Soal Uang WNI Rp 11.000 T : 2016 Jokowi Sebut Data Ada Di Kantong, 2019 Kok Tanya Data Lagi?

Soal Uang WNI Rp 11.000 T : 2016 Jokowi Sebut Data Ada Di Kantong, 2019 Kok Tanya Data Lagi?
Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia, yang juga Capres nomor urut 01

“Datanya saya ada di kantong saya ada. Yang hadir di sini saya hapal satu, dua masih nyimpan di sana, masih. Wong namanya ada di kantong saya,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi), 25 November 2016

 

Jakarta, Zonasatu News – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku akan mengejar jika memang benar ada uang warga negara Indonesia (WNI) yang selama ini disembunyikan di luar negeri.

Hal ini sekaligus menjawab pernyataan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang bilang banyak uang WNI di luar negeri. Jumlahnya fantastis yaitu mencapai Rp 11.000 triliun.

“Ya datanya di ini saja, kalau memang ada data dan ada bukti-bukti mengenai itu, ya disampaikan saja ke pemerintah, akan kita kejar kalau memang ada benar,” kata Jokowi disela-sela kunjungan kerja di Gorontalo, Jumat (1/3/2019, seperti dilansir detikcom.

Jokowi akan mengejar uang dengan jumlah fantastis tersebut jika memang datanya ada. Bahkan dirinya meminta kepada Prabowo Subianto untuk menyampaikan datanya kepada pemerintah.

Prabowo mengungkapkan soal keberadaan uang WNI di luar negeri sebesar Rp 11.000 triliun pada saat pidato kebangsaan ‘Prabowo Menyapa’ di Grand Pacific Hall Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (27/2) lalu.

Tahun 2016 Jokowi Sebut Uangnya Sudah Ada 

Berdasarkan penelusuran zonasatunews.com, situs resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia pada tanggal 25 November 2016 memuat berita berjudul : Datanya Sudah Ada, Presiden Jokowi: Uang Kita Yang Disimpan di Luar Negeri Rp 11.000 Triliun“.Link situsnya adalah : “(https://setkab.go.id/datanya-sudah-ada-presiden-jokowi-uang-kita-yang-disimpan-di-luar-negeri-rp-11-000-triliun/.

Berikut ini kami tampilkan kutipan utuh pernyataan Jokowi dalam situs Setkeb tersebut :

Di saat semua negara berebut uang masuk capital inflow dalam menghadapi tekanan ekonomi global, ternyata uang bangsa Indonesia yang berada di bawah bantal, di bawah kasur, dan yang disimpan di luar negeri masih banyak sekali. Data yang ada di kementerian ada kurang lebih Rp11.000 triliun.

“Datanya saya ada di kantong saya ada. Yang hadir di sini saya hapal satu, dua masih nyimpan di sana, masih. Wong namanya ada di kantong saya,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri acara sosialisasi program pengampunan pajak atau tax amnesty, di Hotel Clarion, Makasar, Sulsel, Jumat (25/11) malam.

Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana saat menghadiri acara sosialisasi program tax amnesty, di Hotel Clarion, Makasar, Sulsel, Jumat (25/11/2016) malam. (Foto: Humas/Jay)

Karena Prabowo?

Dari kedua pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) diatas, mana yang benar? Pernyataan pada tahun 2016 dimuat di situs resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Jelas sekali disitu termuat jumah uang WNI yang tersimpan diluar negeri Rp 11.000 Triliun. Dan Presiden menyatakan data sudah ada di kantongnya.

Namun saat Presiden berkunjung ke Gorontalo Jumat (1/3/2019, justru mempertanyakan data tersebut. Lho? Bukannya pemerintah sendiri yang mengeluarkan data itu pada tahun 2016? Lalu, kok Jokowi sekarang bertanya, mana datanya? Ini membingungkan.

Pemerintah Joko Widodo harus menjelaskan simpang siur data ini kepada publik. 

Jokowi juga dipandang terlalu reakstif merespon pernyataan Prabowo. Padahal yang disampaikan Prabowo adalah data yang dikleuarkan oleh pemerintah sendiri. Soal data sebaiknya Presiden lebih berhati-hati. Jangan mudah mengeluarkan data sebelum diverifikasi kebenarannya.

Jangan Prabowophobia, semua yang disampaikan Prabowo dianggap salah. Mengakui kebenaran, dari manapun datangnya, tidak mengurangi kewibawaan seseorang. Juga, mengakui kesalahan atas ucapan atau tindakan yang pernah dilakukan, tidak akan menyebabkan seseorang menjadi terhina. 

 

 

 

loading…

Tags:
banner 468x60