Kini Giliran Alumni UNS Solo Akan Deklarasi Dukung Prabowo-Sandi

Kini Giliran Alumni UNS Solo Akan Deklarasi Dukung Prabowo-Sandi
Dr.Muhamad Taufik, SH.MH

“Kesejahteraan masyarakat jauh panggang dari api, ditandai ambruknya BUMN yang berimbas pada gagal bayar dalam sektor kesehatan seperti BPJS yang tidak mampu mengcover orang miskin sakit karena uangnya untuk bangun tol”

(M.Taufik Ketua SMART PADI)

Solo, Zonasatu News–Gelombang dukungan dari alumni perguruan tinggi kepada pasangan Prabowo-Sandi terus mengalir. Sebelumnya alumni UGM (Relagama), ITS (Pascal ITS), Unair (Repair), telah melakukan deklarasi dukungan secara terbuka. Kini segera menyusul deklarasi dukungan dari alumni UNS Solo. Mereka tergabung dalam organisasi Alumni Sebelas Maret Pendukung Prabowo-Sandi ( (SMART PADI).

Dihubungi Zonasatu News pagi ini, Kamis (10/1) Taufik membenarkan rencana deklarasi tersebut. Deklarasi akan diadakan besok, Jumat (11/1) di Lor In Solo Hotel. Taufik memastikan ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Jenderal (Purn) Djoko Santoso akan hadir dan juga tokoh-tokoh Solo lainnya seperti Moedrik Sangidoe.

“Pak Djoko akan hadir. Beliau sudah perjalanan ke Solo lewat darat. Kabar yang kami terima telah sampai di Purwokerto. Tokoh Solo Pak Moedrik Sangidoe juga akan datang dalam deklarasi”, kata Taufik.

Diperkirakan lebih dari 300 alumni UNS dari berbagai wilayah Indonesia akan hadir.

“Persediaan kaos 300 sudah habis. Dan permintaan terus mengalir. Jadi prediksi kami peserta bisa mencapai 500 orang alumni. Mereka berasal dari berbagai wilayah di Indonesia”, ungkap ketua SMART PADI itu.

BACA JUGA : Jenderal Gatot Nurmantyo Turun Gunung Akan Gempur Jawa Tengah

Alumni Fakultas Hukum UNS tahun 1985 itu menjelaskan 4 alasan utama yang malatari munculnya dukungan itu.

Pertama, Alasan kondisi nasional yang tidak menguntungkan bagi bangsa ini jika tetap mempertahankan Jokowi. Sebab hampir di semua lini kehidupan bangsa ini tidak berdaulat,hukum,ekonomi dan dunia internasional.

Kedua, Negara ke-4 terbesar di dunia namun kerap hilang di forum internasional, misal pembahasan Rohingnya, Uyghur dll yang nota bene forum kepala negara justru diwakilkan setingkat menteri

Ketiga, Pemerintah menggunakan pendekatan kekuatan dan kekuasaan dalam menyelesaikan perbedaan pendapat sehingga layak disebut anti kritik terbukti UU ITE telah beralih fungsi seolah uu subversi

Keempat, Kesejahteraan masyarakat jauh panggang dari api, ditandai ambruknya BUMN yang berimbas pada gagal bayar dalam sektor kesehatan seperti BPJS yang tidak mampu mengcover orang miskin sakit karena uangnya untuk bangun tol.

“Kami SMART PADI bertekad memenangkan Prabowo-Sandi dalam Pilpres ini. Untuk Indonesia yang lebih baik”, tegas Taufik.

BACA JUGA : Hersubeno Arief:Infrastruktur Sangkuriang,Bikin Jokowi Meriang

loading…

Tags: ,
banner 468x60