Aduh, langkah kencang KPK terhenti dipintu kantor partai

Aduh, langkah kencang KPK terhenti dipintu kantor partai
Ketua KPU Arief Budiman (paling kiri) bersama Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dalam konferensi pers di Gedung KPK, Kamis (9/1/2020). (KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D)




Oleh : Budi Puryanto

Saya seneng bukan main, saat KPK beraksi diawal tahun ini. OTT Bupati Sidoarjo dan Komisioner KPU. Itu menjawab keraguan masyarakat, juga keraguanku, bahwa KPK baru ini akan mandul dari operasi.

Coba dipikir, mau nyadap, menggeledah, harus ijin dewan pengawas. Kalau diijinkan baru operasi jalan. Kalau tidak diijinkan ya batal. Sebenarnya tinggi mana sih pangkatnya, pimpinan KPK atau dewan pengawas? Ya, tak sulit menjawabnya kan?

Kembali ke laptop. Belum tuntas rakyat bersuka ria, memuji-muji KPK, tiba-tiba dikejutkan oleh kenyataan : laju KPK harus berhenti didepan kantor partai. KPK tidak boleh masuk menggeledah kantor itu. Lho, anehnya, ini yang bikin saya sedih, KPK kok ya manut saja.

” OK deh lain kali tak kesini lagi bawa surat surat lengkap.”

Keburu hilang barang yang dicari, Pak Ekooo….

Memang kantor itu tidak sembarang kantor. Kantor keramat, 11-12 dengan kantor istana negara. Makanya KPK gamang mau menerjangnya. Kalau nekad bisa hilang jabatan.

Lagipula ketua KPK juga anggota Polri aktif. Pangkatnya bintang 3. Kapolri bintang 4. Ya mesti tunduk dengan atasannya.

Penyidik sekarang diambil dari ASN. pegawai pemerintah. Bagaimana mau garang. Ndak bisa, mesti tunduk dengan atasannya.

Sampai disini sudah gamblang kan, kenapa KPK mundur teratur.

Tapi kalau urusan dengan Wahyu Setiawan dan kantornya saya yakin 1000 persen, akan lancar. KPK ditakuti disitu.

Lagi, penyidik KPK dikabarkan dites urine saat masuk di PTIK. Lho, guyonan apa lagi ini. Padahal, penyidik itu dikabarkan mau nangkap buron. Lalu, di ekspos kalau penyidik kesana mau sholat. Alaaamaaak….Buruk kali nasibmu.

Wajah KPK saat ini tergantung pada dua ini : menangkap buron Harun Masiku, kader PDIP. Dan memeriksa Hasto Kristianto, Sekjen PDIP. Bila ini tidak bisa tuntas, yakinlah KPK tidak bisa tersenyum didepan rakyat.

KPK akan sakit gigi.
Rakyat akan sakit hati.







Tags: , ,
banner 468x60