Catetan Babe Ridwan Saidi (26): Het Kantoor voor Inlandsche Zaken dan Kementerian Agama

Catetan Babe Ridwan Saidi (26): Het Kantoor voor  Inlandsche Zaken dan Kementerian Agama
Ridwan Saidi, Budayawan




Oleh : Ridwan Saidi, Budayawan

Snouck Hurgronje diangkat sebagai penasehat pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1898 dan kembali ke negeri Belanda pada tahun 1924. Selama itu ia berpikir bagaimana melemahkan kekuatan Islam tanpa kekerasan. Saran Snouck, ibadah Islam fasilitasi, politik tindas.

Dalam time frame Snouck di Indonesia dikeluarkan Ordonantie Kawin Bercatat yang mengatur administrasi NTR. Ini soal managemen, maka dibentuk Het Kantoor voor Inlandsche Zaken. Kantor Urusan Pribumi KUP. KUP meluaskan wewenangnya dengan mengatur pembangunan dan celengan mesjid.

BACA JUGA :

KUP lalu masuk ke urusan haji. Pendaftaran dan setoran langsung ke KUP. Untuk angkutan laut KUP kerjasama dengan angkutan laut Kongsi Tiga. Setelah pulang haji. Petugas2 KUP di pelabuhan melakukan test. Lolos test boleh pakai gelar dan busana haji.




Secara administratif KUP masih jalankan fungsinya terutama Kantor Pengulu di jaman Jepang. Seorang pengulu di Gg Pengulu, Krukut, atas pertanyaan saya berkata, bukan maen deh ramenye orang kawin di jaman Jepang. Kewalahan ane.

Di tahun 1946 muncul desakan agar ada kementrian yang melanjutkan administrasi kegiatan pelaksanaan hukum keluarga dalam Islam dan organisasi perjalanan haji.

BACA JUGA :

Gagasan ini disepakati Perdana Mentri Sutan Syahrir dan diangkatlah Dr Rasyidi, Masyumi, sebagai Mentri Agama yang pertama dalam Kabinet Syahrir II tahun 1946.

Polemik yang berkembang selama ini tentang Kementerian Agama bersifat a-histori. (RSaidi)

EDITOR : REYNA







banner 468x60