Catetan Babe Ridwan Saidi (23): Barat Berkacalah

Catetan Babe Ridwan Saidi (23): Barat Berkacalah
Ridwan Saidi, Budayawan




Oleh : Ridwan Saidi, Budayawan

 

Menanggapi tulisan saya dalam serial WA tentang LCS, seorang teman merespon dengan WA seperti betikut:.

Saya ingat pertengahan thn 1980-an, teman yang baru pulang ambil Master di Harvard berbicara menjelaskan tentang Globalisasi, dia menggunakan term the Nature of Globalisation sebagai pembenaran atas exodusnya Industri US & Eropa ke China.

Waktu itu saya tanya: Bukankah memindahkan Industri ke negara lain dgn alasan buruh Cina lebih murah (demi keuntungan yg lebih besar) adalah suatu perbuatan penghianatan kaum kapitalis ke national interestnya?

Waktu itu semua melihat saya seakan saya orang yang sangat goblok dan nora, si pembicara tdk menjawab pertanyaan saya, dia cuma bilang: “Dari pertanyaanmu saya bisa menilai betapa dangkal pemahamanmu”.

Saat itu saya merasa seperti monyet salah kandang.

Dan selanjutnya dgn ber-busa2 dia meng- advokasi jargonnya deregulasi.

Dan setelah kunjungan2 saya ke Eropa & Amerika selama sepuluh-dua puluh tahun setetah itu, saya menyaksikan betapa industri2 di negeri2 itu meredup dan akhirnya sirna, bangunan Industri dan Gudang2 kosong melompong dan di- alih fungsikan, begitu juga usaha2 supportivenya sperti transportasi barang dan orang drop.

Kini setelah sekian lama berlangsungnya proses alih teknology & transfer-skill, China sudah mumpuni utk bertarung sebagai competitor di pasar dunia untuk jenis barang2 Eropah & Amerika yang diproduksi di Cina. Competitive in quality & price.

Dunia pun terbalik Negara2 yg dulu mensponsori Free trade sekarang berbalik jadi sponsor National Protection trade dan dulu mereka yg selalu tampil sebagai economic advisor bagi negara underdeveloped mulai ter-mehek2.




Catetan RS:

1. Tindakan memindahkan industri ke China salah berlebihan, walau industrialis diuntungkan, tapi ‘kan copy right produk jadi tak berarti karena China dengan mudah tiru produk2 Barat. Sehingga timbul pertanyaan apa sebenarnya yang diharapkan USA dan negara2 Barat dari China.

USA hubungan baik dengan China sejak periode Presiden Jimmy Carter 1974 sampai akhir periode Presiden Bush Jr 2008. Tidak kurang dari 34 tahun. Pada masa2 inilah negara Arab dan Islam, juga umat muslimin di sejumlah tempat termasuk Indonesia mengalami kesulitan. Jewish lobby pun perannya makin hebat di pentas dunia.

2. Butir 1 di atas sepenggal sejarah masa lalu yang sepertinya USA sudah menyadari sejak era Presiden Trump 2016-2020, yang sebelumnya masa transisi pada era Obama I dan di periode II menyisakan sebuah pertanyaan mengapa Menlu Hillary menjabat separuh masa saja.

Kebijakan polugri (politik luar negeri, red)Trump lanjut pada masa Presiden Joe Biden. Keduanya berbeda partai tapi kebijakan polugri berkesinambungan. Lalu siapa power holder? Tampaknya Jewish tersingkir dari forum ini sejak Trump.

Polugri USA berubah terhadap China mau pun Israel. Ini fakta yang merupakan sintesa dialektika sejarah yang kemudian memunculkan rencana memerangi China di LCS sebagai antitesa. (RSaidi)

EDITOR : REYNA







banner 468x60