Dicky E.Hindarto : Kembali Ke Efisiensi Energi

Dicky E.Hindarto : Kembali Ke Efisiensi Energi




Penulis : Dicky Edwin Hindarto

(Advisor for JCM Implementation in Indonesia dan JIRE Coordinator)

Hari ini tadi, kami, Jejaring Indonesia Rendah Emisi (JIRE) dan Yayasan Mitra Hijau yang bekerja sama dengan Masyarakat Konservasi dan Energi Efisiensi Indonesia (MASKEEI) telah mengadakan diskusi terfokus untuk Pengarusutamaan Efisiensi Energi pada Pembangunan Rendah Karbon Indonesia.

Dari judul kegiatan terbaca seakan di awang-awang, tapi sebenarnya tujuan kegiatan ini adalah untuk memberi masukan pada presiden kabinet mendatang pada kegiatan efisiensi energi di Indonesia. Hanya itu…

Sangat menyedihkan melihat selama berpuluh tahun efisiensi energi ini hanya sekedar target, gerakan seremonial, kampanye, gimmick, dan entah apa lagi. Tidak ada insentif maupun disinsentif yang membuat para pelaku dan pengguna energi melakukan efisiensi energi. Bahkan sangat jarang model pembiayaan yang secara khusus ditujukan untuk efisiensi energi.

Memang ada beberapa perusahaan dan industri yang sukses melakukan efisiensi energi, tapi itu lebih karena dorongan dari faktor eksternal seperti pembeli atau perusahaan induk yang mewajibkan mereka melakukannya. Satu dua perusahaan sukses melakukan upayanya sendiri, tapi sekali lagi tanpa upaya dan dukungan perbankan dan pemerintah yang memadai.




Dari sisi kebijakan, sudah ada peraturan pemerintah, kepres, inpres, maupun perpres untuk pelaksanaan. Tak kurang banyaknya peraturan menteri atau permen untuk pelajsanaannya. Tapi ironisnya banyak tata peraturan ini yang saling tabrakan dan bahkan ada malah yang tidak ramah terhadap kegiatan efisiensi energi!

Tak kurang dari 3 perintah langsung presiden JKW selama kurang dari 5 tahun ini. Jaman presiden SBY malah tak kurang dari 5 perpres, inpres kepres, pembentukan berbagai tim nasional, gerakan sadar energi, atau entah apalagi telah dikeluarkan. Tapi hasilnya ya gini-gini aja….

Di sisi pelaku, tidak banyak pelaku yang konsisten di bidang ini. Saya masih bertemu dengan sahabat lama saya Shalahuddin Hasan alias Uda Didin, Mohammadeffendy alias Mpu Sendok, AndiSamyanugraha, dan bahkan RM R.m. SoedjonoRespati alias Kangmas Jon yang semuanya adalah para “old crack” dalam bidang ini.

Dunia efisiensi energi relatif sepi dari pemberitaan dan stagnan dalam kemajuan.

Apa kita masih mau begini terus 5 tahun lagi? Padahal katanya, katanya sih kemajuan teknologi sudah sampai ke atas langit, tapi efisiensi energi sudah mulai disusul oleh Vietnam dan Thailand, apalagi oleh Malaysia dan Singapore. Dan jangan dibandingkan dengan China, apalagi Jepang dan negara maju lain!

Akibatnya apa kalau tetap boros energi? Banyak!!!

Harga semen dan baja misalnya, tidak akan bisa mengalahkan harga produk impor dari China. Tekstil akan sangat sulit bersaing dengan Vietnam, dan supply chain gak akan pernah bisa saingan dengan Singapore!

Efisiensi energi adalah koentji rekan!!! Bukan kepandaian main game online!!!!

Hari ini lah kemudian kami mulai mencoba (lagi) untuk memberi masukan ke pemerintah guna menggiatkan lagi efisiensi energi, dan kali ini semoga dengan mati-matian dan serius dengan cara yang benar.

Musuh bukan hanya sudah di depan mata, tapi sudah menggantikan dagangan kita dengan dagangannya, merebut pasar kita dengan produknya dan bahkan kita persilakan masuk dan naik ke atas ranjang kita, semata karena kita tak tahu bagaimana menyainginya.

Dan hari ini kami mulai, satu langkah awal untuk memberi masukan, ikut memikirkan, dan ikut bergerak bersama guna melakukan efisiensi energi. Entah harus berapa langkah lagi, dan harus mengulang berapa kali lagi…..

Karena tujuan semakin lama semakin seperti fatamorgana…..

Cibubur, 24 Juli 2019 

Editor : Setyanegara 

 







Tags: ,
banner 468x60