Agus Mualif : Beleid Israel Dalam Perang Wilayah Dan Agama (bagian ketiga)

Agus Mualif : Beleid Israel Dalam Perang Wilayah Dan Agama (bagian ketiga)
Tembok dibelakang saya (penulis) berwarna kekuningan adalah tembok ratapan, adalah tembok bagian barat ruang Devir. Pepohonan diatas adalah pepohonan di lantai atas bekas istana Herodes yang saat ini menjadi kompleks Masjidil Aqsha (Haram Asy Syarif). Pada kompleks Masjidil Aqsha terdapat Masjid Kubah batu (kubah emas), Masjid Qibli (kubah perak keabua abuan), masjid Marwan dan Masjid Buroq.




Penulis : Agus Mualif Rohadi.

3. Membangun Bait EL.

Salomo bukan hanya meneruskan kekuasaan Daud, namun juga membangun sesuatu yang belum pernah dibangun oleh bani Israel baik di Mesir maupun di tanah yang dijanjikan Allah untuk mereka, yaitu melaksanakan perintah Allah yang belum sempat dilaksanakan oleh Daud, membangun Bait EL. Bait EL dibangun bersama sama istana Nabi Sulaiman dimulai setelah sekitar 480 tahun bani Israel keluar dari Mesir, atau tahun ke empat pada bulan ziew masa berkuasanya Nabi Sulaiman.

Al – Qur’an tidak menceriterakan secara detil bagaimana Haikal Sulaiman pertama kali dibuat. Namun Al – Qur’an menceritakan mukjizat nabi Sulaiman yang bisa memerintah Jin. Haikal Sulaiman ketika pertama kali dibangun adalah kuil atau tempat ibadah yang pada jamannya adalah bangunan sangat besar yang besarnya dapat diperbandingkan dengan piramida piramida Mesir.




Perkiraan halaman dan bangunan bagian dalam Haikal Sulaiman era Herodes.

Haikal Sulaiman selain terbuat dari tumpukan batu batu besar juga penuh dengan ornamen ornamen kayu khusus yaitu kayu aras serta emas dan logam yang didatangkan dari negeri tetangga, yaitu negeri Tirus, salah satu negeri dari suku kana’an kuno. Diceritakan dalam Kitab 1 Raja – Raja 1 : 34 – 38, Nabi Sulaiman mengerahkan 180.000 orang untuk membangun Haikal Sulaiman ini. Tentu hal ini merupakan suatu pekerjaan yang sangat besar. Bukan hanya orang Israel yang dikerahkan untuk membangun, tetapi nabi Sulaiman juga mendatangkan pekerja dari suku suku Amori, Het, Feris, Hewi dan Yebus.

Perkiraan ruang Devir terdiri dari ruang suci dan ruang paling suci. Ruang paling suci adalah ruang tempat menyimpan tabut perjanjian berisi taurat.

Nabi Sulaiman dapat mendatangkan orang dari suku suku kana’an kuno, menunjukkan bahwa nabi Sulaiman dapat membangun Haikal Sulaiman tanpa gangguan perang dan mampu membangun kerjasama dengan suku suku kana’an kuno. Bahkan nabi Sulaiman mempunyai istri dari Edom (suku keturunan Esau saudara kembar nabi Ya’cub), Moab, Amon, Sidon, Het, dan lain lain, bahkan puteri Fir’aun, dan bilqis dari tempat yang sangat jauh.

Gambar perkiraan komputer, salah satu sudut bangunan Haikal Sulaiman era Herodes

Namun karena keasyikannya dalam membangun aliansi ini, nabi Sulaiman mengabaikan kemusyrikan dari suku suku lainnya sehingga ditegur oleh EL (YaHWeH), Kitab 1 Raja raja 11 : 9 – 13, ….. dan akan dihukum dengan pecahnya kerajaan. Dalam Qs Sad 34 menyebutkan hukuman untuk nabi Sulaiman ” Dan sungguh, Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak diatas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian dia bertobat “.

Al Qur’an juga menceritakan secara indah bagaimana Sulaiman yang kuat, terkenal sifat adil dan bijaksana, kaya raya, dapat menggerakkan jin, namun Sulaiman ternyata masih membutuhkan bantuan mahluk kecil yang lemah, yaitu burung hud hud.

Reruntuhan tangga menuju Haikal Sulaiman. Bandingkan besar orang dengan besar batu pada foto.

Salomo mampu mewujudkan berdirinya Haikal (baitEL) Sulaiman, dan kemudian mengambil tabut perjanjian yang berisi taurat yang selama ini ditempatkan di dalam silo yang terletak di dekat pintu diluar benteng kota Yerusalem. Dengan penempatan itu, maka telah berakhir perjalanan panjang Tabut Perjanjian yang berisi Taurat yang sebelumnya selalu di tandu kemana mana oleh bani Israel, atau bila tidak sedang ditandu maka tabut di tempatkan di silo yang selalu dijaga oleh nabi atau orang salih dari bani Israel.

Dalam masa nabi Daud dan nabi Sulaiman berangsur angsur terjadi pembauran suku terutama suku Benyamin dengan suku Yebus maupun suku Yehuda dengan suku Yebus. Dan akhirnya, suku Yebus menyerahkan pemerintahan kepada Nabi Sulaiman.

Gerbang Huldah

Pada masa nabi Sulaiman ini lengkaplah identitas kebangsaan bani Israel, yaitu kerajaan, wilayah dan Haikal Sulaiman yang didalamnya telah bersemayam Taurat. Bagi bangsa Israel saat itu, YaHWeH telah mempunyai tempat bersemayam.

(bersambung ke bagian 4)







banner 468x60