Novel Terbaru Dr Muhammad Najib: “Jalur Rempah Sebagai Jembatan Timur dan Barat” (Seri-33): Menelusuri Asal Muasal Rempah di Dunia

Novel Terbaru Dr Muhammad Najib: “Jalur Rempah Sebagai Jembatan Timur dan Barat” (Seri-33): Menelusuri Asal Muasal Rempah di Dunia
Dr Muhammad Najib, Duta Besar Indonesia untuk Spanyol dan UNWTO

', layer: '

IKLAN BUKU PAK DUBES

'} ];




Novel “Jalur Rempah Sebagai Jembatan Timur dan Barat” karya Masterpiece Dr Muhammad Najib ini terinspirasi dari kisah Jalur Sutra atau Tiongkok Silk Road, yang kini muncul kembali dalam bentuk baru: One Belt One Road (OBOR) atau Belt and Road Initiative (BRI).

Penulis yang saat ini menjabat sebagai Duta Besar RI Untuk Kerajaan Spanyol dan UNWTO ini meyakini, Indonesia sebagai Jamrud Katulistiwa ini sebenarnya juga memiliki warisan sejarah yang bernilai. Sayangnya, kita belum mampu mengapitalisasi warisan leluhur yang dimiliki, seperti yang dilakukan Tiongkok, meski peluang Indonesia sama besarnya.

Novel ini sendiri merupakan fiksi murni. Di sini, penulis mencoba mengangkat fakta-fakta sejarah, diramu dengan pemahaman subjektif penulis sendiri terhadap situasi terkait.

Ada berbagai peristiwa sejarah di masa lalu, yang seakan terjadi sendiri-sendiri dan tidak saling berkaitan. Maka dalam novel ini, penulis berupaya merangkai semua dengan menggunakan hubungan sebab-akibat. Sehingga Novel ini menjadi sangat menarik. Ceritanya mengalir, kaya informasi, dan enak dibaca. Selamat membaca dan menikmati.



Foto Ilustrasi: Jalur Sutra (garis merah), jalur Rempah (garis biru)

**********************************************************

SERI-33

Menelusuri Asal Muasal Rempah di Dunia

 

“Cengkeh merupakan tanaman asli dari kepulauan Maluku, belakangan Pala juga sangat disukai”, kataku.

“Bagaimana dengan jenis rempah-rempah lainnya ?”.

“Indonesia memiliki tanah yang luar biasa subur, setelah para pedagang asal Arab dan India menetap di Indonesia, mereka juga mencoba untuk membawa berbagai macam bibit yang di bawa dari berbagai tempat nun jauh, ternyata sebagian besar bisa tumbuh dan hasilnya lebih baik dari tempat asalnya”.

“Contohnya ?”.

“Kunyit, Kayu Manis, Merica, dan banyak lagi”.

“Sedangkan yang tidak bisa tumbuh di Indonesia ?”.

“Saffron !”.

“Setelah membaca dan meneliti hampir dua tahun, adakah gagasan yang muncul terkait dengan rempah-rempah?”.

“Ada !”, jawabku dengan mantap.

“Bisa diutarakan ?”.

“Rempah adalah bahan alami yang memiliki nilai manfaat untuk penyedap makanan, kesehatan, kecantikan. Kini bangsa Eropa sebagai masyarakat global ingin kembali hidup secara alami yang diyakini merupakan cara hidup yang lebih sehat, karena itu bahan-bahan yang berasal dari rempah-rempah menjadi bahan alami semakin menarik. Karena itu rempah menjanjikan keuntungan ekonomi yang sangat besar seperti di masa lalu”

.“Menurut Anda bagaimana memulainya ?”.

“Eropa memiliki teknologi dan pusat-pusat riset yang hebat, sementara Kami memiliki alam yang luas dan pekerja lapangan yang banyak. Dengan bekerjasama Kita bisa saling melengkapi sehingga akan memberikan keuntungan bersama”.

“Bagiamana saudara sampai pada gagasan seperti ini ?”.

“Ada beberapa contoh yang bisa dijadikan rujukan, Indonesia punya coklat akan tetapi produsen coklat terkenal ada di Swiss, begitu juga kopi merek kopi terkenal ada di Amerika Serkat dan Italia, Kami juga punya Vanilla dan banyak bahan-bahan alami yang bisa diolah untuk penyedap masakan, keperluan kesehatan, dan bahan dasar untuk kecantikan”.

“Tadi Anda hanya menyinggung produk makanan dan minuman, bagaimana dengan kesehatan dan kecantikan ?”.

“Di Indonesia untuk kesehatan dan kecantikan sudah cukup maju, khususnya di pulau Jawa dan Madura. Hanya saja sementara ini semua masih diolah secara tradisional dalam bentuk berbagai macam jamu. Perlu modernisasi yang ditopang dengan riset dan pabrik yang berbasis teknologi”, jawabku.

TERKAIT:

“Bisa diberikan beberapa contoh ?”.

“Di Jawa gadis-gadis yang menginjak remaja didorong secara rutin untuk meminum jamu agar fisiknya lebih singset, kulit bersih, dan badan sehat, termasuk menghilangkan bau badan dan bau mulut”

.“Sangat menarik !”

.“Lebih dari itu, untuk wanita yang baru melahirkan dianjurkan untuk meminum ramuan tertentu agar alat reproduksinya kembali seperti semula”.

“Apa namanya ?”.

“Jamu Sari Rapet”.

“Bisa menjadi seperti gadis lagi ?“

“Ya seperti gadis lagi, bukan menjadi gadis kembali”, komentarku sambil tertawa.

Usted pun tertawa juga mendengarnya sambil menoleh ke arah istrinya yang sedang sibuk di dapur.

“Jamu juga bisa menjadi obat awet muda”, kataku menambahkan sambil pamitan.

 

BERSAMBUNG

EDITOR: REYNA

Bagi yang berminat dengan karya-karya novel Dr Muhammad Najib dapat mencari bukunya di Google Play Books Store, melalui link dibawah ini:

Judul Novel: Di Beranda Istana Alhambra
https://play.google.com/store/books/details?id=IpOhEAAAQBAJ

Judul Novel: Safari
https://play.google.com/store/books/details?id=LpShEAAAQBAJ

Judul Novel: Bersujud Diatas Bara
https://play.google.com/store/books/details?id=WJShEAAAQBAJ

Buku-buku novel karya Dr Muhammad Najib juga bisa dibeli di Shopee melalui link: https://shopee/ks65np4

 




http://www.zonasatunews.com/wp-content/uploads/2017/11/aka-printing-iklan-2.jpg></a>
</div>
<p><!--CusAds0--><!--CusAds0--></p>
<div style=