Catetan Babe Ridwan Saidi (24): Hikayat Tanah Hindia dan Neo Imperialisme China

Catetan Babe Ridwan Saidi (24): Hikayat Tanah Hindia dan Neo Imperialisme China
Ridwan Saidi, Budayawan




Oleh : Ridwan Saidi, Budayawan 

Ik ben nieuwsgierig voor long long time. Karena rasa ingin tau kenapa pakar2 jenaka claim bangsa India awal kali masuk Andunisi. Rasa ingin tau terobat gara2 (gegara apa ya, ongol2?) Seorang sobat muda bertanya, bukankah nama negeri kita Hindia dari nama bangsa India?

Kya aap jantehe? Tahukah anda?
Nama Hindia untuk Indonesia methatesis dari Indie (baca: Indiye) yang artinya samudera di antara dua samudera Antartik dan Pacific. Indie letterljk somewhere in between. Hindia untuk Andunusi sebutan karya VOC. Indie tak ada kaitannya dengan bangsa India.

Neo Imprtialisme China telah mencaplok Tibet, Manchuria, Mongolia, Turkmenistan timur.




Seorang sobat, yang enggan namanya disebut yang saya duga karena ia tergolong ummat yang tawadhu ‘ala mutawadhi, rajin mendalami secara detil neo Imperialialisme China mencatat:

China sudah pegang  kendali mayoritas atas jaringan listrik nasional LAOS.

TAJIKISTAN harus menyerahkan wilayah yang disengketakan ke China sebagai pengganti pengampunan utang.

Pulau-pulau strategis MALADEWA di Samudra Hindia dan Kepulauan Solomon di Pasifik Selatan sudah diakuisi China.

Tahun 1950-an setelah perang Kores, Jenderal Douglas McArthur mengingatkan Presiden Theofore Rosevelt akan bahaya China ke depan. McArthur menyarankan China dan KorUt dihabisi saja, Rosevelt menolak.

Tulisan Andre Gromyko di Washington Post kemudian hanya menguatkan McArthur saja.

Indonesia harus total hutang2 dengan China berikut persyaratan masing2, agar kita dapat memprakira akibat yang paling buruk jika gagal bayar. RSaidi

EDITOR : REYNA 







banner 468x60