ITS Berhasil Buat Prototype Penggerak Kereta Listrik Berdaya 150-300 KW

ITS Berhasil Buat Prototype Penggerak Kereta Listrik Berdaya 150-300 KW
Rektor ITS Joni Hermana menyalakan purwarupa penggerak kereta listrik yang diproduksi ITS, Jumat (8/3/2019) di Surabaya, Jawa Timur.




Sistem penggerak baru ini diklaim mampu menghasilkan daya sebesar 150 sampai 300 kW. Ini merupakan sistem penggerak terbesar yang pernah dibuat di Indonesia–Dr Muhammad Nur Yuniarto

Surabaya, Zonasatu News–Sebagai bentuk dukungan dan semangat PT.INKA dalam mengembangkan sistem penggerak kendaraan listrik dari produk riset dalam negeri, maka PT.INKA bekerjasama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS Surabaya) melalui Pusat Unggulan Iptek Sistem dan Kontrol Otomotif (PUI-SKO ITS) untuk melakukan riset sistem penggerak yang akan diaplikasikan pada tram (kereta) listrik.

Dalam rilisnya Pusat Unggulan Iptek Sistem dan Kontrol Otomotif (PUI-SKO ITS) menjelaskan, aplikasi system penggerak ini tidak hanya untuk kereta listrik, akan tetapi bisa digunakan untuk bis listrik ataupun kendaraan listrik lainnya yang memerlukan daya dan torsi yang besar.

“Tahapan selanjutnya adalah menguji ketahanan dan kehandalan dari system penggerak ini dalam aplikasi yang sebenarnya pada kereta listrik milik PT INKA,” katanya seperti dalam rilis yang diterima zonasatunews.com..

Hasil riset ini diserahkan kepada PT Industri Kereta Api untuk dikembangkan dalam pembuatan kereta listrik. Purwarupa sistem penggerak listrik itu diserahkan Rektor ITS Prof Joni Hermana kepada Direktur Teknologi dan Komersial PT Inka Agung Sedaju di Gedung Riset Mobil Listrik ITS , Jumat (8/3).

Sementara itu, Direktur Eksekutif PUI-SKO ITS Dr Muhammad Nur Yuniarto mengatakan, proyek yang menghabiskan waktu selama enam bulan itu merupakan satu langkah ke depan dari para engineer ITS dalam bidang pembuatan sistem penggerak.

Sebelumnya, kata Nur, sistem penggerak yang diproduksi tim engineer ITS hanya mampu menghasilkan daya maksimum sekitar 100 kiloWatt (kW), sedangkan sistem penggerak baru ini diklaim mampu menghasilkan daya sebesar 150 sampai 300 kW.

“Ini merupakan sistem penggerak terbesar yang pernah dibuat di Indonesia”, kata Nur.




Direktur Eksekutif Pusat Unggulan Iptek Sistem dan Kontrol Otomotif ITS Muhammad Nur Yuniarto

Terpisah, Dz. Arifuddin, Pengamat Inovasi Teknologi dari CENITS (Cente for Energy and Innovation Technology Studies) menyampaikan bahwa hasil-hasil riset yang dilakukan para peneliti di kampus-kampus perlu memperoleh dukungan dari semua pihak, mulai dari Pemerintah, Industri dan dukungan perguruan tinggi dan para alumninya, terutama dalam hal promosi.

“Di CENITS, kami senantiasa mengedepankan sinergi semua pihak agar saling menguatkan dan saling membesarkan. Sebagai anak bangsa kita harus terus membangun kesadaran, bahwa kita sudah jauh tertinggal inovasi dengan negara-negara lain. Mari kita tingkatkan dan saling mendukung inovasi dengan memberikan ruang bagi rekan-rekan di kampus untuk berkreasi dan kita bantu sesuai dengan kapasitas yang kita miliki,” katanya.

Dz Arifuddin, Peneliti CENITS

Dz Arifuddin menjelaskan, Industri Perkereta apian adalah industri yang padat teknologi, pada karya dan sangat prospektif di Indonesia.Sampai dengan saat ini negara yang menjadi produsen dalam bidang kereta api masih belum banyak, sedangkan pasar dan peluang di angkutan massal ini masih sangat luas. Terutama di Indonesia dan negara berkembang lainnya.

“Apalagi Moda angkutan transportasi ini sangat ramah lingkungan, efektif dan efisien serta relative aman dan tepat waktu dibanding angkutan jalan raya. Apalagi Moda transportasi massal dan barang ini sangat sesuai dengan kondisi Indonesia,” jelasnyaa.

 

 

 

 

 

 







Tags:
banner 468x60