hukuman yang akan diterima bangsa yudha akan terasa sangat berat, Allah mengirimkan bangsa lain untuk menghukum bani Israel yang telah tersesat.

Reruntuhan tangga menuju Haikal Sulaiman. Bandingkan besar orang dengan besar batu pada foto.

Ketika hukuman telah jatuh, bani Israel mengalami keterpurukan, Yehezkiel diprintah Allah untuk memberikan harapan dan memperbaharui kehidupan bangsa yudha sebagai wujud kasih sayang Allah kepada bani israel.

(Bersambung ke bagian 5).







Tags: ,
banner 468x60